Komite Buku Nasional (KBN) baru-baru ini mengumumkan lima ajang pameran buku internasional yang akan diikuti oleh Indonesia. Seperti biasanya, buku-buku dari berbagai penerbit Indonesia akan dipamerkan pada ajang tersebut yang sebelumnya akan diseleksi terlebih dahulu oleh KBN. Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, diketahui bahwa beberapa novel karya penulis Indonesia cukup diminati pasar internasional, seperti Cantik Itu Luka dan Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan, Saman karya Ayu Utami dan Pulang karya Leila S. Chudori. Bahkan, novel Pulang telah diterjemahkan ke bahasa Perancis, Belanda dan Jerman.

Tim KBN bersama kurator independen yang menyeleksi buku-buku yang akan dipamerkan setiap tahunnya membawa 150 hingga 200 judul buku ke pameran buku internasional. Berikut adalah lima ajang pameran buku internasional yang akan diikuti oleh Indonesia:

Bologna Children’s Book Fair (26-29 Maret 2018)

Sejak tahun 2015, Indonesia secara konsisten mengikuti pameran ini. Tahun lalu, Indonesia sukses menjadi peserta Bologna Children’s Book Fair. Beberapa negara menawarkan kerjasama budaya dan bisnis kepada Indonesia di ajang ini. Salah satunya datang dari negara tuan rumah, Italia, yang memberikan slot ilustrasi karya anak bangsa untuk ditempatkan di bagian terdepan venue acara untuk tahun ini. Tawaran lain datang dari Cina yang meminta Indonesia mengirimkan buku-buku kuliner dan para penulisnya ke Beijing Book Fair. Inggris juga menawarkan Indonesia dapat hadir pada sesi Market Focus di London Book Fair 2019.

Culture | Books
Foto: Ist

Bologna Children’s Book Fair adalah salah satu ajang pameran buku internasional yang cukup ternama di dunia. Tahun ini menandakan 55 tahun pelaksanaannya. Event ini dibuat secara khusus untuk mempertemukan para pelaku bisnis dan pegiat literasi buku anak-anak sedunia untuk memperkuat jaringan dan saling bertukar informasi mengenai tren terkini. Melalui website resminya, diinformasikan kurang lebih sebanyak 1.200 eksibitor yang akan mengikuti ajang Bologna Children’s Book Fair 2018.

London Book Fair (10-12 April 2018)

Pada tahun 2017, Indonesia memamerkan sekitar 200 judul buku di ajang ini. Beberapa penulis dan pegiat buku Indonesia turut menjadi narasumber dan panelis diskusi pada sesi khusus yang menjadi rangkaian acara London Book Fair 2017. Irfan Amali, seorang pegiat industri digital Indonesia, menjadi narasumber dalam sesi Insight Program dan mempresentasikan tema Digital Nation: Beyond Book in Indonesia. Selain itu, Haidar Bagir, penulis buku Islam, the Faith of Love and Happiness menjadi salah satu panelis dalam sesi diskusi Publishing for Muslims.

Culture | Books
Foto: Ist

London Book Fair tahun ini tidak hanya mencakup tentang bisnis buku dan penerbitan. Ajang kali ini akan melibatkan peserta dari industri audio, televisi, film dan media digital karena dalam perkembangannya, buku-buku telah merambah sektor-sektor tersebut, seperti e-book, audio book dan adaptasi novel serta karya sastra lainnya ke dalam serial televisi dan film. Diharapkan melalui keragaman latar belakang pesertanya, berbagai kemungkinan eksplorasi dunia penerbitan buku dapat terus berkembang. Setiap tahunnya, kurang lebih 25.000 penerbit profesional dari seluruh dunia turut serta dalam ajang ini.

Beijing Book Fair (22-26 Agustus 2018)

Tahun lalu, Ketua KBN Laura Prinsloo mendapat kehormatan memberikan sambutan dalam ajang pameran buku internasional ini. Dalam sambutannya yang diberi judul Seeing Diversity and the Common Roots of Culture of Indonesia and China, Laura memaparkan keragaman dan saling-silang budaya antara Indonesia dengan Tiongkok. Indonesia sempat mengadakan sesi Happy Hour di stan pamerannya untuk merangkul dan berdiskusi dengan para penulis, penerbit serta literary agent internasional.

Culture | Books
Foto: Ist

Dilansir melalui situs resminya, Beijing Book Fair kali ini akan dibagi menjadi beberapa area, yaitu area buku anak dan komik, area industri buku dan penerbitan, area penerbit buku dan koran serta area bisnis dan perlindungan hak cipta. Selain itu, juga disediakan area perpustakaan dan membaca bagi pengunjung yang ingin bersantai dan beristirahat.

Frankfurt Book Fair (10-14 Oktober 2018)

Indonesia memboyong sekitar 300 judul buku pada Frankfurt Book Fair 2017. Ajang ini merupakan salah satu ajang pameran buku internasional yang sangat menyambut buku-buku Indonesia. Tahun lalu, setidaknya 18 hak cipta judul buku terjual di ajang ini. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Perancis, Belanda, Swedia, Norwegia, Turki, Lebanon, Uni Emirat Arab, India, Bangladesh, Jepang, China, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Australia dan Selandia Baru merupakan pengunjung setia booth Indonesia setiap tahunnya.

Culture | Books
Foto: Ist

Dibandingkan pameran-pameran buku internasional lainnya, Frankfurt Book Fair tercatat sebagai pameran buku internasional yang paling diminati pengunjung umum dan tidak secara spesifik hanya pelaku bisnis industri buku dan penerbitan. Sesi-sesi acaranya mencakup diskusi, peluncuran buku baru hingga pelatihan bagi penerbit-penerbit kecil yang diundang secara gratis. Penerbit Marjin Kiri adalah perwakilan dari Indonesia yang telah tiga kali mendapatkan undangan tersebut.

Sharjah International Book Fair (31 Oktober – 10 November 2018)

Indonesia berhasil menjual 37 judul buku di ajang Sharjah International Book Fair tahun lalu. Pakistan dan Bangladesh tercatat sebagai pembeli utamanya. Tercatat 25 buku dari seri Halo Balita yang diterbitkan oleh Pelangi Mizan dibeli oleh penerbit Myurpankhi asal Bangladesh serta tiga judul buku anak muslim dan enam judul serial Islamic Princess dari penerbit DAR Mizan dibeli oleh penerbit Children Publication Pakistan. Selain itu, tiga judul buku bergambar penerbit DAR Mizan dibeli oleh penerbit Pustaka Nasional dari Singapura.

Culture | Books
Foto: Ist

Sharjah merupakan salah satu kota terpadat di Uni Emirat Arab. Dilansir melalui situs Departemen Kebudayaan Sharjah, tujuan pelaksanaan ajang pameran buku internasional ini adalah untuk meningkatkan minat baca di kalangan muda dan menyediakan buku-buku berkualitas dengan harga terjangkau. Salah satu misi Indonesia di ajang ini adalah memperkenalkan khasanah budaya nasional ke Timur Tengah. Harapannya, berbagai buku dari Indonesia dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Arab melalui program-program kerjasama yang dimediasi ajang ini.

Post your comments on Facebook