Bagi para penggemar komik dan film superhero DC, karakter Harley Quinn pasti sudah tidak asing lagi. Harley adalah tokoh wanita psikopat yang menjadi musuh Batman sekaligus kekasih Joker. Karakter Harley semakin dikenal publik melalui film Suicide Squad (2016). Margot Robbie adalah aktris yang memerankan Harley pada film tersebut. Melihat animo publik terhadap Harley, Warner Bros dan DC Entertainment, selaku pemegang franchise film adaptasi komik superhero DC, minggu lalu mengumumkan bahwa karakter Harley akan diangkat dalam film tersendiri. Kabar mengejutkannya adalah, mereka memilih Cathy Yan, seorang sutradara film indie yang belum terlalu dikenal di industri film mainstream untuk menyutradarai film Harley Quinn.

Culture | Movies
Foto: Ist

Dilansir dari laman Deadline (17/04), dari semua opsi sutradara yang dimiliki Warner Bros dan DC Entertainment, Cathy mengungguli sutradara-sutradara pria terbaik Hollywood. Cathy akan menjadi wanita ketiga yang bergabung dengan DC, mengikuti jejak Patty Jenkins untuk film Wonder Woman (2017) dan Ava DuVernay untuk film yang masih dalam proses produksi, The New Gods. Selain itu, Cathy akan menjadi sutradara wanita Asia pertama yang menyutradarai film superhero. Beralih dari industri film indie ke film mainstream akan menjadi tantangan tersendiri bagi Cathy.

Menurut banyak kritikus film, DC sepertinya sedang berinovasi setelah metode ‘bermain aman’ dengan sutradara-sutradara populer pada film-film sebelumnya ternyata tidak terlalu membuahkan hasil, sebagaimana dikutip dari laman W Magazine (17/04). Sebagai contoh, Justice League (2017), yang seharusnya menjadi masterpiece DC layaknya seri Avengers dari Marvel, ternyata tidak mendulang kesuksesan. Film sebelumnya yaitu Suicide Squad turut mendapatkan banyak kritik akan tetapi justru lebih sukses secara finansial. Kesuksesan DC mulai terlihat pada film Wonder Woman yang disutradarai oleh Patty Jenkins. Seperti Cathy, Patty juga merupakan sutradara film-film indie sebelum menangani Wonder Woman.

Lalu siapakah Cathy Yan? Ia lahir di Cina dan dibesarkan di Hongkong dan Amerika Serikat. Cathy merupakan salah satu lulusan terbaik dari Princeton University dalam bidang Hubungan Internasional dan Kemasyarakatan. Ia mengawali karirnya sebagai jurnalis untuk Wall Street Journal. Cathy ditempatkan di Hongkong, Beijing dan New York. Ia kemudian memilih melanjutkan studinya dan berhasil mendapatkan gelar master di bidang ilmu bisnis dan film dari New York University.

CUlture | movie
Foto: Ist

Pada bulan Januari lalu di perhelatan Sundance Film Festival di Utah, Amerika Serikat, sebuah film menjadi perhatian dan mengundang banyak review. Film tersebut berjudul Dead Pigs yang disutradari oleh Cathy. Film tersebut juga merupakan debut Cathy untuk film berdurasi panjang. Media-media populer seperti Variety, The Hollywood Reporter dan banyak lainnya menyambut Dead Pigs dengan berbagai ulasan yang ramah beserta kritik yang membangun. Pada ajang Sundance, Dead Pigs memenangkan kategori The World Cinema Dramatic Award for Ensemble Acting.

Film Harley Quinn akan diadaptasi dari salah satu seri komik DC yang berjudul Birds of Prey. Di komik, Harley berkelompok dengan beberapa karakter superhero wanita lainnya seperti Batgirl. Dilansir dari laman Deadline (17/04), Margot Robbie merasa yakin bahwa film Harley Quinn akan disutradari oleh wanita karena Birds of Prey akan berpusat pada karakter-karakter superhero wanita. Terpilihnya Cathy, seorang sutradara indie, untuk menyutradarai film Harley Quinn tentunya mengundang tanya dari segenap fans, walaupun banyak pihak sangat optimis dengan Cathy untuk dapat mengikuti jejak Patty Jenkins yang juga berasal dari industri film indie.

Post your comments on Facebook