Adit Sastra / Wanita.me

Menjalani karir dari hobby yang kita fokuskan siapapun setuju, adalah impian setiap orang. Tak terkecuali dengan Diera Bachir. Fotografer ternama yang namanya mencuat tajam, setajam bidikannya mengambil gambar indah, dalam aktivitas fotografinya. Wanita.me berkesempatan ngobrol banyak dengan fotografer muda berbakat ini, tentang fotografi, sosok Ibu, keluarga, sahabat dan music. Disela-sela kesibukannya mempersiapkan exhibition foto dan beberapa project photo di luar kotanya.

Tahun 2012 Berawal dari hobbynya mengambil gambar dari smartphone miliknya, dan tidak malu bertanya dan belajar dari teman-temannya yang sudah lebih dulu terjun didunia fotografi, Diera secara tekun menjalani hobbynya yang dia dapatkan secara otodidak ini, rajin diasah dengan melihat tutorial yang berkaitan dengan dunia fotografi kemudian dipraktekkan. Hingga akhirnya menemukan passionnya sendiri dan memutuskan untuk memilih jalur fotografi adalah karir yang ia jalani hingga saat ini.

Adit Sastra / Wanita.me

Diera yang lebih menyukai hot chocolate dibanding kopi ini, sangat mengidolakan Ibunya. “mamahku tuh sosok yang menginspirasiku selama ini, Karena beliau seorang ibu rumah tangga sekaligus karir woman yang struggle trus juga single mother yang buat aku sangat positive thingking. Yang mengajarkan bahwa sebagai wanita, tidak boleh bergantung pada orang lain, bahkan sebisa mungkin memberi pekerjaan kepada orang lain, tanpa harus melupakan kodratnya sebagai wanita terutama kodratnya sebagai seorang ibu”.

Project foto pertamanya berawal dari foto untuk company profile salah satu public figure tanpa sengaja mengerjakan foto prewedding salah seorang artis ibukota, word of mouthnya kencang sekali nama diera bachir muncul dengan perlahan tapi pasti, dari situ diera banyak di minta untuk foto personal para selebriti hingga saat ini. “Semua mengalir begitu saja” ujarnya. Clientpun banyak menyukai konsep foto diera yang berbau romantic fairytale, konsep tersebut bentuk dari pengejawantahan sifat Diera yang lembut, mudah tersentuh, mudah terbawa suasana dan suka hal-hal yang romantic.

Diera yang aslinya sosok yang introvert dan tidak mudah dekat dengan orang baru ini, selain jago dibidang fotografi ternyata juga mahir memainkan beberapa alat musik. Dan sempat membentuk sebuah band dengan teman-temannya. Dunia musik ditekuninya selama kurun waktu sekitar 10 tahunan. Namun band bukanlah passionnya, Ia menemukan passionnya justru didunia fotografi yang tanpa sengaja ia tekuni.

Dalam kehidupan sosialnya, diera juga bukan sosok yang berlebihan, diwaktu senggangnya diera suka sekali nonton bioskop, kuliner dan berkumpul bareng keluarga juga sahabat-sahabatnya. Menurut Diera keluarga itu role modelnya, banyak hal baik yang diajarkan oleh keluarganya salah satunya untuk selalu rendah diri dan tidak mudah puas dengan pujian, keluarga adalah tempat paling nyaman untuknya. keluarga adalah bagian terpenting dalam kemajuan karirnya, begitupun sosok sahabat. Bagi Diera sahabat itu adalah part yang penting dalam hidupnya. Sahabat itu adalah orang-orang yang sangat mengerti dirinya, menerima betapa sensitifnya dirinya, bisa membuat dirinya menjadi diri sendiri dan tentunya ada disaat dibutuhkan, begitupun sebaliknya, ujarnya disela-sela kegiatan pengajian yang tengah ia jalani sekarang, di daerah simprug ini. Pengajian yang ia ikuti akhir akhir ini juga merupakan wujud rasa syukur Diera atas pencapaian yang ia dapatkan sejauh ini, tentu ini ada peran Tuhan disini, dengan mengaji aku belajar mengenal penciptaku secara lebih dekat lagi. Tutup Diera Bachir.

Post your comments on Facebook