Terapi psikologis tidak selalu berhubungan dengan hal-hal yang serius, menegangkan dan membosankan. Berbagai metode pun sekarang dikembangkan agar terapi tidak monoton. Salah satunya, yaitu art therapy yang mulai banyak dipakai dalam bidang konseling psikologis.

 

Berbeda dengan metode konseling pada umumnya yang menekankan pada kata-kata, art therapy lebih fokus pada kreativitas dan ekspresi individu. Nah biar tidak penasaran, kita intip yuk fakta tentang art therapy berikut ini!

1. Apa sih art therapy itu?

Art Therapy
Foto: Ist

Dilansir dari laman Psychology Today, bahwa art therapy adalah metode terapi yang melibatkan penggunaan teknik kreatif, seperti menggambar, membuat kolase, melukis, mewarnai hingga memahat.

Kegiatan kreatif tersebut bertujuan untuk membantu seseorang mengekspresikan diri dan memeriksa kondisi psikologis melalui karya seni yang dibuat. Kemudian terapis nantinya akan memecahkan kode, simbol, metafora dan pesan non verbal yang tertuang dalam karya seni tersebut. Art therapy disinyalir membuat pasien terapi lebih memahami emosi dan perasaan terdalam mereka.

2. Kapan art therapy diterapkan?

Art Therapy
Foto: Ist

Tidak semua orang dapat mengungkapkan emosinya, untuk itulah art therapy diciptakan yaitu untuk membantu meluapkan emosi serta apa yang sedang dirasakan melalui kegiatan seni. Selain itu, art therapy juga bermanfaat untuk menghilangkan stres, menurunkan gejala kecemasan, dan depresi hingga meningkatkan kepercayaan diri.

3.  Bagaimana art therapy bekerja?

Art Therapy
Foto: Ist

Art therapy dapat dilakukan secara individu, berpasangan atau berkelompok. Metode ini dapat dilakukan dalam konseling pribadi, rumah sakit, atau pusat kesehatan. Dalam metode ini nantinya akan ditemukan hubungan antara karya seni yang dibuat dengan kondisi psikologis pasien.

Karya seni yang dibuat digunakan untuk membangkitkan kembali ingatan dan menceritakan kisah-kisah yang dapat mengungkapkan pesan, serta pikiran alam bawah sadar pasien, ungkap laman Psychology Today.

4. Bagaimana terapis menilai karya seni pasien?

Art Therapy
Foto: Ist

Tahapan dalam metode terapi ini diawali dengan sesi pertama, yaitu percakapan antara terapis dan pasien, kemudian dilanjutkan dengan memilih karya seni yang akan dipakai. Ketika pasien sedang membuat karya seni, terapis akan mengamati tanpa membuat penilaian terlebih dahulu.

Setelah selesai membuat karya seni, barulah terapis akan menanyakan seputar proses pembuatan, apakah ada kendala atau kesulitan. Lalu, terapis akan menanyakan mengenai perasaan pasien ketika membuat karya tersebut. Nah, berdasarkan jawaban dari pasienlah, terapis akan menilai mengenai kondisi psikologis pasien.

Art therapy percaya bahwa warna, goresan, bentuk dan tekstur dalam karya seni mempunyai makna yang dapat mengungkapkan emosi dan perasaan terdalam seseorang.

5. Apa saja manfaat art therapy?

Art Therapy
Foto: Ist

Manfaat yang dari art therapy ternyata banyak. Menurut laman Mind, setidaknya ada empat manfaat dari metode ini, pertama adalah memberi waktu dan tempat yang aman bagi seseorang tanpa ada yang menghakimi, kedua membantu memahami diri sendiri dengan baik.

Kemudian manfaat ketiga dari metode ini yaitu membantu menyelesaikan perasaan rumit yang terkadang pasien sendiri tidak mengerti. Dan yang terakhir,  membantu berkomunikasi serta mengungkapkan perasaan atau pengalaman yang sulit diungkapkan pasien.

6. Membantu masalah kesehatan mental

Art Therapy
Foto: Ist

Art therapy tidak hanya membantu menggali emosi dan perasaan terdalam seseorang, metode terapi ini juga dapat menjadi solusi atas masalah kesehatan mental. Hal ini karena dengan art therapy pasien dapat mengungkapkan perasaan, pengalaman sulit bahkan trauma, tanpa perlu membicarakannya secara langsung. Karena terkadang bagi seseorang, membicarakan pengalaman traumatis dapat membuat luka lama terkenang kembali.

Bagaimana menarik bukan? bagi kamu yang mempunyai masalah yang berhubungan dengan psikologis atau yang cenderung sulit untuk meluapkan emosi dan perasaan terdalam dapat mencoba metode art therapy ini. Semoga bermanfaat.

Post your comments on Facebook