Untuk Anda para penikmat buku, baik sastra, nvel populer, autobiografi, dan esai, pasti membuat Anda memiliki ketertarikan lebih dengan dunia kepenulisan, dan penerbitan.

Terutana novel-novel yang menjadi nominasi 5 besar dari Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta. Karena isi dari novel tersebut membawa pesan yang kuat dalam kehidupan yang diangkat dari kegelisahan masyarakat yang ada pada waktu itu.

Bahkan, tulisan-tulisan dari sastrawan yang menjadai ‘guru’ dalam kepenulisan millennia saat ini juga mendapatkan apresiasi baik pada masanya. Seperti, Ahmad Tohari, Pramoedya Ananta Toer pernah menjadi pemenang dalam sayembara tersebut.

Juara satu dari Sayembara DKJ 2016 adalah Semua Ikan di Langit, karya Ziggy. Penulis membawa pesan positif untuk perubahan, dan mengajak masyarakat untuk berfikir positif adalah dibalik semua novel-novel di DKJ.
Berikut ini adalah Novel-novel yang pernah menjadi nominasi di ajang Sayembara Dewan Kesenian Jakarta dan Khatulistiwa Literary Award.

1. Tanah Abu

7 Novel Indonesia yang Pernah Masuk di Penghargaan Kesusastraan Indonesia, Wajib Anda Baca

Indonesia luas, iya. Semua di antara kita pasti tahu akan hal tersebut, Indonesia tidak hanya terdiri dari Jawa. Namun, banyak sekali daerah terluar Indonesia yang terlupakan seperti kehidupan saudara-saudara kita di Papua. Dalam novel ini, Anindita S. Thayf menulis kehidupan sosial politik yang terjadi di Papua saat itu. Emas yang menggunung, mencekung ke dalam. Dan siapa yang menerima kekayaan alam itu, apakah masyarakat Papua?
Selain menjadi pemenang Sayembara Novel DKJ tahun 2008, novel ini sudah diterjemahkan dalam bahasa Inggris dengan judul Daughters of Papua yang dialih terjemahkan oleh Stefani Irawan. Tahun 2015 lalu novel ini ikut ke dalam Frankfrut Book Fair. Ketika Indonesia menjadi tamu kehormatan.

2. Napas Mayat

7 Novel Indonesia yang Pernah Masuk di Penghargaan Kesusastraan Indonesia, Wajib Anda Baca

Ditulis oleh Bagus Dwi Hananto, Napas Mayat mendapat juara ke-3 di ajang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2014, selain karena alur dan gaya bahasa yang mudah dicerna membuat novel ini sangat bagus untuk dibaca. Jadi, tunggu apalagi?

3. 24 Jam Bersama Gaspar: Sebuah Cerita Detektif

7 Novel Indonesia yang Pernah Masuk di Penghargaan Kesusastraan Indonesia, Wajib Anda Baca

Novel yang ditulis oleh Sabda Arman Dio, yang juga penulis novel Kamu: Cerita yang tak perlu dipercaya ini mendapat hadiah unggulan, karena 24 Jam Bersama Gaspar masuk dalam lima besar Sayembara Novel DKJ 2016. Tentu, kisah yang ditulis Sabda ini, akan membuat Anda penasaran, seperti apa kesan yang coba ditinggalkan kali ini?

4. Pulang

7 Novel Indonesia yang Pernah Masuk di Penghargaan Kesusastraan Indonesia, Wajib Anda Baca

Tulisan dari Leila S. Chudori ini berangkat dari jurnalis, beliau yang menulis untuk menyuarakan ketidakadilan. Di novel yang masuk dalam Anugrah Khatulistiwa Literary Award 2013 ini menceritakan orang-orang yang dicap sebagai komunis karena melawan pemerintah. Ada beberapa di antara mereka yang aktif menyuarakan suara rakyat yang kemudian dianggap berbahaya dan dikirim ke Belanda dengan alasan untuk belajar.
Novel ini cocok untuk dijadikan acuan untuk melihat Indonesia sekarang. Masihkah Indonesia seperti era dulu, ketika kebebasan berpikir untuk kepentingan rakyat dibungkam?

5. Tanah Surga Merah

7 Novel Indonesia yang Pernah Masuk di Penghargaan Kesusastraan Indonesia, Wajib Anda Baca

Politik dan kerakusan menjadi hal-hal yang tidak pernah terlepas. Novel ini menceritakan politik yang ada setelah GAM redup setelah bencana besar Tsunami. Kemudian, tokoh Murad hadir untuk merubah segalanya. Di sini intrik politik dan sosial dikupas hingga kulitnya. Buku yang sangat bagus untuk dibaca. Karya Arafat Nur yang satu ini pun menjadi pemenang unggulan DKJ 2016.

6. Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi

7 Novel Indonesia yang Pernah Masuk di Penghargaan Kesusastraan Indonesia, Wajib Anda Baca

Meskipun novel ini diterbitkan dengan indie, para dewan juri Khatulistiwa Literay Award menganugrahi karya Yusi Avianto Pareanom ini sebagai pemenang Khatulistiwa Literary Award 2016. Pesan yang segar tentang sosial, budaya, dan politik kehidupan, menjadikan novel ini sangat bagus untuk dibaca, sebagai acuan berpikir mau dibawa ke mana kehidupan yang berkeadilan itu?

7. Maryam

7 Novel Indonesia yang Pernah Masuk di Penghargaan Kesusastraan Indonesia, Wajib Anda Baca

Di balik kekokohan karakter Maryam, Anda akan menemukan kegetiran. Novel tulisan penulis asal Magetan ini, Okky Madasari, berhasil menerima anugrah Khatulistiwa Literary Award 2012.
Novel ini menceritakan satu golongan agama yang pada waktu itu dikucilkan karena dianggap sesat. Setelah membaca buku ini, Anda akan mengetahui, apa sebenarnya kesesatan itu sebenarnya? Padahal, dalam agama kita disebutkan bahwa kita wajib menghargai agama dan kepercayaan orang lain. Namun, terdapat ormas yang pada waktu itu semena-mena menendang Ibu hamil, dan anak-anak yang mengaku membela Tuhan, dan agama.
Okky Madasari melalui Maryam, mengolah cinta dari sudut berbeda yang akan membuat kamu menelaah. Apa sebenarnya yang dicari manusia dalam kehidupan? Apa rasa saling membunuh yang ada ketika bertemu dengan yang tidak seprinsip dalam kehidupan?

Dan itulah 7 novel yang masuk dalam nominasi sayembara kepenulisan. Novel mana saja yang sudah sempat Anda baca dan menjadi favorit Anda?

Post your comments on Facebook