“Kamu gendut banget ya sekarang. Diet dong biar kurus!”
“Sudah lama nggak ketemu, kok kamu tambah hitam aja, sih.”

Ucapan di atas terkadang dianggap sebagai sindiran yang lumrah dikatakan kepada teman atau kerabat yang anda temui. Padahal ucapan tersebut termasuk dalam kategori body shaming yang juga merupakan salah satu bentuk bullying. Kalimat yang terkesan biasa saja karena terlalu sering diucapkan atau didengar itu bisa saja berdampak buruk bagi seseorang.
Orang yang menjadi target body shaming itu akan merasa tertekan dan tidak lagi mencintai tubuhnya sendiri. Body shaming dapat membawa korbannya pada kondisi-kondisi yang memprihatinkan hanya demi menyenangkan orang lain yang penilaiannya dianggap benar. Dalam banyak kasus, korban body shaming akan mengalami penyimpangan pola makan, seperti anoreksia dan bulimia. Banyak pula korban yang berakhir pada depresi, bahkan bunuh diri karena tidak tahan dengan tekanan yang dirasakannya dari luar.

Culture | opinion
Foto : Ist

Pada dasarnya, hanya karena memiliki badan yang ideal bukan berarti kita pantas melakukan body shaming kepada orang dengan badan yang lebih besar. Atau sebaliknya, bukan berarti karena memiliki tubuh yang lebih curvy kita pantas melakukan body shaming pada orang yang berbadan lebih kurus. Sayangnya, kita sering kali lupa bahwa ucapan ringan dan kalimat sindiran itu bisa saja menyakiti hati orang lain.

Mempermalukan orang dengan membahas bentuk tubuh atau warna kulit memang sangat umum terjadi. Padahal itu termasuk salah satu jenis bullying yang seharusnya kita hindari. Kita mengajarkan anak-anak kita untuk tidak melakukan bullying, tapi secara tidak sadar justru kita yang mencontohkannya kepada anak-anak kita.

Body shaming is not okay. Setiap orang punya kecantikannya masing-masing. Kita tidak bisa menciptakan standart seperti apa yang kita inginkan. Karena bahkan saat ini di dunia fashion tidak berlaku lagi ukuran kurus tinggi langsing dada rata. Model internasional papan atas kini hadir dalam berbagai macam ukuran tubuh, berbagai macam warna kulit, bahkan kini orang dengan keunikan dan kelainan tertentu bisa menjadi model berskala internasional.

Stop body shaming. Karena setiap orang memiliki kecantikannya masing-masing. Berbeda bukan berarti tidak cantik. Dengan adanya perbedaan seharusnya justru membuat kita lebih mencintai keunikan yang kita miliki.

Post your comments on Facebook