Revlon merupakan salah satu brand kosmetik senior di industrinya. Dalam kurun 86 tahun berdirinya, akhirnya kini Revlon dipimpin oleh seorang wanita. Ia adalah Debra Perelman. Rabu lalu (23/05), Revlon mengumumkan pengangkatan Debra sebagai CEO barunya. Sebelumnya Revlon dipimpin oleh Fabian Garcia yang mengundurkan diri di awal tahun ini. Fabian hanya sempat memimpin Revlon selama kurang dari dua tahun. Dalam masa vakum kepemimpinan sejak awal tahun ini, Revlon dipimpin oleh pejabat pengganti, Paul Meister, presiden MacAndrews & Forbes yang mengawasi operasional Revlon.

Kepada CNN Money (23/05), Debra mengungkapkan bahwa ia sangat terhormat karena ini adalah terobosan baru bagi Revlon untuk memilih wanita menjadi pemimpinnya. Pada bulan Januari tahun ini, Debra baru saja diangkat sebagai Chief Operating Officer. Ia telah berkarir di Revlon selama 20 tahun. Selain itu, Debra akan dihadapkan pada banyak tantangan karena banyak brand kosmetik baru yang bermunculan dan turut menjadi pesaing potensial. Ditambah, setahun belakangan menjadi tahun yang berat bagi Revlon karena mengalami penurunan penjualan dan tentunya berakibat pada kerugian.

Culture | Entrepreneur
Foto: Ist

Debra adalah putri dari pengusaha kawakan Ronald Perelman yang memiliki saham mayoritas Revlon Inc. Ronald membeli saham Revlon pada tahun 1985 melalui firma investasinya MacAndrews & Forbes. Juru bicara Revlon mengungkapkan bahwa pengangkatan Debra sama sekali bukan bentuk nepotisme, sebagaimana dikutip dari CNN Money. Debra telah berkarir selama 20 tahun di Revlon dan ia sangat berkualifikasi untuk memimpin Revlon. Ia bergabung pada tahun 1998 dan baru menduduki kursi dewan direksi pada tahun 2015. Hal tersebut menunjukkan proses karir yang cukup panjang, ungkap juru bicara Revlon.

Dalam pernyataan resminya, Debra menyatakan optimismenya bahwa kecantikan merupakan komoditi industri modern yang terus berkembang dan ia tidak sabar untuk bekerja dengan timnya di seluruh dunia untuk terus mengakselerasikan bisnis Revlon, sebagaimana dikutip dari Fortune (23/05). Para pelaku pasar saham melirik Debra sebagai sosok yang akan dibebani banyak pekerjaan rumah untuk membawa Revlon kembali ke puncak bisnisnya. Ia harus berani menavigasikan Revlon ke dalam pasar digital dan e-commerce untuk dapat menembus segmen pasar yang baru dan lebih luas.

Post your comments on Facebook