17 tahun berkarir di belantika musik Indonesia, penyanyi Andien Aisyah kembali mengeluarkan album terbarunya bertajuk Metamorfosa yang diluncurkan pada hari Rabu, 5 Oktober 2017 di Auditorium Galeri Indonesia Kaya. Album ini menjadi obat kerinduan para penggemar akan lantunan suara indah dari penyanyi yang telah sukses dengan album sebelumya.

Foto: Wanita.me
Metamorfosa | Music
Foto: Wanita.me

Penyanyai berusia 32 tahun ini menyatakan bahwa album ketujuh yang ia keluarkan ini terasa begitu personal. Senada dengan judulnya, album Metamorfosa ini menggambarkan perubahan kehidupan Andien mulai dari awal karir sampai kini juga menyandang peran sebagai seorang istri dan ibu. Selain itu, album ini juga digarap secara indie yang membuat Andien dan tim managemennya harus belajar mengerjakan semuanya secara sendiri. Ini bukan kali pertama Andien mengeluarkan album yang tidak tergantung pada label musik mayor. Sebelumnya Andien pernah mengeluarkan album indie berjudul ‘Bisikan Hati’ yang rilis pada tahun 2000.

Rekaman album yang diproduksi oleh Nikita Dompas ini dimulai saat Andien sedang 4 bulan mengandung anak pertamanya, Anaku Askara Biru. Proses pembuatan album ini memakan waktu hampir kurang lebih satu tahun mulai dari persiapan materi album hingga mastering dan telah didistribusikan dalam bentuk CD album dan digital mulai bulan Oktober tahun ini,

Andien menyatakan “Album ini membawa saya kembali ke warna musik saya di awal-awal karier, tentu saja dengan segala pendewasaan atas proses yang sudah saya jalani selama ini, baik di musik maupun di luar musik. Juga menjadi bentuk rasa syukur atas perjalanan hidup dan karir yang telah saya lalui sampai sekarang ini. Saya banyak mengekplorasi dan bereksperimen dengan musik yang membuat album ini terasa berbeda dengan album sebelumnya. Selain berkolaborasi dengan banyak musisi, album ini juga kolaborasi saya dengan Kawa yang sudah menemani sejak dalam kandungan”.

Metamorfosa | Music
Foto: Wanita.me
Metamorfosa | Music
Foto: Wanita.me
Metamorfosa | Music
Foto: Wanita.me

Mendengarkan album Metamorfosa serasa mendengarkan Andien di awal karirnya, tetapi dengan versi yang lebih dewasa. Single Belahan Jantungku dan Indahnya Dunia merupakan dua lagu yang ditemukan di album ini. Belahan Jantungku bercerita tentang kebahagiaan Andien sebagai seorang ibu dari sang buah hati. Lagu yang dibuat oleh Tulus saat ia sedang berkunjung ke rumah Andien. Saat berkunjung, Tulus meminta izin masuk ke kamar Andien dan melihat-lihat lukisan mural Andien. Saat itu juga Tulus meminta waktu 15 menit untuk berada di kamar Andien, setelah itu ia menemui Andien dan langsung memberikan lirik dan melodi dari lagu Belahan Jantungku. Sedangkan lagu Indahnya Dunia merupakan single kedua yang mengajarkan tentang rasa syukur untuk menikmati keindahan yang tidak hanya ditangkap oleh mata, tetapi juga perasaan. Video klip yang bekerja sama dengan Bakti Budaya Djarum Foundation ini mengambil lokasi di Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara dan dikemas dengan visual yang menunjukkan keindahan alam Indonesia, aneka pertunjukan kesenian tradisional, hingga senyum ramah khas masyarakat Maluku.

Sebanyak 11 lagu yang ada dalam album ini kental nuansa jazz dan lebih soulful. Selain Belahan Jantungku dan Indahnya Dunia, penikmat musik tanah air juga dapat mendengarkan lantunan suara indah Andien pada lagu Warna, Biru, Askara, Metamorfosa, Halo Sayangku, Pelita. Untuk album ini, Andien menggandeng beberapa musisi Tohpati, Abenk Alter, Lale Ilman Nino bahkan Tulus juga serta memberikan warna pada album ini.

Metamorfosa | Music
Foto: Wanita.me
Metamorfosa | Music
Foto: Wanita.me
Metamorfosa | Music
Foto: Wanita.me

Nikita Dompas menyatakan “Selama hampir 15 tahun bekerja sama dengan Andien, gue melihat Metamorfosa ini adalah album yang paling menggambarkan Andien, musik dan kehidupannya. Mulai dari pemilihan materi, musik, sampai musisi yang berkolaborasi di album ini, semuanya di sesuaikan dengan style Andien yang sekarang ini, termasuk kebutuhan lagunya. Maka dari itu beragam musisi dan pencipta lagu juga arranger terlibat di album ini. Album ini juga menjadi jawaban bagi para penggemar Andien yang merindukan warna musik Andien di 3 album awal”.

Sejak awal debutnya, Andien telah tumbuh dan berkembang dengan kehadiran penonton, mentor, dan para kritikus, ketekunan, kerja keras, dan semangatnya membuahkan banyak penghargaan sekaligus reputasi sebagai salah satu penyanyi papan atas Indonesia.

 

Post your comments on Facebook