Mengunjungi museum sudah bukan menjadi kegiatan dalam daftar utama sebagian besar keluarga di Indonesia ketika liburan bersama anak. Ada banyak faktor yang mempengaruhi hal ini, salah satunya adalah citra museum yang identik dengan aura membosankan.

Namun ternyata, hal ini tidak berlaku di beberapa negara dunia yang faktanya malah menjadikan museum sebagai wahana terbaik untuk mengasah daya pikir dan kemampuan anak. Suasana dalam museum pun dibuat jauh dari kesan membosankan dan tetap nyaman. Seperti dilansir dari Oyster, berikut ini adalah 5 museum terbaik dunia bagi anak.

Culture | art
Foto : Ist

1. Le Musee des Enfants, Brussel – Belgia

Salah satu museum yang terletak di ibu kota Belgia ini dibangun atas dasar filosofi penjelajahan, belajar, dan bermain melalui aktivitas yang menyenangkan meskipun tak melibatkan teknologi canggih, seperti yang ada di komputer maupun smartphone. Tak heran jika akhirnya museum ini menjadi pilihan para orang tua karena memiliki banyak ruang interaktif yang bisa membuat anak sibuk dengan ragam pengetahuan di dalamnya.

2. Royal Tyrrell Museum of Palaeontology, Alberta – Kanada

Culture | art
Foto : Ist

Museum Royal Tyrrell menyimpan lebih dari 13 ribu fosil hewan prasejarah yang sebagian besar ditemukan di sekitar Alberta. Tentunya ini bukan menjadi hal yang mengherankan, karena Kanada memang dikenal oleh para ahli fosil sebagai kawasan yang kaya akan fosil zaman prasejarah. Di tempat ini, anak-anak akan disuguhkan wujud hewan purba yang berusia nyaris 4 juta tahun lalu.

3. Muzej Iluzija, Zagreb – Kroasia

Anak-anak bisa bermain dengan banyak ragam ilusi optik di Muzej Iluzija yang secara harfiah berarti museum ilusi ini. Para ahli percaya, jika orang tua membawa anak-anak ke museum ini, maka tingkat kepercayaan diri dan kemampuan mereka untuk memutuskan sesuatu pun akan meningkat.

4. CosmoCaixa, Barcelona – Spanyol

Museum pengetahuan di Barcelona yang sempat direnovasi selama hampir enam tahun ini akhirnya kembali dibuka pada tahun 2004 lalu dengan tampilan yang baru. CosmoCaixa memiliki delapan ruang permanen yang sebagian besar temanya berkaitan dengan kultur tentang kesinambungan alam.

5. Junibacken, Stockholm – Swedia

Berbeda dengan kebanyakan museum lain yang umumnya fokus pada ilmu pengetahuan dan permainan, Junibacken justru memilih aktivitas membaca sebagai daya tariknya. Alasannya cukup sederhanya, agar para pengunjung mengenal kegiatan membaca terlebih dahulu sebelum hal-hal lain yang berkaitan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti komputer, gawai, permainan digital, dan lain sebagainya.

Menarik bukan? Jadi, tunggu apalagi. Segera ajak anak berwisata ke museum untuk menambah wawasan dan kemampuannya dalam menyerap segala pengetahuan yang ada di dunia.

Post your comments on Facebook