Siapa yang tidak mengenal Doraemon, Son Goku dan Naruto. Ketiga tokoh kartun tersebut merupakan figur populer di dunia tontonan dan bacaan anak yang telah melintas generasi. Mengingat tokoh-tokoh tersebut berasal dari Jepang dan segmen penggemarnya adalah anak-anak sedunia, maka dibutuhkan profesi dubber atau pengisi suara untuk menyesuaikan atau mengalihbahasakan serialnya di televisi. Sebagai bentuk penyesuaian karakter suara aslinya yang cenderung cempreng dan bernada tinggi, ternyata dubber untuk beberapa tokoh pria nan gagah perkasa diisi oleh wanita. Berikut ini tiga dubber wanita yang suaranya akan selalu menjadi bagian dari dunia anak-anak, kartun dan anime di Indonesia.

Wiwiek Supadmi

Culture | Profile
Foto: Ist

Wiwiek merupakan pengisi suara Son Goku muda pada serial anime Dragon Ball yang tayang di stasiun televisi Indosiar. Selain itu, ia juga ikut mengisi tokoh Son Gohan kecil dan Son Goten yang merupakan anak-anak Son Goku. Berbagai ulasan dari para fans berat Dragon Ball di internet bahkan menyetarakan Wiwiek dengan Masako Nozawa, seorang dubber wanita asal Jepang yang juga mengisi suara Son Goku. Mereka dianggap sebagai suara orisinil Son Goku yang tak tergantikan. Selain Son Goku, Wiwiek juga pernah mengisi suara Ami atau Sailor Mercury pada serial anime Sailor Moon, suara Arale pada serial Dr. Slump dan Chopper pada One Piece the Movie.

Hana Bahagiana

Culture | Profile
Foto: Ist

Hana adalah pengisi suara tokoh Naruto dan juga Luffy pada serial anime One Piece. Dalam wawancaranya dengan Antara News tahun lalu, Hana mengungkapkan bahwa ia langsung jatuh hati ketika pertama kali menjadi dubber serial atau film bergenre kartun. Hana telah berprofesi sebagai pengisi suara sejak pertengahan 1990’an. Awalnya ia menjadi pengisi suara di berbagai telenovela dan film Bollywood. Bagi Hana, menjadi dubber tokoh kartun memberinya ruang baru untuk bereksplorasi atas kreativitas diri bahkan hingga suaranya terdengar aneh. Salah satu cerita lucu yang diutarakannya kepada Antara News adalah ketika ia mengeksplorasi suara Naruto yang sedang makan ramen. Untuk mempelajarinya, Hana mempraktekannya sambil makan mie ayam hingga berkali-kali yang akhirnya membuat Hana hobi makan mie ayam hingga saat ini.

Nurhasanah

Nurhasanah merupakan pengisi suara Doraemon selama lebih dari 20 tahun. Dalam wawancaranya dengan media Kumparan pada tahun lalu, wanita berumur 59 tahun tersebut mengisahkan bahwa awal mula karirnya di RRI pada tahun 1982 yang memperkenalkannya dengan dunia alih suara. Nurhasanah mengawali karirnya mengisi suara pada beberapa sandiwara radio. Tahun 1993 ia berjumpa dengan tokoh Doraemon. Seorang kolega yang turut mengisi suara Shizuka menawarkan Nurhasanah untuk mengisi suara Doraemon.

Culture | Profile
Foto: Ist

Bagi Nurhasanah, beralih dari dubber di dunia radio ke televisi bukanlah perkara mudah. Pada sandiwara radio, imajinasi dan pendengaran adalah aspek utama, di mana ia harus menemukan intonasi yang tepat dari sebuah teks atau transkrip yang diberikan. Sementara pada dunia televisi, ia harus melihat ekspresi wajah tokoh-tokoh kartunnya selain juga harus membaca atau menghapalkan transkripnya. Pada tahun 2006, ia sempat berhenti mengisi suara Doraemon dan publik menyadari perubahan suara sang kucing ajaib dari masa depan tersebut. Sepertinya suara khas ”Hey, baling-baling bambu!” memang tak tergantikan. Setelah setahun penuh ia vakum, Nurhasanah kembali mengisi suara Doraemon hingga saat ini.

Post your comments on Facebook