Beberapa hari terakhir ini kita dikejutkan dengan adanya fenomena alam terjadinya hujan es di kabupaten Magelang. Fenomena hujan es yang terjadi selama 10 menit ini lumayan mengagetkan masyarakat.

Menurut Hary Tirto Djatmiko dari Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyebut telah menerima laporan tentang hujan es tersebut. Beliau juga menjelaskan bahwa fenomena hujan es merupakan fenomena yang alamiah.

Culture | opinion
Foto : Ist

Sebenarnya fenomena hujan es bukanlah hal yang langka atau pertama kalinya terjadi di Indonesia. Karena sebelumnya sudah pernah terjadi di daerah lain. Bandung, Banjarnegara, Medan, Madiun, Sumatera Barat, bahkan di Surabaya yang memiliki cuaca panas pernah terjadi hujan es ini dan memicu kerusakan yang cukup parah.

Terjadinya fenomena alam ini sebenarnya bisa diprediksi. Jadi masyarakat bisa lebih waspada sebelum terjadi. Biasanya 2-3 hari sebelum terjadinya hujan es ini cuaca terasa sangat panas dan gerah kemudian turun hujan deras disertai dengan angin kencang bahkan puting beliung. Indikasi terjadinya hujan es biasanya sangat singkat, antara 1- 5 menit dan paling lama 10 menit seperti terjadi di Magelang. Itupun kasus yang sangat jarang terjadi.

Culture |opinion
Foto : Ist

Proses terjadinya hujan es ini seperti hujan pada umumnya tetapi berbeda dengan terjadinya hujan salju. Meskipun keduanya sama- sama materialnya es. Salah satu perbedaannya, hujan salju hanya bisa turun di wilayah tinggi dan di negara empat musim. Sedangkan hujan es dapat terjadi di daerah tropis dan tentu saja dari bentuknya sudah jelas untuk berbeda.

Terus apa yang membedakan hujan es ini dengan hujan pada umumnya. Sebenarnya semua berasal dari air laut yang menguap kemudian terbawa oleh angin. Hanya saja hujan es terjadi karena adanya awan Cumulo Nimbus yang berada di ketinggian lebih dari 5km dan memiliki suhu 00 C. Padahal ketinggian awan yang membentuk hujan biasanya hanya sampai 1-3 km saja. Pada ketinggian lebih dari 5km inilah, massa uap air mengalami penurunan suhu yang cukup dingin sehingga mengkristal seperti es.

Culture | opinion
Foto : Ist

Fenomena hujan es tidak berbahaya jika besarnya hanya seperti batu kerikil. Namun, kalau sekepalan tangan tentu saja hujan es tersebut sangat berbahaya untuk siapa saja. Jadi ketenangan dan penanganan situasi yang baik sangat dibutuhkan saat terjadi fenomena hujan es ini.

Post your comments on Facebook