Aspartam merupakan pemanis buatan yang banyak terdapat pada makanan seperti permen dan minuman bersoda. Jenis pemanis buatan ini disusun oleh dua asam amino, yaitu asam aspartat dan fenilalanin. Kedua jenis asam amino ini juga merupakan asam amino yang menghasilkan protein. Sedangkan asam aspartat sendiri merupakan senyawa penghantar pada sistem saraf (neurotransmiter). Aspartam ini ditemukan oleh James Schslatte pada tahun 1965.

  Menurut beberapa penelitian, aspartam sangat bisa mempengaruhi kesehatan ibu dan janin. Ibu mungkin tidak menyadari bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi bisa berbahaya untuk kesehatan. Ada beberapa jenis pemanis buatan yang berbahaya, namun aspartam masih aman untuk dikonsumsi. Pemanis jenis ini mempunyai rasa manis 200 kali dibanding gula dengan nilai kalori 4 kalori/ gram. Dijual di pasaran dengan beberapa nama seperti Tropicana Slim, Diasweet dan Equal.

Beauty | Healthy & fitnes
Foto : Ist

  Mengkonsumsi aspartam dalam jumlah kecil masih cukup aman bagi kesehatan. Namun, ibu hamil tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi lebih dari 1 ons per hari (jumlah maksimal). Saat ini memang sulit untuk menghindari pemanis buatan pada makanan dan minuman. Hampir semua jenis makanan dan minuman mengandung pemanis buatan. Tapi jika mengkonsumsi dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu yang lama akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh.

  Tubuh manusia tidak akan dapat mengenali zat-zat yang terkandung dalam pemanis buatan berbahaya. Jika dibiarkan, hal ini bisa mengganggu proses metabolisme pada tubuh. Lebih aman jika mengkonsumsi bahan pemanis alami yang terdapat pada buah dan sayur daripada mengkonsumsi makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan. Berikut adalah beberapa dampak yang akan timbul jika ibu hamil mengkonsumsi pemanis buatan :

Beauty | Helathy & fitnes
Foto : Ist
  • Membuat morning sickness menjadi lebih parah. Pemanis buatan yang dikonsumsi selama masa kehamilan bisa memperburuk proses perubahan hormon kehamilan. Perubahan hormon ini terjadi karena adanya peningkatan hormon HCG pada trimester pertama. Kandungan aspartam pada makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu hamil dapat menyebabkan gangguan pada lambung. Gangguan lambung ini bisa berupa perut kembung sampai keracunan lambung.
  • Berakibat kecacatan pada janin. Konsumsi pemanis buatan yang berlebihan bisa menyebabkan janin lahir dalam kondisi cacat.
  • Diare. Ibu hamil yang mengkonsumsi pemanis buatan bisa terkena diare. Kekurangan cairan pada ibu hamil tentunya juga akan dapat berakibat buruk janin.

  Bahaya aspartam yang paling tinggi yakni dapat memicu kerusakan pada otak janin. Hal ini dikarenakan tubuh tidak dapat memproses asam amino dan fenilalanin. Wanita yang menderita fenilketonuria juga mempunyai resiko lebih tinggi mengalami komplikasi selama kehamilan dan melahirkan. Oleh sebab itu, ibu hamil penting untuk memperhatikan komposisi makanan dan minuman sebelum mengkonsumsinya.

Post your comments on Facebook