Menjadi seorang ibu itu terkadang membuat perempuan harus berpikir kreatif. Banyak rintangan dan kesulitan yang dihadapi saat mendidik anak. Apalagi, ketika rasa ingin tahu si kecil semakin besar atau dia lagi asyik dengan mainannya sehingga tidak menghiraukan perkataan Anda sebagai seorang ibu. Biasanya ibu akan melakukan sebuah trik untuk menakut-nakuti anak agar mereka mau menuruti perintah atau sekadar mendengarkan perkataan orangtuanya.

Family | Family education
Foto : Ist

Namun, apakah semua orangtua tahu bahwa menakut-nakuti anak itu bisa memberikan dampak buruk untuk perkembangannya. Walaupun hal ini dilakukan dengan maksud memberi pelajaran disiplin tetapi cara menakuti yang salah tidak akan membawa dampak baik pada psikologis anak. Jika Anda tidak tahu trik tepat maka anak bisa menjadi seorang penakut, tidak mandiri, sering sakit dan  merasa cemas yang berlebihan.

Untuk menanggulangi trauma psikologis diterima anak dan orangtua tetap bisa mendidik anak dengan baik. Maka, ada beberapa trik yang bisa Anda praktekkan untuk menakut-nakuti anak tanpa meninggalkan bekas trauma:

  1. Katakan sesuai realita

Terkadang orangtua yang ingin melihat anaknya patuh, rela berkata yang tidak sesuai dengan realita. Misalkan: cepat habiskan makanannya! Kalau tidak ayamnya nanti mati. Bagi sebagian orang pasti pernah ditakut-takuti seperti itu oleh orangtuanya. Walaupun memiliki niat yang bagus agar makanan si anak habis tetapi hal tersebut tidaklah benar. Jika hal seperti ini dibiarkan bisa jadi anak akan tumbuh menjadi anak yang tidak bisa membedakan mana kenyataan dan rekayasa.

  1. Jangan melebih-lebihkan

Biasanya agar perkataannya didengarkan anak, orangtua cenderung melebih-lebihkan apa yang dikatakan. Seperti anak yang nakal akan disuntik oleh dokter, maka dalam perkembangannya mereka akan takut ketika bertemu dokter.

  1. Gunakan bahasa yang halus dan komunikatif

Berbicara kepada anak memang gampang-gampang susah. Namun, ketika mereka diajak berbicara dengan bahasa sederhana dan komunikatif maka anak-anak bisa menjadi pendengar yang baik untuk orangtuanya.

  1. Ajak anak melihat akibat yang terjadi

Seringkali anak tidak percaya dengan apa yang dinasehatkan orangtua. Jika hal ini terjadi maka ajak mereka untuk melihat dampak yang didapatkan jika tidak patuh dengan perkataan ayah dan ibunya. Karena mereka akan lebih mudah mengerti ketika langsung melihat contohnya.

Family | Family education
Foto : Ist
  1. Dukung mereka saat merasa takut

Terkadang anak-anak ragu ketika harus melakukan yang orangtua perintahkan. Maka tugas orangtua adalah memotivasi dan mendukung apa yang mereka lakukan. Katakan bahwa mereka pasti bisa dan Anda tak akan meninggalkannya.

Menakut-nakuti anak terkadang penting untuk dilakukan agar mereka patuh dan berdisiplin. Namun, jangan sampai memaksa mereka bahkan membuat mereka menjadi tidak percaya dengan kemampuannya sendiri.

Post your comments on Facebook