Patung mahakarya Garuda Wisnu Kencana atau yang sering disingkat dengan GWK ini akhirnya rampung setelah 28 tahun. Peresmian GWK sebagai landmark pariwisata baru di Pulau Dewata pada hari Sabtu (48/2018) lalu ini ditandai dengan pagelaran Swadharma Ning Pertiwi, di kawasan Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Bukit Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Living | travel
Foto : Ist

I Gde Pitana selaku Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementrian Pariwisata menyatakan, Kementrian Pariwisata menyambut baik serta mengapresiasi tuntasnya pembangunan patung GWK dan Taman Budaya GWK yang ada di Pulau Dewata ini. Menurutnya, patung GWK ini akan memberi manfaat terhadap Bali dan Indonesia, khususnya dalam bidang pariwisata. Patung yang merupakan mahakarya seni budaya Bali ini memiliki kesinambungan modernitas dengan budaya tradisional sehingga kehadirannya akan selalu diburu wisatawan.

Bagi penggagas sekaligus pembuat patung Garuda Wisnu Kencana, Nyoman Nuarta, pergelaran seni Swadharma Ning Pertiwi yang melibatkan sederet seniman ternama Bali seperti Dira Sugandi hingga I Ketut Rina ini menjadi penghargaan tersendiri bagi 120 seniman yang mengerjakannya. Pertunjukkan pun semakin megah dan mempesona dengan kehadiran 100 orang penari yang memberi suguhan pertunjukan karya seniman teater Wawan Sofwan.

Living | travel
Foto : Ist

Pertunjukan kolosal ini menceritakan tentang kisah pertemuan    antara Dewa Wisnu dan Garuda. Para penari beraksi dengan api yang disimbolkan sebagai semangat dan kegigihan untuk mencerminkan keteguhan Nyoman Nuarta dalam membangun GWK.

Acara peresmian GWK pun kian seru dengan suguhan video mapping yang menampakkan kemegahan patung GWK saat disorot cahaya berwarna-warni dari 16 proyektor laser. Video mapping ini menjadi pengingat bahwa teknologi sangat berperan, apalagi teknologi digital semakin menjadi kebutuhan masyarakat kekinian. Dengan diterapkannya metode ini pada strutktur bangunan GWK, maka jelas akan menjadi sebuah sinergi yang luar bisa menarik. Apalagi, GWK sendiri bertumpu pada akar tradisi namun, menerapkan teknologi kontruksi modern.

Dengan hadirnya GWK, pariwisata Bali semakin lengkap dan menjadi luar biasa. Tak hanya mengandalkan pariwisata berbasis alam dan budaya saja, tapi juga pariwisata kreativitas manusianya. Banyak pihak pun yakin, GWK akan menjadi identitas baru bagi Bali dan Indonesia, seperti halnya Brazil dengan patung Christ the Redeemer ataupun New York yang sangat dikenal dengan patung Liberty.

Post your comments on Facebook