Culture

William Shakespeare Sang Pujangga Cinta

By  | 

Pecinta karya-karya klasik pasti mengenal kisah Romeo & Juliet. Tak ada yang bisa memungkiri bahwa Romeo dan Juliet adalah kisah tragedy tentang dua pasangan muda yang jatuh cinta meski keluarga mereka menentang. Kesuksesan Romeo dan Juliet tentu tak dapat kita lepaskan dari sang Penulis, William Shakespeare.

Culture | Event

Foto : Ist

William Shakespeare lahir pada bulan April 1564 di Stratford-upon-Avon, Inggris dari pasangan John Shakespeare dan Mary Arden. William yang berasal dari keluarga yang cukup kaya karena kesuksesan ayahnya dalam bisnis sarung tangan. Namun, berbeda dari sang Ayah, Willam kecil justru masuk ke sekolah umum dan mempelajari Bahasa Latin. Pada masa itu, Bahasa Latin adalah bahasa yang digunakan untuk penulisan dokumen penting, baik dokumen negara, gereja, hingga perdagangan. Di sekolah Shakespeare juga mempelajari karya dari para penulis dan filosofer yang berasal dari Yunani Kuno dan Romawi.

foto: ist.

Pada awal 1590-an, William Shakespeare mengokohkan dirinya sebagai seorang penulis sandiwara sekaligus aktor di London. Romeo dan Juliet ditulis antara tahun 1591 hingga 1595, dan pertamakali dipentaskan pada tahun 1597. Melalui Romeo dan Juliet itulah William Shakespeare berhasil mengukuhkan dirinya sebagai seorang pujangga. Selain kisah klasik Romeo dan Juliet, William juga menuliskan beberapa kisah tragedi lainnya yang juga terkenal seperti Machbeth, Hamlet, Antony and Cleopatra, dan Julius Caesar. Tak hanya menulis drama, William juga dikenal sebagai penulis komedi, sejarah, dan puisi.

foto: ist.

Shakespeare menjadi seseorang yang sangat terkenal, sangat populer, dan sangat kaya melalui teater. Ratu Elizabeth I sangat menyukai karya-karyanya, begitu pula dengan Raja James I, penerusnya. Pada pemerintahan James I, Shakespeare dan teman-temannya di teater terkenal dengan sebutan “Orang-orang Raja” karena Raja James I adalah pengunjung spesial mereka. Shakespeare dan Orang-orang Raja kerap bermain di istana kerajaan, selain juga di teater Globe dan teater Blackfriars, hingga mengadakan tur keliling Inggris.

William Shakespeare menikahi Anne Hathaway, yang berusia delapan tahun lebih tua darinya, pada 28 November 1582. Dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai tiga anak, Susanna, Hamnet dan Judith. Istri dan ketiga anaknya tinggal di Strarford, dan hanya dikunjungi oleh William setahun sekali. Pada tahun 1596, Hamnet kecil meninggal dunia, momen kesedihan tersebut dianggap banyak orang sebagai hal yang mengilhami William untuk menulis The Tragical History of Hamlet, Prince of Denmark.

foto: ist.

William Shakespeare menulis selama dua puluh lima tahun, menciptakan tiga puluh enam hingga tiga puluh sembilan karya. Ia berhenti menulis pada 1611, dan kemudian meninggal dunia pada 1616. Sampai saat ini Shakespeare masih dianggap sebagai pujangga yang paling terkenal dan telah mengilhami banyak penulis lain untuk menciptakan karya-karya tragedi cinta lainnya.

Just an ordinary writer with extraordinary mindset.