Culture

Sindrom Queen Bee Sering Menyerang Pekerja Wanita, Fakta atau Mitos?

By  | 

Wanita adalah makhluk multitasking yang artinya mampu melakukan berbagai pekerjaan dalam satu waktu. Walaupun terkenal sebagai makhluk yang lemah tetapi nyatanya mereka bisa membuktikan bisa bekerja selayaknya pria. Namun, beberapa tahun lalu diberitakan bahwa pekerja wanita rentan terkena sindrom Queen Bee. Jika dibiarkan maka sindrom ini akan mengganggu kelangsungan sebuah perusahaan, apakah benar?

Culture | opinion

foto: ist

Awalnya sindrom Queen Bee atau ratu lebah berdasarkan sebuah penelitian pada tahun 1973. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa wanita dalam posisi kunci dalam organisasi tidak hanya gagal untuk mendukung wanita lain tetapi secara aktif bekerja untuk mengusir saingan mereka. Jadi dalam sebuah perusahaan akan terjadi semacam hukum rimba tetapi hanya terjadi pada kelompok wanita saja. Sedangkan, hubungan mereka dengan rekan kerja pria tidak ada permasalahan.

Filosofi ratu lebah ini mengartikan bahwa dalam satu sarang lebah hanya ada satu ratu. Kehadiran ratu lain tidak akan diperbolehkan karena bisa mengancam kepemimpian penguasa lama. Ratu lama biasanya akan berjuang sampai mati untuk mempertahankan sarangnya, atau kemudian mencari sarang baru. Begitu pun hal ini diibaratkan terjadi dalam dunia nyata oleh sebagian peneliti.

Culture | opinion

foto: ist

Kebanyakan penyebabnya dikarenakan wanita ingin menjadi the only one dan mereka tak akan membantu sesama rekan kerja yang dianggapnya rival. Inilah yang berbahaya bagi kaum wanita karena kerap terbawa perasaan atau membawa segala sesuatunya ke ranah pribadi, sehingga berkompetisi dilakukan sampai melukai hati satu sama lain. Misalnya saja keributan antara menantu perempuan di rumah ibu mertua, sampai kemunculan adik tingkat perempuan yang mengusik posisi kakak tingkat di sekolah atau kampus.

Namun, ada juga yang menyatakan bahwa sindrom Queen Bee ini hanyalah mitos. Karena ada sebuah survei dari Columbia Business School di New York yang meneliti dari 1.500 perusahaan selama periode 20 tahun ini. Menunjukkan bahwa sindrom ini tidak ada. Menurut mereka hal ini terjadi karena adanya pikiran sempit akibat kepopuleran film-film seperti: Grease, Heathers, Clueless, Mean Girls dan The Devil Wears Prada.

Culture | opinion

foto: ist

Entah mitos atau fakta, akan lebih baik jika kita belajar menerima perbedaan yang ada dan bekerjasama demi berkontribusi mencapai tujuan. Jangan sampai Anda dinilai buruk di depan banyak orang karena sikap iri.

Bagaimana menurut Anda, mitos atau fakta?

author, writer, mother and love my life