Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan ajang ratu kecantikan, di mana para perempuan berlenggok dengan menggunakan gaun dan berbagai aksesoris menawan. Sebuah kontes yang bukan hanya menonjolkan kemolekan tubuh, melainkan kecerdasan, wawasan dan jiwa sosial. Adalah kontes kecantikan atau beauty pageant yang merupakan ajang kecantikan untuk seluruh wanita di dunia.  Jika dalam skala Internasional kita biasa menyebutnya dengan Miss Universe, Miss World hingga Miss Grand Internasional. Namun, di skala nasional sendiri kita biasa menyebutnya dengan Miss Indonesia dan Puteri Indonesia.

 

Namun, di balik kemeriahan dan kemewahan acara itu ternyata kontes kecantikan menyimpan sisi sejarah dan catatan riwayat yang panjang juga lho, penasaran? Berikut ulasannya.

1. Dilaksanakan pertama kali di tahun 1888

Kontes Kecantikan
Foto: Ist

Kontes kecantikan berawal dari zaman Yunani Kuno. Namun, History Channel mencatat bahwa kontes kecantikan modern pertama kali diadakan di kota kecil di Belgia bernama Spa pada tahun 1888. Bertajuk “Perempuan Paling Cantik di Dunia” sebuah koran lokal memuat dan melakukan pemilihan. Para wanita diminta untuk mengirimkan foto tercantik mereka, hingga akhirnya terpilihlah Marthe Soucaret,  sebagai pemenang terpilih dan menjadi ratu kecantikan pertama di dunia. Marthe Soucaret mendapatkan hadiah uang sebesar 5,000 franc. Selain itu, ia mendapatkan kesempatan tampil di halaman depan majalah Prancis L’Illustration.

2. Kemunculan Miss America yang diklaim menjadi ratu kecantikan tertua di dunia

Kontes Kecantikan
Foto: Ist

Di tahun 1921, Miss America muncul, dari sini ajang ratu kecantikan semakin dihormati. Dimenangkan oleh Margaret Gorman seorang gadis berusia 16 tahun kala itu. Selanjutnya di tahun 1926, kontes kecantikan internasional akhirnya digelar. Dahulu namanya adalah International Pageant of Pulchritude. Tak sedikit  yang menyebut jika kontes ini adalah prototipe kontes kecantikan modern, terlebih yang melibatkan finalis dari seluruh dunia.

International Pageant of Pulchritude juga menghadirkan finalis dari Great Britain, Rusia, Turki, dan banyak lagi. Hingga akhirnya tercetuslah nama Miss Universe yang menjadi pemenang dari kontes itu. Namun, tahun 1932 kontes kecantikan ini terhenti pelaksanaannya di Amerika Serikat. Penyebabnya antara lain, karena depresi ekonomi.

Sejak tahun 1950, popularitas kontes ratu kecantikan,  Miss America semakin meninggi. Tak ubah, membuat organisasi lainnya pun mendirikan kontes-kontes sejenis. Sebut saja, Miss World pada tahun 1951, Miss Universe dan Miss USA pada 1952, Miss International pada 1960, hingga Miss Black America pada 1968. Yang terakhir, malah dibuat lantaran wanita Afrika Amerika tidak diajak serta dalam Miss America.

3. Dikenal dengan istilah Big Four

Kontes Kecantikan
Foto: Ist

Kamu pasti tidak asing lagi dengan Miss Universe, Miss International, Miss Earth dan Miss World. Empat kontes kecantikan itu memiliki sebuatan lain, yakni Big Four. Namun, ada pula yang menyebut “Big Five“. Sebutan ini dimulai dari sebuah situs Global Beauties. Di tahun 1998, situs itu memperkenalkan The Grand Slam of Beauty Pageants. Tujuannya untuk membangun perbedaan antara kontes kecantikan ternama di dunia. Lima kontes tersebut adalah Miss World, Miss Universe, Miss International, Miss Supranational, Miss Grand International. Kelimanya memiliki reputasi tinggi dalam dunia internasional.

Itulah 3 sejarah ajang kontes ratu kecantikan dunia. Tak hanya kecantikan dan kemolekkan belaka yang menjadi hal utama landasan wanita diberi gelar cantik. Namun, jiwa sosial dan budi pekerti luhur pun salah satu poin yang wajib dimiliki. Bukan hanya untuk calon peserta ratu kecantikan, tapi juga para wanita di dunia.

Post your comments on Facebook