Fashion | designer
Foto : Ist

Sentuhan warna-warna emas nan hangat menjadi tema yang diangkat oleh seorang desainer asal Batam, Kepulauan Riau, Linawati yang membawa label Lina Sukijo. Tema ini sekaligus dijadikan penanda satu dekade kariernya di industri fashion Tanah Air.  Sederet koleksi gaun syar’i glamor yang memikat dipamerkan Lina dalam perhelatan mode terbesar di Asia Tenggara, Jakarta Fashion Week 2019 (JFW2019) pada 20-26 Oktober 2018, di Senayan City, Jakarta.

Fashion | designer
foto : wanita.me

Bagi Lina, koleksi busana-busana syar’i dengan warna emas nan glamor ini menjadi metamorfosa dirinya dalam berkarya di industri mode agar terlihat lebih dinamis dan dewasa. Hal ini jelas terlihat dalam koleksi Madinah Syar’i Premium miliknya yang menampilkan 16 look dalam gelaran JFW2019 hari Senin (22/10) kemarin. Lima di antaranya akan dikenakan oleh muse Erma Cyfa, Yuni Soehandi, Maya Erina Santy, Evie Arif, dan Deanara. Sentuhan glamor pada busana rancangannya kali ini tak hanya menonjolkan nuansa warna emas saja, tapi juga warna-warna hangat, seperti cokelat, merah bata, tembaga, dan biru gelap dengan detail berupa payet, serta swarovski agar tampak semakin mewah.

foto : wanita.me

Bahkan, Lina juga menambahkan aksen-aksen zipper berbagai warna dalam busana rancangannya tersebut untuk menggaet kaum milenial yang berpenampilan syar’i, sehingga tampak lebih modern dan kekinian. Kain yang digunakan pun beragam, di antaranya ceruti, wool, hingga sutra agar tidak terkesan terlalu tebal, tapi juga tidak transparan. Walau terkesan berat dan penuh, tetapi  bentuk potongan dan bahan yang dipilih akan menjadi pakaian yang tetap nyaman dipakai sesuai iklim tropis Indonesia.

Kecintaan Linawati pada dunia fashion telah mengantarnya menjadi salah satu perancang busana yang patut diperhitungan. Ia terinspirasi dari sosok ibunya yang berprofesi sebagai penjahit dan rias pengantin. Wanita kelahiran Tangerang ini memulai kariernya sebagai desainer dan membangun label Lina Sukijo di Batam yang akhirnya merambah hingga Malaysia dan Singapura.

Setelah berjalan sekitar 10 tahun, Lina akhirnya memutuskan untuk hadir secara perdana dalam perhelatan pekan mode terbesar Jakarta Fashion Week 2019 mengangkat tema autumn. Daur hidup dalam perjalanan panjang dari musim semi menuju musim panas yang kemudian memasuki musim gugur, hingga berakhir di musim dingin layaknya metamorfosis manusia. Bagi Lina, autumn merupakan masa di mana manusia telah berubah menjadi dewasa, menggugurkan karakter remaja yang dinamis. Masa ini pula yang menjadi pertanda, bahwa manusia telah berkembang untuk berpikir secara logis yang membawanya pada masa keemasan.

Post your comments on Facebook