Tahukah mengapa pada hari-hari pertama puasa perut kita ‘agak’ terasa terkejut? Apalagi bagi kita yang kurang terbiasa menjalani puasa sunnah. Sekitar pukul 12 siang sampai pukul 18 sore, tubuh akan terasa lemas. Justru sebenarnya kita mesti bersyukur, karena itu tandanya tubuh secara otomatis akan memulai satu proses yang sangat bermanfaat untuk tubuh kita, nama proses itu adalah autolisis.

Beauty | healthy & fitnes
Foto : Ist

Lalu bagaimana korelasi antara aktivitas berpuasa yang mampu mengaktifkan sistem autolisis dan membuat tubuh kembali pada kondisi normal? Berikut ini, Wanita.me akan mengulasnya khusus untuk Anda.

Menurut para ahli yang dirangkum dari berbagai sumber, autolisis merupakan proses penghancuran sel yang dilakukan oleh enzim dari dalam sel itu sendiri dan berujung pada kematian sel. Secara sederhana, autolisis adalah sistem automatisasi dalam tubuh yang memformat ulang kondisi tubuh kepada kondisi ideal.

Pada awal prosesnya, terjadi disorganisasi sistem membran (membran sitoplasma dan organel lainnya), sehingga enzim dapat melakukan kontak dengan organel lainnya dan menghancurkannya. Lalu enzim proteolitik akan menghancurkan protein dan menghasilkan peptida dan asam amino. Selanjutnya enzim nuklease yang akan menghancurkan DNA dan RNA menghasilkan nukleotida ataupun nukleosida. Kemudian enzim glukanase akan menghancurkan komponen dinding sel seperti glukan dan manoprotein, yang menyebabkan dinding sel menjadi berpori. Maka autolisat (hasil penghacuran organel) akan keluar menembus dinding sel ke lingkungan. Terakhir, proses degradasi terus terjadi di sekeliling lingkungan.

Dalam keadaan normal, tubuh kita akan mendapatkan energi dan nutrisi dari luar tubuh melalui makanan, minuman dan cahaya matahari. Tapi disaat kita berpuasa di siang hari, dimana tidak ada asupan makanan justru aktivitas dan gerak tubuh yang akan membakar cadangan energi dalam tubuh. Pertama, dari glucosa hasil makan (sahur), setelah habis, energi diperoleh dari glicogen dalam darah. Bila kandungan glicogen berkurang, otak akan menyatakan lapar lalu menyuruh kita makan. Ketika berpuasa inilah otak akan otomatis mengaktifkan mekanisme autolisis.

Ketika sistem autolisis diaktifkan, autolisis akan mencari database sistem alamiah tubuh manusia. Secara keseluruhan ada sekitar 50 trilyun sel penyusun tubuh yang terdiri dari sekitar 200 jenis sel. Berbekal data setiap sel, sistem autolisis akan menjelajahi seluruh tubuh. Sistem inilah yang nantinya akan memahami bagaimana seharusnya kondisi sehat dari setiap jenis sel. Misalnya, dibagian tubuh mana seharusnya sel itu berada, dan berapa banyak jumlah dari tiap jenis sel yang ideal bagi tubuh.

Beauty | healthy & fitnes
Foto : Ist

Ketika kita berpuasa, darah juga akan dipenuhi energi dan nutrisi yang sehat dan berkualitas tinggi, sehingga penggantian sel mati, perbaikan sel rusak, dan pembentukan sel baru, terjadi dengan kualitas prima. Tubuh kita segera memiliki sel- sel baru dengan kualitas terbaik, sehat dan berfungsi normal kembali.

Namun dibalik semua itu, rahasia kemampuan aktivasi sistem autolisis ini terletak pada niat. Autolisis hanya akan aktif bila kadar glicogen darah berkurang dan otak menyimpulkan kita lapar dan harus makan namun kita berniat tidak makan alias berpuasa. Jadi, autolisis tidak akan terjadi ketika tidak niat berpuasa. Inilah salah satu rahasia tubuh sehat saat berpuasa, terutama di bulan Ramadan.

Post your comments on Facebook