Culture

Polemik Cuti Lebaran 7 Hari Tahun 2018

By  | 

Marak pemberitaan belakangan ini tentang cuti bersama pada musim liburan Lebaran 2018 selama 7 hari.  Keputusan itu dikeluarkan oleh pemerintah secara tegas sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri. Sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani ketika mengadakan konferensi pers di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (07/05/2018).

Culture | Opinion

Foto : Ist

SKB 3 Menteri itu akan berlaku sesuai dengan ketentuan. Lebih lanjut Puan mengatakan bahwa ada 8 poin tambahan yang merupakan hasil SKB 3 Menteri usai menerima masukan dari pihak pengusaha. Adapun delapan poin tersebut ialah:

Pertama, pemerintah akan memastikan pelayanan pada masyarakat tetap berjalan seperti biasa. Seperti rumah sakit, imigrasi, bea cukai, perhubungan dan sebagainya. Kedua, setiap kementrian/lembaga akan menugaskan pekerjanya. Ketiga, PNS yang bekerja pada saat lebaran dapat mengajukan cuti di luar itu tanpa mengurangi jatah cutinya. Keempat, transaksi pasar modal dan bursa akan dibuka pada 20 Juni 2018. Kelima, cuti bersama di sektor swasta bersifat fluktuatif, sehingga kesepakatan melibatkan para buruh dan pengusaha. Keenam, Kemenhub akan menngatur sektor pelabuhan agar pelabuhan bisa bekerja pada saat cuti lebaran. Ketujuh, melengkapi ini 4 Menko akan mengatur atau menindaklanjuti ke kementrian/lembaga yang dibawahnya. Kedelapan, setiap kementrian/lembaga akan menetapkan instrusksi/ surat edaran.

Libur lebaran yang telah ditetapkan selama 7 sesuai dengan SKB 3 Menteri tersebut rupanya menuai kontroversi dari kalangan pengusaha. Walaupun sudah diatur ketentuannya seperti yang tertera diatas. Itu artinya cuti libur Lebaran tahun ini masyarakat mendapatkan libur cukup panjang hingga sampai 10 hari. Dalam keputusan tersebut penambahan cuti bersama sebelum Lebaran 2 hari jelang Lebaran. Yakni tanggal 11 dan 12 Juni 2018, serta 1 hari setelah Lebaran yaitu pada tanggal 20 Juni 2018.

Culture | Opinion

Foto : Ist

Lantas bagaimana dampaknya terhadap dunia industri seperti yang dikeluhkan oleh pihak pengusaha terhadap keputusan pemerintah?

Berikut inilah beberapa poin yang dikeluhkan oleh pihak pengusaha, mengingat lamanya cuti libur bersama yang ditetapkan pemerintah. Pertama, dampak terhadap industri yang paling dirasakan ialah pada produktivitas dunia usaha, khususnya untuk kegiatan ekspor dan industri. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani, dua kegiatan ini paling bakal dirugikan dengan lamanya waktu libur pada Lebaran nanti. Karena dunia ekspor jam kerjanya biasa mencapai 24 jam. Kedua, dia juga menambahkan bahwa cuti bersama untuk pegawai swasta bukanlah yang wajib supaya kegiatan ekonomi seperti hotel, ritel bisa terus berjalan.

Sementara dari pihak pemerintah, dalam hal ini yang diwakili oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memberikan penilaian bahwa libur bersama sepanjang 7 hari pada tahun 2018 ini memiliki plus minusnya. Salah satu nilai minusnya yaitu harus membayar cost lembur yang mahal. Lantaran terkait dengan produktivitas nasional yang terganggu karena lamanya waktu libur saat Lebaran.

Culture | Opinion

Foto : Ist

Memang setiap keputusan akan selalu membawa dampak positif dan negatif bagi beberapa pihak yang terkait langsung. Namun semoga saja polemik mengenai cuti bersama selama 7 hari ini membawa manfaat untuk semua lapisan masyarakat.

penulis di wanita.me