Masalah sampah dan gerakan zero waste atau meminimalisir sampah sudah bergaung beberapa tahun belakangan ini. Sebagai wanita yang peduli lingkungan, tentu Anda juga ikut mendukung gerakan ini. Salah satu caranya adalah dengan berusaha mengurangi sampah rumahan.

Gerakan zero waste dari rumah sebenarnya tidak terlalu sulit. Tidak harus benar-benar ‘zero’ karena memang nyaris tidak mungkin jika rumah tangga tidak menghasilkan sampah. Yang diperlukan adalah komitmen dan keikutsertaan anggota keluarga. Aktivitas reuse, reduce, dan recycle pun bisa dilakukan dengan berbagai kegiatan unik.

1.      Membuat aneka mainan hasil daur ulang

Kardus, kertas bekas, botol minuman dan kotak bekas adalah sedikit dari berbagai bahan yang bisa disulap menjadi aneka mainan menarik bagi anak. Anda bisa menggunakan kertas bekas yang dijadikan bubur kertas sebagai bahan membuat lukisan timbul tiga dimensi, misalnya. Atau kardus bekas menjadi mobil-mobilan dan kotak bekas sabun atau deterjen menjadi aneka mainan menarik.

Sampah rumahan
Foto: Ist

Jika kehabisan ide untuk membuat DIY toys berbahan baku sampah daur ulang ini, jangan khawatir. Di internet ada banyak bertebaran ide dan aneka mainan yang dibuat dari bahan-bahan ini. Lengkap dengan tutorial pembuatannya. Jadi. sampah berkurang, kreativitas Anda dan anak terasah, plus penghematan anggaran pembelian mainan.

2.      Membuat peternakan cacing

Bagi anda yang hobi berkebun, pasti tahu fungsi cacing tanah yang sangat penting bagi media tanam. Ya, cacing tanah berpera sebagai penggembur, dan penambah unsur hara pada media tanam. Dua hal yang sangat pernting bagi pertumbuhan tanaman yang sehat dan subur. Lalu, jika sulit menemukan cacing tanah bagaimana? Ayo kita buat peternakannya. Anda bisa memanfaatkan sampah rumah tangga organik untuk proyek ini. Kita membutuhkan aneka sisa potongan sayur, kulit buah, dll. Bahan lainnya adalah:

  • Aneka sampah cokelat seperti daun kering.
  • Kotoran sapi atau kambing yang sudah dicampur air; buat hingga kental saja.
  • Tanah hitam atau humus
  • Ember kecil yang dilubangi bagian bawah dan sampingnya, serta seng atau triplek untuk menutup ember
Sampah rumahan
Foto: Ist

Cara membuatnya gampang sekali. Pertama, benamkan ember di dalam tanah hingga setengah badannya. Lalu isi ember dengan sampah cokelat, sisa sayur dan kulit buah, tanah, terakhir siramkan kotoran ternak di atasnya. Lalu tutup rapat agar tidak kemasukan air. Biarkan ember berisi sampah tadi selama satu atau dua minggu, maka cacing akan datang dan memakan sampah di dalamnya, lalu berkembang biak. Cacing-cacing tersebut bisa Anda ambil dan letakkan di pot tanaman Anda. Sampah dan tanah di dalam ember bisa digunakan sebagai komposter.

3.      Membuat ecobrick

Ecobrick adalah hasil daur ulang sampah kantong plastik dan botol minuman. Awalnya ide ini dikembangkan di Kanada, dan beberapa tahun belakangan marak juga di Indonesia. Hasil ecobrick bisa dikreasikan menjadi bangku, meja kecil, box container dll. Caranya juga gampang. Tinggal masukkan kantong plastik ke dalam botol minuman kosong dan tekan hingga padat. Lalu atur botol-botol berisi plastik tadi hingga menjadi bangku atau meja, sesuai kreasi Anda. Supaya erat dan tidak berantakan, bisa diikat dengan tali.

Sampah rumahan
Foto: Ist

4.      Pospak sebagai media tanam

Bagi Anda yang memiliki bayi dan batita, tentu paham besarnya pengaruh limbah  pospak atau popok sekali pakai bagi lingkungan. Rata-rata satu bayi menghasilkan tiga buah limbah pospak setiap hari. Itu artinya sekitar seribu delapan puluh pospak setahun jumlah yang besar, bukan? Tahukah Anda bahwa isi pospak bekas pakai dapat digunakan sebagai media tanam? Hydrogel di dalamnya dapat digunakan pada cara bertanam hidroponik. Tertarik mencobanya di rumah?

Sampah rumahan
Foto: Ist

Menjadi warga yang cerdas dan peduli pada masalah sampah sebenarnya tidak sulit, bukan? Hanya butuh sedikit concern dari kita dan partisipasi aktif anggota keluarga. Zero waste, siapa takut?

Post your comments on Facebook