Pernikahan adalah suatu acara yang sakral, terlebih jika memakai adat dari suatu daerah tertentu, tidak hanya mengenai tata cara adatnya yang kental. Namun, riasan pada pengantinnya pun ternyata sarat akan makna, doa dan harapan.

Salah satunya adalah, riasan pengantin adat Jawa yaitu paes pengantin Jawa Solo. Dalam riasan pengantin, paes adalah riasan berupa lekukan hitam di bagian dahi yang dibuat seolah-olah menyatu dengan rambut yang tersanggul. Tidak semuanya berwarna hitam, ada juga beberapa yang berwarna hijau atau bahkan ada yang bertabur emas.

Tidak sekadar riasan, setiap lekukan pada paes ini sarat akan doa dan makna bagi sang pengantin. Lalu, apa saja makna dari riasan paes wajah dan kepala pada pengantin Jawa Solo? Simak ulasannya berikut ini.

1. Gajahan

Rias Pengantin Jawa Solo
Foto: Ist

Paes yang berupa lekukan paling lebar di bagian tengah yang menyerupai huruf U di dahi ini disebut gajahan. Bentuknya yang besar bermakna, harapan kalau seorang wanita akan dihormati dan ditinggikan derajatnya setelah menikah.

2. Pengapit

Rias Pengantin Jawa Solo
Foto: Ist

Lekukan yang lebih runcing di samping kanan dan kiri gajahan disebut pengapit. Bentuk pengapit ini diibaratkan sebagai pengendali gajahan, agar dapat berjalan lurus ke depan. Meskipun dalam berumah tangga nantinya akan banyak rintangan yang menghadang,  namun akan terus berjalan lurus sesuai tujuan.

3. Penitis

Rias Pengantin Jawa Solo
Foto: Ist

Lekukan selanjutnya yang terdapat pada paes Jawa Solo yaitu penitis. Lekukan yang tidak runcing di samping pengapit ini bermakna, bahwa segala sesuatu harus mempunyai tujuan dan dilakukan secara efektif. Termasuk dalam urusan mengelola anggaran rumah tangga.

4. Godheg

Rias Pengantin Jawa Solo
Foto: Ist

Lekukan terakhir yang berada di samping telinga ini disebut godheg, yang melambangkan kebijaksanaan. Calon pengantin diharapkan dapat berlaku bijaksana dan selalu intropeksi diri setelah menikah.

Jangan sampai selalu terjadi pertengkaran dengan pasangan hanya karena hal sepele,  kebijaksanaan akan membuat kehidupan rumah tangga menjadi adem ayem.

5. Chitak

Rias Pengantin Jawa Solo
Foto: Ist

Selain riasan berupa lekukan di dahi, pengantin yang mengusung riasan paes pengantin Jawa Solo juga akan diberi hiasan berupa chitak. Hiasan kecil berbentuk belah ketupat yang letaknya di tengah dahi dan diantara alis. Chitak ini bermakna bahwa seorang pengantin diharapkan dapat fokus dan setia pada tugasnya sebagai istri.

6. Alis menjangan

Rias Pengantin Jawa Solo
Foto: Ist

Riasan selanjutnya yaitu riasan pada alis, pada pengantin Jawa Solo riasan alis dibuat bercabang menyerupai tanduk rusa atau kalau di Jawa disebut menjangan. Harapan dan doa yang tersirat dari bentuk alis tersebut adalah, wanita yang sudah menikah harus memiliki sifat seperti rusa yaitu, cerdik, cerdas dan anggun.

7. Sanggul bokor mengkurep

Rias Pengantin Jawa Solo
Foto: Ist

Untuk hiasan pada rambut, pengantin Jawa memakai sanggul yang diberi nama sanggul bokor mengkurep. Beberapa pengantin ada yang juga dilengkapi dengan rajutan bunga melati untuk menghiasi sanggul tersebut.

Pada bagian ini, doa dan harapan yang tersirat yaitu agar seorang wanita yang sudah menikah dapat mandiri dan selalu bersyukur atas anugerah Sang Pencipta.

8. Chunduk mentul

Rias Pengantin Jawa Solo
Foto: Ist

Hiasan ini yaitu berupa tusuk emas yang berjumlah ganjil, sekitar 5-9 yang dipasang dibagian belakang kepala pengantin Jawa. Cundhuk mentul ini melambangkan pernikahan yang selalu disinari cahaya matahari, sehingga harapan dan doanya agar kehidupan pernikahan selalu terang dan bersinar.

Nah, jadi tidak hanya sekadar riasan untuk mempercantik wajah lho, semua bagian dari riasan paes pengantin Jawa Solo sarat akan makna, doa dan harapan untuk calon pengantin. Semoga bermanfaat.

Post your comments on Facebook