Family

Tips Keluarga Bahagia Bagi Pasangan Karir

By  | 

Di era modern ini, sudah lazim bagi sepasang suami-istri untuk sama-sama memiliki karir yang mapan. Baik pria maupun wanita memiliki kans yang setara untuk mengakses pendidikan yang tinggi dan pekerjaan yang layak. Sayangnya, hal tersebut dapat berdampak pelik dalam kehidupan rumah tangga. Sebut saja pola asuh anak yang dititipkan kepada kakek-neneknya, pembantu atau babysitter. Belum lagi resiko berpindah lokasi kerja akibat mutasi atau promosi jabatan. Yang paling pelik adalah ketika terjadi kompetisi antara suami dan istri dalam hal karir dan finansial. Untuk itu, WANITA.me kali ini akan mengulas beberapa strategi keluarga bahagia bagi pasangan karir yang disarikan dari berbagai sumber.

Berkomitmen Untuk Keluarga

Pada dasarnya, semapan-mapannya karir atau setinggi-tingginya pendapatan anda, kesemuanya akan dibawa pulang ke rumah untuk membahagiakan keluarga. Karir, dalam konteks ini, merupakan salah satu variabel kebahagiaan keluarga. Untuk itu, komitmen mengenai prioritas antara karir dan keluarga perlu disepakati bersama pasangan agar tidak terjadi tumpang-tindih dan berdampak negatif ke depannya. Avivah Wittenberg-Cox, penulis buku Seven Steps to Leading a Gender-Balanced Business (2014), mengemukakan dua model keseimbangan pasangan karir yang dapat dijadikan referensi.

Family | Family Education

Foto: Ist

Pertama, Lead Career. Model pasangan karir tersebut menyepakati bahwa salah satu di antara pasangan menjadi karir dominan dan sumber pendapatan utama dalam keluarga. Model ini memberikan keleluasaan dan kemudahan ketika pasangan yang memiliki karir dominan harus berpindah lokasi kerja (keluarga ikut pindah) sehingga tidak terjadi perselisihan mengenainya.

Kedua, Alternators. Pasangan karir yang menjalankan model Alternators bersifat saling menghormati dan saling menerima. Setiap pasangan berhak menentukan arah karirnya. Mereka akan saling berbagi waktu dan menyesuaikan peran masing-masing di keluarga seiring dengan perubahan arah karir. Model pasangan karir ini bersifat transaksional dan sangat membutuhkan kedewasaan berpikir dalam menjalaninya, terlebih ketika harus meninggalkan anak-anak.

Titipkan Anak Pada Orang yang Tepat (Dalam Waktu Seminimal Mungkin)

Pilihan paling umum sekarang ini sebagai tempat untuk menitipkan anak adalah kepada kakek-neneknya, pembantu atau babysitter dan penitipan anak atau daycare. Kesemuanya memiliki pro dan kontranya masing-masing. Banyak studi yang telah membahas hal tersebut. Walaupun demikian, dari sekian banyak studi dan artikel yang redaksi temukan, benang merahnya adalah untuk menitipkan anak dalam waktu seminimal mungkin. Artinya, sepakatilah bersama pasangan mengenai pembagian waktu asuh selepas jam kerja. Misalkan, sepakati apabila salah satu pasangan lembur, maka pasangan lainnya harus sesegera mungkin untuk pulang dan menemui anak.

Family | Family Education

Foto: Ist

Peter Fraenkel, seorang profesor psikologi dari City University of New York, mengemukakan bahwa selama setiap pasangan saling menghargai seluruh aktivitas karirnya masing-masing, maka aktivitas rumah yang melelahkan seperti mengasuh anak dan membesihkankan rumah akan terasa berkualitas dan memuaskan. Peter telah melakukan studi mengenai pasangan karir selama bertahun-tahun dan menyimpulkan bahwa apabila suatu keluarga dibangun atas fondasi cinta dan kasih sayang serta memiliki komitmen yang kuat untuk mempertahankannya, karir tidak akan menjadi penghalang untuk membangun keluarga bahagia. Banyak responden penelitian Peter yang pada akhirnya memodifikasi karir (mencari pekerjaan lain, berwiraswasta dan lain-lain) untuk mengalah atau demi mempertahankan karir pasangannya yang kemudian berefek positif bagi kelangsungan kehidupan keluarga.

~ Muggle Writer & Half-blood Musician ~