Penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang di masyarakat tampaknya semakin sulit dikendalikan. Semakin gencar dilawan dan diberantas namun kenyataannya peredaran dan pemakaian narkoba semakin mendapatkan caranya tersendiri untuk tetap mampu menembus batas yang telah ditentukan oleh pihak berwajib. Lembaga negara selain pihak kepolisian seperti BNN (Badan Narkotika Nasional) pun terlihat ‘nyaris frustasi’ dengan gerakan ‘gerilya’ pengedar narkoba ini. Terbukti belakangan semakin banyak para pesohor tanah air, baik dari kalangan politisi dan selebriti ditangkap oleh kepolisian terkait penyalahgunaan narkoba.

Culture | Opinion
Foto : Ist

Menurut berbagai sumber menyebutkan bahwa sekitar 1,5% dari jumlah penduduk Indonesia saat ini tercatat sebagai pengguna dan pengedar narkoba. Dan sekitar 40 orang dalam setiap harinya meninggal dunia akibat penyalahgunaan narkoba serta sekitar 70% dari jumlah diatas berakhir di Rumah Tahanan (Rutan) sebagai narapidana.

culture|opinion
Foto : Ist

Lantas sebenarnya apa faktor yang kerap menjerat seseorang masuk dalam perangkap narkoba? Berikut ini Wanita.me akan menguraikan dua faktor yang mampu membuat seseorang terperangkap dalam jeratan narkoba dari sudut pandang sosial ekonomi, khusus untuk Anda.

Faktor ekonomi. Faktor ekonomi seringkali menjadi kambing hitam atas kejahatan apapun, termasuk dalam kasus penyalahgunaan narkoba. Dengan kata lain, mereka yang bertindak sebagai pemakai, pengedar, kurir, pemasok maupun sebagai bandar narkoba didorong oleh kondisi ekonomi mereka yang rendah. Karena seperti diketahui penghasilan dari penjualan narkoba sangat menggiurkan.

Faktor sosial. Faktor sosial ternyata memiliki peringkat kedua terbanyak setelah dorongan faktor ekonomi. Lapisan masyarakat yang berasal dari kalangan politisi, selebriti, pelajar dan kalangan profesional terbukti mampu terjerat dalam lingkaran penyalahgunaan narkoba. Salah satu alasan mereka menggunakan narkoba untuk menjaga berat badan, menjaga stamina bahkan alasan pergaulan dan sebagainya.

Lingkungan dan pergaulan sangat mempunyai pengaruh yang besar terhadap kepribadian dan moral seseorang. Sebab baik buruknya seseorang bisa terlihat bagaimana lingkungannya dan pergaulannya. Misalnya, mengapa seseorang seringkali terjebak narkoba dari sudut pandang lingkungan. Bisa jadi karena alasan salah pergaulan atau sekedar ikut-ikutan supaya dianggap ‘gaul’ oleh kelompoknya.

Ketika seseorang pada tahap ingin dianggap ‘gaul’ ini peredaran dan penyalahgunaan narkoba di masyarakat sudah memasuki fase sangat mengkhawatirkan. Sebab menurut beberapa pihak, kejahatan yang satu nyaris dianggap menjadi sebuah ‘budaya’ akibat terlalu banyak memakan korban. Dimana menurut defenisi, budaya merupakan sesuatu yang terjadi berulang kali dan disepakati oleh berbagai kalangan. Dan penyalahgunaan narkoba ‘nyaris’ masuk dalam kategori ini. Yakni disalahgunakan oleh sebagian besar orang walaupun tidak semua sepakat ini sesuatu yang dibenarkan.

Culture | Opinion
Foto : Ist

Bagi para korban yang sudah terjerat dalam lingkaran narkoba, selalu ada cara untuk keluar dari perangkap tersebut. Sangat banyak artikel yang membahas bagaimana kiat-kiat sukses untuk sembuh dari penggunaan narkoba, salah satunya dengan rehabilitasi dan bantuan tenaga medis untuk mengeluarkan sisa-sisa zat beracun dari dalam tubuh. Walaupun terasa sulit tapi bisa dilakukan dengan dorongan besar dari diri sendiri untuk tidak merusak karunia Tuhan akan tubuh yang sehat, kasih sayang keluarga dan orang-orang terdekat serta keluar dari lingkungan yang sebelumnya. Semoga generasi muda bangsa Indonesia semakin bijak menyikapi akan penyalahgunaan narkoba.

Post your comments on Facebook