Bahasa adalah komponen penting untuk berkomunikasi. Setiap harinya kita berkomunikasi dengan orang lain menggunakan bahasa, baik itu bahasa daerah, bahasa Indonesia, maupun bahasa asing. Bahasa yang ada di dunia ini tercatat berjumlah 6.000-7.000, belum lagi dialek yang juga berbeda-beda antar daerah. Tapi dari ribuan bahasa yang ada di dunia, terdapat beberapa bahasa yang hampir punah. Bahasa yang mulai langka itu kebanyakan disebabkan oleh pernikahan campuran yang kemudian melahirkan anak-anak yang menggunakan bahasa ibu, sehingga bahasa asli yang digunakan ayah tidak diturunkan ataupun diajarkan kepada anak-anaknya. Berikut ulasan beberapa bahasa di dunia yang hampir dan bahkan telah punah tersebut:

  1. Bahasa Chamicuro (Chamekolo, Chamicolo, Chamicura)

Chamicuro adalah suatu bahasa Amerika pribumi yang sudah terancam punah. Saat ini bahasa Chamicuro hanya dipakai oleh hanya 8 orang-orang Aborigin di Amerika Selatan. Bahasa Chamicuros berasal dari suku pribumi yang tinggal di sebuah daerah yang disebut Pampa Hermosa, yang terletak di sekitar Sungai Huallaga, Peru. Meski kamus bahasa Chamicuro telah dibuat, namun anak-anak tidak dapat berbicara bahasa tersebut karena saat ini bahasa Spanyol lebih umum digunakan di Peru.

Culture | opinion
Foto : Ist.
  1. Bahasa Kaixana (Caixana)

Kaixana, dibaca Kawishana, juga merupakan salah satu bahasa yang hampir punah. Bahasa Kaixana merupakan bahasa yang berasal dari Brazil. Orang terakhir yang diketahui masih dapat menggunakan bahasa ini adalah Raimundo Avelino yang berusia 88 tahun dan tinggal di Limoeiro, Amazon, Brazil.

  1. Bahasa Dampelas

Tak hanya bahasa asing, di Indonesia sendiri terdapat Bahasa Dampelas yang berasal dari Sulawesi yang kini sudah sangat langka penggunaannya. UNESCO melalui penelitiannya mengklaim bahwa hanya tersisa satu dari 10.000 orang suku Dampelas yang hidup di tahun 2000 yang masih dapat menggunakan bahasa ini.

Culture | opinion
Foto : Ist.
  1. Bahasa Kulon-Pazeh

Bahasa asli yang berasal dari Taiwan ini bahkan telah punah di tahun 2010 setelah kematian Pan Jin-yu yang merupakan penutur terakhirnya. Meski telah berusaha untuk mengedukasi orang-orang disukunya untuk bicara bahasa asli tersebut, namun usahanya sia-sia karena kini bahasa tersebut sudah tidak lagi digunakan, tergantikan oleh bahasa resmi negara mereka yaitu Mandarin Guoyu.

  1. Bahasa Njerep

Njerep Bantoid adalah bahasa yang digunakan di Nigeria. Bahasa ini konon juga pernah digunakan di Kamerun, namun tidak ada penuturnya lagi. Saat ini bahasa Njerep telah digantikan oleh Mambila dengan dialek yang berbeda. Di tahun 2007, hanya ada empat orang penutur yang masih dapat menggunakan bahasa Njerep, dan keempat orang tersebut sudah berusia lanjut, sehingga dalam beberapa saat bahasa ini kemungkinan besar akan punah.

Culture | opinion
Foto : Ist.

Terdapat sekurangnya puluhan bahasa di dunia yang kini sudah tidak lagi digunakan, baik karena tergantikan oleh bahasa baru, maupun bahasa yang sudah tidak memiliki penutur asli. Hal ini tentu harus menjadi perhatian kita semua untuk mulai melestarikan bahasa-bahasa daerah agar anak cucu kita dapat mempelajarinya dan masih dapat menggunakannya.

Post your comments on Facebook