Menstruasi merupakan fenomena tersendiri apabila dilihat dari konteks anak-anak. UNICEF melihat fenomena tersebut dalam beberapa konteks, antara lain adalah pendidikan, kebersihan, kebijakan dan kesehatan. UNICEF melakukan riset mengenai hal tersebut dan menemukan bahwa 1 dari 6 anak perempuan bolos sekolah pada masa menstruasinya. Berbagai alasan mendasari tindakan tersebut, mulai dari takut ‘bocor’, malu hingga sarana kebersihan yang minim untuk membuang pembalut apabila harus diganti di sekolah. UNICEF kemudian berupaya menyusun suatu program yang bertujuan untuk mensosialiasikan bahwa menstruasi adalah hal normal.

cara mendidik anak | family health
foto : Ist

Marni Sommer, seorang profesor di bidang sosiomedis di Universitas Columbia menyusun komik ilustrasi mengenai menstruasi bersama UNICEF. Komik tersebut pun dikembangkan oleh UNICEF Indonesia dengan memperhatikan beberapa pertimbangan lokalitas yang ada.

Sebelum memulai komik ini, UNICEF Indonesia melakukan riset partisipatoris yang melibatkan anak-anak, perempuan dan laki-laki, untuk mendapatkan hasil yang efektif. Dalam risetnya, UNICEF Indonesia menyatakan bahwa anak perempuan seringkali melewatkan pelajaran sekolah (bolos), khususnya pada pelajaran olahraga, akibat miskonsepsi mengenai menstruasi. Temuan lain UNICEF Indonesia adalah 90% dari responden anak perempuan yang diwawancarai mendapatkan informasi mengenai menstruasi dari orang tuanya. Dalam konteks tersebut, terdapat kekhawatiran bahwa anak-anak tidak mendapatkan informasi yang valid atau ilmiah mengenai menstruasi.

Family | family education
Foto : Ist

Komik ini dibuat dengan konsep 2-in-1, di mana terdapat di dalamnya bagian untuk anak laki-laki dan bagian untuk anak perempuan. Perlu ditekankan bahwa untuk mencerna bahasan menstruasi pada anak perempuan juga memerlukan perspektif anak laki-laki dalam analisisnya. Pelaku bullying pada masa awal menstruasi anak perempuan adalah anak laki-laki. Dengan demikian anak laki-laki perlu diajarkan bahwa menstruasi adalah hal yang normal dan alami sebagaimana ibu dan kakak perempuannya mengalaminya.

Komik ini sudah mulai diuji dan dibagikan kepada anak-anak sekolah, bekerjasama dengan pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sebanyak 3.500 eksemplar komik diproduksi oleh UNICEF Indonesia dan pemerintah akan memproduksi 35.000 eksemplar pada tahun ini. Selain komik ini, pada tahun lalu UNICEF Indonesia membuat video animasi mengenai menstruasi di kalangan remaja yang menekankan rasa hormat kepada teman teman perempuan yang sedang dalam masa menstruasi.

Post your comments on Facebook