Culture

Virgil Abloh, Sarjana Teknik dan Arsitektur yang Menjadi Pengarah Busana Louis Vuitton

By  | 

Pada akhir bulan Maret lalu, Louis Vuitton mengumumkan pengarah busana prianya yang baru. Ia adalah Virgil Abloh, seorang sarjana teknik dan asitektur berumur 38 tahun yang menekuni dunia fashion sejak 10 tahun terakhir. Spotlight karir profesionalnya mulai diakui ketika pada tahun 2011 ia menjadi art director untuk album Jay Z dan Kanye West yang berjudul Watch the Throne. Kiprah Virgil sebagai pengarah seni pada album tersebut membawanya ke ajang Grammy Award untuk nominasi Best Recording Package. Kini, bersama Louis Vuitton, ia menjadi satu dari sedikit perancang busana pria kulit hitam di jajaran rumah busana terbesar Perancis.

Culture | Profile

Foto: Ist

Virgil lahir di Chicago, Amerika Serikat, pada bulan September 1980. Orang tuanya berasal dari Ghana. Virgil menempuh pendidikan dasar hingga menengah di sekolah Katolik. Ia berkuliah di University of Wisconsin-Madison mengambil jurusan teknik sipil. Virgil kemudian meneruskan studinya di Illinois Institute of Technology dan mendapatkan gelar master di bidang arsitektur. Ia sempat bekerja pada beberapa firma arsitektur hingga akhirnya pada tahun 2009, Virgil bertemu dengan Kanye West ketika magang di Fendi, sebuah rumah fashion ternama dari Italia.

Tahun 2009 dan perjumpaannya dengan Kanye menjadi momen peralihan karirnya ke dunia fashion. Di tahun yang sama, Virgil mendirikan RSVP Gallery, sebuah galeri seni dan busana pria di Chicago. Di tahun yang sama pula, ia bergabung dengan Donda, sebuah agensi kreatif milik Kanye. Bersama Donda, Virgil bekerja sebagai creative director yang mengurus project pertunjukan Kanye termasuk segala kebutuhan panggung dan merchandise.

Setelah tiga tahun menjadi tangan kanan Kanye di bidang kreatif, Virgil mendirikan label fashion pertamanya, Pyrex Vision. Sayangnya, Pyrex Vision hanya bertahan satu tahun. Akan tetapi Virgil terus melanjutkan usahanya dengan mendirikan label streetwear bernama Off-White. Label tersebut cukup sukses di pasaran. Berbagai ritel memesan produk Off-White. Artis-artis besar seperti Jay-Z, Rihanna dan Beyonce bahkan bersedia menjadi endorser produk Off-White. Kedekatannya dengan artis-artis hip-hop dan R&B turut menggali kreativitas seni di diri Virgil hingga ia mulai merambah dunia DJ dengan nama panggung Flat-White.

Culture | Profile

Foto: Ist

Kepada W Magazine (26/03), Virgil mengungkapkan bahwa Off-White dan menjadi DJ adalah bagian dari ekspresi jiwa mudanya. Kini, bersama Louis Vuitton ia ingin mengeluarkan ekspresi kedewasaannya di dunia fashion. Virgil kemudian berkelakar bahwa tantangan terbesarnya sekarang ini adalah membuktikan kepada seluruh fashion house tingkat dunia bahwa seorang sarjana teknik mampu berkreasi di dunia rancang busana. Walaupun demikian, Virgil masih memiliki cita-cita di bidang arsitektur, yaitu menerbitkan buku perjalanan bersama busana rancangannya dengan latar bangunan atau gedung-gedung berarsitektur unik di seluruh dunia.

~ Muggle Writer & Half-blood Musician ~