Ground Truth Project, sebuah organisasi media non-profit yang berbasis di Massachusetts, Amerika Serikat, baru-baru ini merilis seri Emerging Photographers. Salah satu serinya memuat dokumenter fotografi tentang kecantikan beserta interpretasi atasnya dari para wanita yang telah berumur 100 tahun. Dokumenter fotografi tersebut disusun oleh Arianne Clément, seorang jurnalis dan fotografer profesional asal Kanada. Proyek fotografinya yang menampilkan kaum manula telah banyak memenangkan beasiswa, hadiah dan penghargaan. Hasil jepretan Arianne juga telah dieksibisikan di berbagai event fotografi internasional.

Pada hari Senin (21/05), media Inggris The Guardian memuat ringkasan dokumenter fotografi Arianne. Dalam tulisannya, Arianne mengisahkan bahwa pada awalnya ia hanya ingin membicarakan tentang keadaan kaum wanita manula dan beragam kondisi tentang mereka. Sayangnya, Arianne tidak menemukan angle yang cocok untuk mengambil perspektif yang diinginkan. Arianne kemudian menyadari sebuah hal menarik yang terjadi dalam setiap sesi pengambilan foto, yaitu mereka selalu berdandan agar terlihat cantik di foto. Maka kisah dokumenter fotografi inipun bermula.

Culture | Opinion
Foto: Ist

Arianne memerhatikan setiap mereka yang berupaya ataupun yang tidak berupaya untuk tampil cantik dalam setiap sesi fotografi. Beragam dialogpun akhirnya dibangun Arianne, mulai dari bertanya soal masa muda, masa tua, feminisme, seksualitas, pesona, penampilan dan cinta. Arianne berharap karya fotografinya dapat mendokumentasikan perspektif dan ketulusan mereka. Sebagai contoh, foto di atas adalah Marie-Berthe Paquette. Ia sangat suka melucu dan menjadi pusat perhatian. Wanita berumur 105 tahun tersebut menuturkan kepada Arianne bahwa ia menganggap dirinya cantik dalam segala kesempatan, termasuk di usianya sekarang. Ia sangat memerhatikan penampilannya maka pantas saja ia gemar bercerita mengenai dandanan dan perhiasan atau aksesoris yang dikenakannya.

Lain halnya dengan kisah foto di bawah ini. Ia adalah Jeannette Ballard. Jeannette kini berusia 100 tahun dan tinggal di Granby, Quebec. Bagi Jeannette, sekarang ini fisiknya sangat jelek. Usia memakan habis kecantikannya. Jeannette menganggap hidung dan kupingnya semakin besar dan punggungnya semakin membungkuk. Walau bagaimanapun, Jeannette menuturkan kepada Arianne bahwa ia sangat menikmati hidup dan terus melihat ke depan, meskipun ia merasa masa depannya tidaklah panjang.

Culture | Opinion
Foto: Ist

Cerita yang lebih filosofis dapat ditemukan pada foto di bawah ini. Wanita di foto tersebut adalah Anne-Marie Pronovost yang berusia 100 tahun. Anne-Marie mengenang bahwa ia memiliki rambut panjang, paha hingga ujung kaki yang bagus dan tubuh yang curvy. Anne-Marie menyayangkan betapa wanita muda di masa kini berjuang mati-matian untuk kurus. Padahal, menurutnya kecantikan yang paling hakiki adalah kecantikan alami. Kepada Arianne, ia berfilosofi, “We are who we are, and that’s all that matters.”

Culture | Opinion
Foto: Ist

Masih banyak lagi kisah dan foto lainnya. Melalui karyanya ini, Arianne berharap dapat menambah kekayaan perspektif kecantikan kaum wanita. Selain itu, Arianne juga ingin membangkitkan kembali cita rasa cantik era terdahulu di mana kecantikan sangatlah ceria (joyous) dan dapat dinikmati tanpa didikte oleh media, pergaulan dan buku-buku diet. Sebagai penutup tulisannya, Arianne mempertanyakan obsesi masyarakat terhadap standar kecantikan dan masa muda. Ia berharap karya fotografinya ini dapat menggaungkan dan menengahi segala macam perdebatan isu-isu tersebut.

Post your comments on Facebook