Film superhero merupakan film yang paling disukai oleh anak-anak, terutama oleh anak usia balita. Terbukti dengan membanjirnya penonton di bioskop-bioskop dari kalangan anak-anak pada pemutaran film Spider-Man : Homecoming. Begitu banyak anak-anak yang suka menirukan tokoh superhero idola mereka seperti Spider-Man, Captain America, Batman dan lain sebagainya. Sebab sebagian para orang tua berpikiran bahwa menonton film superhero akan mampu membantu menanamkan pola pikir bagi anak untuk suka menolong orang lain.
Namun sebuah penelitian terbaru yang tercantum dalam Jounal of Abnormal Child Psychology yang menyangkut masalah perilaku anak menyatakan hal yang mengejutkan, bahwa ternyata anak yang mengidolakan superhero malah menjadi agresif. Buku tersebut ditulis oleh seorang psikolog Sarah M, Coyne yang melakukan riset wawancara pada 200-an respondennya. Penelitian ini sudah pernah dimuat dalam tabloid NOVA 1517/XXX/20-26 Maret 2017.
Lalu bagaimana sebaiknya peran orangtua menyikapi anak yang mengidolakan superhero dalam keseharian mereka agar tidak terjebak dalam perilaku yang agresif?

Culture | opinion
Foto : Ist

Mari kita simak beberapa poin yang mungkin dapat diaplikasikan dirumah:

  • Komunikasikan kembali konsep superhero yang mereka tonton seusai film selesai diputar. Hal ini berguna sebagai tolak ukur bagi orang tua sejauh mana pemahaman anak soal “orang baik dan orang jahat”. Berdasarkan jawaban yang diberikan anak, orang tua bisa menjelaskan perbedaan konsep tersebut dalam dunia nyata dan dunia fantasi.
  • Berikan aturan yang jelas ketika anak bermain meniru tokoh superhero mereka. Kecenderungan yang lebih besar mengidolakan superhero adalah anak laki-laki. Makanya tak heran mereka terkadang menjadi agresif, disamping factor hormon testoteron.
  • Mendampingi anak saat bermain memainkan tokoh superhero bersama teman-temannya menjadi sangat penting. Arahkan anak mana yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan saat bermain. Karena anak adalah peniru yang hebat, makanya orangtua mesti selalu waspada pada jenis permainan yang melibatkan tokoh superhero. Tidak sedikit korban yang berjatuhan akibat kurangnya pengawasan orang tua ketika anak bermain dengan temannya menirukan tokoh superhero mereka.
culture | opinion
Foto : Ist
  • Bantu anak mengidentifikasikan tokoh superhero ke dalam karakter diri mereka. Banyak juga penelitian yang mengatakan bahwa menonton film superhero bagi anak merupakan kenangan masa kecil yang indah. Tidak sedikit nilai-nilai positif yang mampu di tiru dari aksi superhero dalam filmnya. Aksi menolong yang lemah dan membasmi kejahatan adalah nilai positif yang dapat ditanamkan pada anak. Tetapi dengan kemampuan kognitif anak yang masih sedang bertumbuh, hal tersebut butuh pendampingan orangtua secara aktif.

Perilaku agresif anak bisa jadi dipicu karena menonton film superhero. Tetapi bila poin-poin diatas dilakukan oleh para orangtua secara maksimal, maka efek negatif (perilaku agresif) tersebut tidak akan terjadi bukan?

Post your comments on Facebook