Tidak terasa, telah 10 tahun penyanyi Afgan berkarir di dunia musik. Lagu “Sadis” yang dirilis pada tahun 2008 hingga kini masih menjadi salah satu lagu ikonik bagi generasi milenial. Untuk mewujudkan rasa terima kasih bagi pihak-pihak yang telah mendukung karirnya selama ini, kemarin di KFC Kemang, Jakarta Selatan, Afgan meluncurkan album barunya yang bertajuk Dekade. Album tersebut menurut Afgan merupakan rangkuman perjalanan karirnya selama 10 tahun.

Culture | event
Foto : Ist.

Dekade memuat 14 lagu, di antaranya tujuh lagu lama, tiga lagu remake dan empat lagu baru. Tiga lagu remake-nya adalah “Bukan Cinta Biasa”, “Bawalah Cintaku” dan tentu saja “Sadis”. Bagi Afgan, tiga lagu tersebutlah yang membuatnya dikenal publik dan semoga dengan aransemen dan sound yang lebih kekinian, para penggemar dapat menikmati lagu-lagu tersebut dari sisi yang lebih fresh. Untuk empat lagu barunya, Afgan ingin menunjukan kegemarannya pada beat R&B ’90-an.

Culture | Music
Foto: Wanita.me

Sebagai lagu pembuka, “Love Again” langsung menyuguhkan nuansa R&B ’90-an. Perpaduan lirik berbahasa Indonesia dan Inggris membuatnya terasa fresh dan kekinian. Lagu ini diaransemen oleh Tatsuro Miller, seorang DJ asal Malaysia yang juga turut mengaransemen sebuah lagu di album terbaru Maudy Ayunda. “Love Again” kemudian dilanjutkan dengan “Sudah” yang diproduseri oleh Marco Steffiano, yang dikenal sebagai drummer band indie Barasuara. Track kedua tersebut merupakan lagu power ballad yang menjadi ciri khas Afgan.

Culture | Music
Foto: Ist

Beberapa kolaborasi spesial dilakukan Afgan untuk album Dekade ini. Pada lagu “Heaven”, Afgan berkolaborasi dengan Isyana Sarasvati dan Rendy Pandugo. Melalui rilis persnya, “Heaven” dikisahkan sebagai lagu ‘kebetulan’. Sesi workshop antara Afgan dan Rendy yang tidak optimal pada akhirnya melibatkan Isyana. Dalam waktu setengah jam, “Heaven” pun lahir dari kolaborasi mereka dengan mengusung konsep simple dan easy listening.

Culture | event
Foto : Wanita.me

Kolaborasi spesial lainnya adalah pada lagu “Bawalah Cintaku” yang melibatkan salah satu diva asal Malaysia, Sheila Majid. Lagu lawas karya Bebi Romeo ini terdengar begitu megah diiringi musik aransemen Andi Rianto. Alunan piano, strings dan woodwinds yang mengiringi vokal khas Sheila dan Afgan membuat lagu ini terdengar seperti lagu baru. Selama ini Afgan memang mengakui bahwa dirinya adalah fans berat Sheila. Begitupun sebaliknya, dalam hampir setiap konser Afgan di Malaysia, Sheila selalu tampak hadir menonton.

Culture | event
Foto : Wanita.me

Sepuluh tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menguji kualitas Afgan sebagai seorang penyanyi. Dalam rilis persnya, Afgan mengungkapkan bahwa hingga kini dia masih memiliki rasa takut dan kurang percaya diri. Walaupun demikian, dari sisi musikalitas, Afgan kini telah memiliki style tersendiri yang diakui oleh khalayak pecinta musik Indonesia. Serangkaian Vlog telah disiapkan Afgan yang memuat behind the scene proses pembuatan album Dekade. Vlog tersebut dapat diakses pada akun YouTube Trinity Optima Production. CD Dekade didistribusikan secara eksklusif melalui gerai KFC se-Indonesia.

Post your comments on Facebook