Body shaming merupakan sebuah tindakan yang bertujuan mempermalukan seseorang berkaitan dengan fisiknya. Body shaming membuat wanita merasa terpojokkan dan pada akhirnya menjadi malu pada dirinya sendiri. Mirisnya, ini banyak dialami oleh kaum wanita. Bahkan tak jarang pelaku dan korban body shaming ini para wanita juga. Aksi seperti meledek secara verbal ataupun via tekstual yang memojokkan bentuk fisik seseorang seperti ‘menyerang’ warna kulit, bentuk tubuh, ukuran tubuh dan lain sebagainya sudah masuk dalam wilayah body shaming.

Lantas bagaimanakah caranya agar kita tidak menjadi pelaku dan korban body shaming?

Beauty | healthy & fitnes
Foto : Ist

Menurut para pakar psikologi, salah satu cara paling ampuh untuk menghindari menjadi korban body shaming adalah dengan mencintai diri sendiri. Bahwa setiap manusia diciptakan oleh Tuhan dengan keindahannya masing-masing. Dan sudah menjadi kodrat alam penciptaan manusia berbeda satu sama lainnya. Apabila Anda sedang mengalami fase mempertanyakan diri sendiri karena mengalami body shaming, disarankan agar berbicara dengan orang terdekat atau meminta bantuan profesional.

Mencintai diri sendiri secara positif, menerima segala yang ada pada diri, baik secara fisik ataupun potensi yang terkandung dalam diri setiap orang. Memang ada standar kecantikan yang berlaku di beberapa belahan dunia. Yang mengangkat ciri khas keindahan budaya setempat. Misalnya, standar kecantikan wanita dayak dengan antingnya yang semakin panjang, maka dianggap semakin cantik dia. Lalu di bumi Papua, tolok ukur kecantikan wanita itu berdasarkan bentuk tubuh yang subur, berisi, sampai gemuk. Karena menurut kepercayaan masyarakat sekitar, wanita gemuk dianggap subur dan mampu melahirkan banyak anak.

Yang menjadi persoalan ialah, ketika media berbondong-bondong membuat standar keindahan seorang wanita itu ialah yang putih, langsing, singset, wajah mulus, dan tidak mempunyai gangguan fisik yang berarti. Tampaknya, berawal dari sinilah body shaming terjadi. Padahal media hanya menyampaikan pesan, bahwa produk yang mereka jual bisa membantu merawat keindahan tubuh setiap wanita.

Beauty | Healthy & fitnes
Foto : Ist

Selain mencintai diri sendiri, wanita harus mampu menggali potensi dirinya. Sehingga ‘indah’ tidak hanya terfokus kepada fisik, namun juga inner beauty. Sopan santun, tata krama, adab, manner, dan prestasi yang dicapai merupakan kekayaan tersendiri bagi wanita. Seperti dirangkum dari berbagai sumber, wanita yang fokus menggali inner beauty-nya cenderung tidak akan mengambil bagian sebagai pelaku body shaming.

Dalam banyak kasus, perilaku body shaming ini sudah menjurus kepada tindakan bullying. Dimana aksi seperti ini, korban bisa melaporkan kasusnya kepada pihak yang berwajib untuk mendapatkan perlindungan hukum. Supaya pelaku mendapatkan ganjarannya dan memberikan efek jera.

Seperti kasus body shaming yang baru-baru ini sempat bergulir panas di berbagai media online. Apakah kita lupa, bahwa postingan online akan meninggalkan jejak di jejaring sosial? Sehingga melacak keberadaan pelaku body shaming sangat mudah dilakukan. Jadi, mulai sekarang mari secara bersama-sama wahai kaum wanita, stop body shaming!

Post your comments on Facebook