Jika kamu sedang berjalan-jalan di area Kota Jakarta dan sekitarnya, pasti akan melihat pembangunan besar-besaran yang sedang dilakukan oleh pemerintah. Salah satunya disebut dengan proyek Mass Rapid Transit atau MRT yang merupakan sebuah proyek infrastruktur di Jakarta. Adapun proyek besar-besaran ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas yang luar biasa di wilayah Ibu Kota.

 

Perlu diketahui, konsep dari MRT Jakarta ini sebenarnya sudah dicetuskan sejak 40 tahun lalu. Studi kelayakan pertama kali dilakukan pada tahun 1990, sekitar 20 tahun lalu saat era Soeharto dan sekitar 15 tahun sejak Jepang menawarkan bantuannya pada Indonesia untuk bisa mengaplikasikan MRT. Setelah bertahun-tahun diperparah oleh kurangnya investasi infrastruktur di Jakarta dan kepadatan lalu lintas yang menyebabkan kemacetan total di beberapa ruas Jakarta, Joko Widodo yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jakarta di tahun 2012 bersemangat untuk membawa perubahan dan mendorong realisasi proyek ini.

MRT Jakarta siap beroperasi tanggal 24 Maret 2019

Setelah melewati proses pembangunan yang teramat panjang, proyek ini akhirnya sudah hampir rampung, bahkan banyak orang yang merasa bahwa MRT sudah bisa digunakan. Presiden Joko Widodo yang ditemui saat menjajal MRT pada Selasa (19/3/2019) kemarin mengatakan, MRT yang telah diuji coba publik ini siap beroperasi secara komersil pada Minggu besok, 24 Maret 2019.

Presiden juga akan melakukan groundbreaking untuk fase kedua, yakni Bundaran HI – Jakarta Kota pasca peresmian fase pertama, yakni Lebak Bulus – Bundaran Hotel Indonesia. Selanjutnya, pengembangan MRT ini akan terus dilakukan, termasuk kemungkinan mempercepat pembangunan rute barat-timur sampai mencakup Kota Tangerang Selatan.

MRT Jakarta
Foto: Ist

MRT melewati 13 stasiun di Jakarta

MRT ini rencananya akan menyediakan rute yang cukup panjang. Pada fase 1 ini kamu bisa menikmati MRT dengan rute 13 stasiun di antaranya, sebanyak 7 stasiun berada di atas (elevated) sepanjang 10 km dan 6 stasiun ada di bawah tanah (underground) sepanjang 6 km. Sehingga kamu tidak perlu khawatir lagi akan terjebak macet atau harus menempuh perjalanan dengan rute yang terlampau panjang.

Adapun beberapa stasiun yang akan dilewati jalur elevated antara lain stasiun Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Sementara jalur underground terdiri atas stasiun Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran HI.

MRT Jakarta
Foto: Ist

Tarif MRT di bawah Rp 12 ribu

Beberapa pihak merasa tarif MRT masih cukup tinggi sehingga banyak yang memutuskan untuk memilih naik kereta biasa ataupun menggunakan transportasi darat lainnya. Namun, Presiden Jokowi telah menyebutkan bahwa perkiraan tarif untuk MRT tidaklah terlalu mahal dan kamu masih tetap bisa menikmati perjalanan dengan waktu yang relatif cepat.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, tarif MRT atau yang juga dikenal dengan Moda Raya Terpadu ini masih dibahas di DPRD DKI Jakarta. Meski tarif dan subsidi belum ditetapkan, peresmian MRT Jakarta fase 1 Lebak Bulus – Bundaran HI akan tetap diresmikan oleh Presiden pada hari Minggu esok.

Menurut Anies, penumpang akan dikenai tarif dihitung berdasarkan jarak tempuh per stasiun sehingga tarif yang ditetapkan tidak flat. Anies juga menambahkan, saat ini masalah tarif yang hitungan kisarannya Rp 1.000 per kilometer itu tinggal menunggu finalisasi dan kesepakatan saja.

MRT Jakarta
Foto: Ist

MRT siap beroperasi selama 20 jam

MRT Jakarta yang bakal menjadi moda transportasi alternatif warga Ibu Kota ini rencananya akan beroperasi hingga 20 jam, sejak pukul 05.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh PT. MRT Jakarta terhadap sekitar 10.000 responden, transportasi ini akan melayani hingga 130.000 penumpang setiap harinya yang 65 persen menyebut siap pindah ke MRT Jakarta, 5,7 persen menolak, dan sisanya masih ragu.

MRT Jakarta
Foto: Ist

Oleh karena itu, pemerintah harus merilis dan membiarkan masyarakat merasakan sensasi perjalanan menggunakan MRT Jakarta ini terlebih dulu, sehingga mereka tahu apa kelebihannya serta bagaimana nyamannya menggunakan moda transportasi kekinian ini agar dapat meninggalkan mobil atau kendaraan pribadi untuk sehari-hari.

Post your comments on Facebook