Self-healing merupakan proses menuju sembuh dari luka batin yang terbukti berguna untuk kamu yang sering memilih menyimpan emosi dalam diri ketimbang meluapkannya. Banyak orang pasti pernah merasakan emosional yang berkepanjangan seperti, marah, sedih, takut, mengalami kegagalan, dan lain sebagainya. Oleh karena itulah, 5 metode self-healing ini patut kamu coba dan terapkan agar tidak mengalami depresi karena emosional yang berlarut-larut.

1.   Mengubah penyesalan menjadi kekuatan diri

Self-Healing
Foto: Ist

Tak ada satupun manusia di muka bumi ini yang tak pernah melakukan kesalahan. Tak jarang pula seseorang itu menyesali perbuatannya di masa lampau. Namun parahnya, ketika seseorang berada dalam tahap penyesalan, ia justru menyesal dalam waktu yang tidak sebentar. Padahal, emosional yang dirasakan tiap orang berbeda-beda dalam segi penyampaian dan bentuknya. Itulah sebabnya, kamu bisa menekan perasaan sedih ketika berada di tahap penyesalan seperti ini.

Cobalah untuk berpikir, bahwa penyesalan dapat dijadikan sebagai pelajaran dalam hidup. Memang kamu tidak akan pernah bisa lupa begitu saja akan kesalahanmu di masa lalu. Tapi, kamu bisa mengubahnya menjadi pelajaran baik untuk kembali melangkah di masa depan. Dengan kata lain, kamu telah mengubah penyesalan menjadi kekuatan untuk dirimu sendiri.

2.   Berdamai dengan keadaan

Self-Healing
Foto: Ist

Tak ada satupun orang yang bisa menghindar dari kenangan atas kejadian buruk di masa lalu. Oleh karena itu, orang yang merasakan pedihnya luka atas kejadian buruk tersebut tak akan bisa sembuh begitu saja dalam waktu singkat. Butuh proses yang cukup panjang untuk menerima keadaan tersebut.

Lalu, apakah dengan terus-menerus mengenang masa lalu yang buruk bisa membuat kita sembuh dari luka batin seperti ini? Tentu saja jawabannya adalah tidak. Akan jauh lebih baik, jika kamu mencoba berdamai dengan keadaan, menjadikan kenangan di masa lalu itu sebagai bentuk pelajaran paling berarti dalam hidupmu.

3.   Menulis

Self-Healing
Foto: Ist

Para ahli berpendapat, menulis adalah media tepat bagi seseorang untuk mengutarakan segala hal yang tak bisa diutarakan secara langsung. Menulis juga bisa dijadikan media untuk menyembuhkan luka batin. Kamu tak perlu bingung harus memulai dari mana untuk menulis, bagaimana penempatan tanda baca yang tepat, atau teknik menulis yang benar seperti apa. Kamu hanya perlu menulis sesuai dengan apa yang kamu rasakan, sesuai dengan apa yang hatimu ingin ungkapkan. Jangan khawatir, setiap luka pasti ada obatnya, selalu ada metode dan media untuk menyembuhkannya. Kamu hanya perlu mencoba mengekspresikannya agar tidak berlarut-larut menyiksa batinmu.

4.   Me time demi kesehatan batin

Self-Healing
Foto: Ist

Biasanya, beberapa masalah emosional tak kunjung selesai akibat adanya campur tangan orang lain yang sebenarnya tak berkepentingan. Nah, me time justru perlu bagi setiap orang agar lebih dulu memikirkan tentang dirinya sendiri ketimbang mengutamakan bercerita pada orang lain tentang masalah yang sedang dihadapi. Kadang kita lupa, bahwa meluangkan waktu untuk diri sendiri itu penting dan punya banyak manfaat, karena akan membuat diri kita merasa lebih bermakna.

5.   Bicara dengan diri sendiri

Self-Healing
Foto: Ist

Metode paling penting untuk menyembuhkan luka batin adalah berbicara pada diri sendiri. Dengan metode ini, kamu bisa dengan bebas mengutarakan apa saja yang sebenarnya kamu inginkan. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah jujur pada dirimu sendiri, ketimbang melampiaskan segala keburukan pada suatu hal. Perlu kamu ketahui, orang yang bisa mengerti semua tentangmu adalah dirimu sendiri. Jika kamu sudah bisa memahaminya, maka otomatis kamu pun akan mengerti dan lebih mensyukuri segala yang terjadi dalam hidupmu.

Mulai sekarang, kamu tak perlu risau lagi ya dalam menghadapi luka batin yang mungkin selama ini menyiksamu. Segera saja lakukan metode di atas dan rasakan luka dalam dirimu perlahan memudar. Semoga bermanfaat.

Post your comments on Facebook