Karir Crystal Widjaja di Go-Jek dimulai pada bulan Mei 2015 lalu. Saat itu wanita kelahiran Texas ini googling dengan menggunakan keyword HR Go-Jek. Dari hasil penelusuran, kemudian Crystal menemukan nama Monica Oudang sebagai petinggi Go-Jek untuk bagian Sumber Daya Manusia.

   Tidak membutuhkan waktu lama untuk bertukar email. Saat Crystal menanyakan apakah Go-Jek membutuhkan staf di bagian bussiness intelligent? Jika memang  membutuhkan, maka dia bersedia terbang dan menetap di Jakarta. Monica pun membalas sure  dan menyatakan bahwa Go-Jek membutuhkan staf untuk membantu unit bussiness intelligent. Seminggu kemudian, Crystal pindah ke Jakarta untuk bergabung di Go-Jek.

Culture | profile
Foto : Ist

   Crystal tumbuh besar bersama orang tuanya di San Jose, California. Namun, wanita kelahiran 21 Mei 1991 ini berkebangsaan Indonesia. Pertumbuhannya di luar negeri membuatnya mahir berbahasa Inggris. Sedangkan bahasa Indonesia yang dikuasainya masih sebatas bahasa Indonesia non formal.

   Orangtua Crystal berasal dari Jakarta. Tapi mereka pindah dan tinggal di San Jose, California.  Kepulangan wanita yang lahir di Texas ini, ke Indonesia disebutnya sebagai “pulang kampung” dengan tujuan untuk membantu Go-Jek memberikan dampak sosial yang lebih besar.

Culture | profile
Foto : Ist

   Sebelum bekerja sebagai Senior Vice President Bussiness Intelligent Go-Jek, Crystal merupakan lulusan University of California, Berkeley, jurusan Metode Empiris. Setelah itu bekerja untuk beberapa startup di California. Bahkan dia sempat terlibat dalam riset tentang ekosistem modal ventura, merger dan akuisisi dalam ekosistem startup. Banyak yang dipelajarinya disana, salah satunya belajar “betapa gilanya” startup di Silicon Valley tumbuh.

Culture | profile
Foto : Ist

   Saat ini Go-Jek sudah berada di era data-and-analytic centric, dimana perusahaan dengan jumlah pengguna besar. Perusahaan ini pasti mempunyai data mentah dalam jumlah yang besar pula. Data ini diolah dan dianalisa agar menjadi informasi yang bermanfaat bagi divisi dan organisasi.

   Bussiness Intelligent Go-Jek mempunyai 45 orang anggota dan Crystal menjadi salah satu yang berada di dalamnya. Data yang diolah tidak hanya berupa data pengguna atau penumpang saja. Tapi juga data mitra pengemudi yang jumlahnya sudah mencapai 300.000 anggota yang tersebar di 50 kota.

Culture | profile
Foto : Ist

   Tim ini mempunyai tugas membangun fondasi data. Semua data yang masuk ke sistem back-end di Go-Jek, seperti lokasi, profil pengguna, profil mitra, transaksi dan lainnya, semua bisa menjadi data. Mulai dari Go-Ride sampai dengan Go-Tix.

Culture | profile
Foto : Ist

   Tugas utamanya adalah menciptakan alat (tools) agar data tertentu bisa dipakai atau diakses oleh divisi lain. Contohnya : tim bussiness intelligent menciptakan tools agar tim Go-Food bisa mencari tahu merchant apa yang telah bertambah dari pekan ke pekan. Melacak detail dari merchant tersebut, seperti berapa ordernya dan berapa besar transaksinya disana. Semua bisa dicari secara self-service oleh Go-Jek sendiri yang saat ini sudah mempunyai 100.000 merchant.

Culture | profile
Foto : Ist

   Tugas utamanya adalah menelusuri data untuk menemukan korelasi unik apa yang bisa digunakan sebagai kesempatan untuk berbisnis. Pada akhirnya data yang diolah dan dianalisa oleh tim ini ditargetkan bisa  menemukan insight menarik. Harapan yang lebih spesifik bisa menjawab berbagai tantangan, membantu perusahaan dalam mengambil keputusan, dan meningkatkan pengalaman pengguna aplikasi Go-Jek. Demikian besarnya tugas tim bussiness intelligent dalam sebuah perusahaan yang bisa memberikan dampak sosial bagi masyarakat.

Post your comments on Facebook