Tak bisa dipungkiri, jika orang zaman sekarang tak bisa jauh dari yang namanya julid. Selalu ada saja bahan untuk nyinyir atau bahkan kepo dan suka ikut campur hidup orang lain. Seolah-olah dirinya tak punya dosa sedikit pun dan paling benar maha sempurna. Miris banget, ya?

 

Perlu kamu ketahui, nyinyir ataupun bergosip merupakan suatu tindakan yang tidak berguna sama sekali. Selain membuang waktu, nyinyir juga sudah pasti menambah dosa. Jadi, inilah alasan penting mengapa kamu harus cepat-cepat berhenti jadi tukang nyinyir.

1. Nyinyir itu tidak berguna, karena hanya membuang waktu dan energimu

Nyinyir
Foto: Ist

Sekarang coba kamu pikir, apa sih manfaat buat kamu saat sedang membicarakan hidup orang lain, nyinyirin teman, atau bahkan gosipin tetangga? Nggak ada sama sekali kan? Kamu justru sudah membuang banyak waktu dan energi. Pahamilah, nyebarin aib orang itu bukan suatu prestasi membanggakan. Apalagi, kamu sendiri punya aib, kan? Nggak ada satu pun orang di dunia ini yang sempurna! Jadi, daripada sibuk nyinyir mending pikirin kegiatan lain yang jauh lebih positif.

2. Kamu bakal dikenal sebagai biang gosip yang sulit dipercaya

Nyinyir
Foto: Ist

Kebiasaan nyinyir secara tidak langsung memberikan dampak negatif terhadap reputasimu. Kamu bakal dikenal sebagai biang gosip sehingga orang lain pun jadi malas untuk cerita apapun padamu. Pasalnya, mereka tahu kalau mulutmu terlalu gampang mengumbar rahasia orang lain.

3. Nyinyir itu meracuni pikiran dan hati, membuat hidup jadi tidak tenang

Nyinyir
Foto: Ist

Selain berdampak pada reputasi pribadimu, hobi nyinyir berlebihan juga bisa meracuni hidupmu. Pikiranmu bakalan dipenuhi oleh hal-hal negatif, perbuatanmu selalu mengarah pada sifat iri dengki, dan hatimu selalu gelisah. Oh, tentu saja kamu juga akan berubah menjadi orang yang gampang meremehkan orang lain. Bahkan, tak jarang kamu akan menganggap beberapa orang sebagai ‘musuh’ untukmu. Percayalah, sikap yang demikian itu harus diubah total!

4. Nyinyir bisa berubah menjadi penyakit dengki

Nyinyir
Foto: Ist

Jika kamu suka nyinyirin kehidupan orang lain, maka sudah bisa dipasatikan kalau kamu tuh memang pendengki alias suka iri dengan pencapaian orang lain. Ada orang berbagi kebahagiaan malah dibilang pamer, ada teman susah malah diomongin kemana-mana dengan ngakunya kasihan, padahal senang. Hayo, apakah kamu sering seperti itu?

Please, hati-hati ya karena dengki itu penyakit! Kalau tidak segera kamu hentikan, maka lama-kelamaan akan mengganggu kesehatan mentalmu. Para ahli mengatakan, pikiran negatif merangsang otak untuk mengeluarkan hormon ‘racun’ yang dapat memicu kerusakan jaringan dalam tubuh. Ngeri banget!

5. Nyinyir nggak nambahin ilmu, tapi justru nambah dosa

Nyinyir
Foto: Ist

Tak peduli berapa lama waktu yang kamu habiskan untuk membicarakan orang lain, percayalah tak ada sedikit pun ilmu yang bisa kamu peroleh dari kegiatan buruk tersebut. Justru, dosamu akan semakin menumpuk. Apalagi, tak sedikit pakar agama yang berpendapat bahwa dosa ghibah atau nyinyirin orang hanya bisa diampuni dengan meminta maaf ke orang yang bersangkutan. Nah, lho!

6. Stop julid dan bongkar aib sana-sini! Ingat ya, orang lain juga punya mulut

Nyinyir
Foto: Ist

Sebelum kamu nyinyirin orang lain dan bongkar aib mereka, kamu wajib paham juga kalau bukan hanya kamu yang punya mulut. Orang lain juga punya mulut dan tidak menutup kemungkinan mereka bisa membuka aib tentangmu.

Jangan sekali pun merasa jadi sok paling benar. Jika kamu ingin diperlakukan baik, maka berbuatlah baik ke orang lain. Cobalah untuk bahagia tanpa harus menyakiti siapapun di dunia ini.

7. Karma itu berlaku

Nyinyir
Foto: Ist

Ingat ya, Tuhan tak pernah tidur! Apa yang telah kamu lakukan, maka itu yang akan kamu dapatkan. Oleh karena itu, jangan suka nyinyirin hidup orang lain, membicarakan kekurangannya, apalagi sampai menghina fisiknya. Karma itu nyata dan berlaku. Jadi, jaga bak-baik lidahmu.

Sekarang kamu sudah semakin paham kan apa saja efek buruk dari kebiasaan nyinyir? Jadi, apakah kamu masih mau repot dengan urusan orang lain? Yuk, jadi lebih baik lagi mulai dari sekarang ketimbang menghabiskan waktu dengan bergosip, lebih baik intropeksi diri sendiri agar tidak menambah dosa.

Post your comments on Facebook