Gabriel Garcia Marquez merupakan salah satu sastrawan kontemporer ternama. Karya-karyanya telah menjadi bacaan populer di seluruh dunia. Dia juga dikenal sebagai tokoh utama salah satu gaya sastra yang dinamakan realisme magis, sebuah gaya yang mengutamakan realita di satu sisi dan menekankan elemen-elemen magis di sisi yang lain. Tidak sedikit karya-karyanya yang dijadikan fokus studi sastra dan bacaan wajib di sekolah. Atas segala pencapaiannya, hari ini Google mengapresiasi Gabriel dalam Google Doodle.

Culture | Profile
Foto: Ist

Bernama lengkap Gabriel José de la Concordia García Márquez, sepanjang hidupnya dia dikenal sebagai seorang novelis, jurnalis dan aktivis politik Kolombia. Pada tahun 1960-1970’an, Gabriel sangat kritis terhadap situasi politik di negaranya. Atas simpatinya terhadap sejumlah kelompok aktivis revolusioner di Amerika Latin, Gabriel akhirnya bersahabat dengan Fidel Castro, Presiden Kuba yang menjadi bahaya laten bagi Amerika Serikat. Kemudian pada tahun 1980’an, Gabriel beberapa kali menjadi fasilitator dalam sejumlah perundingan antara pemerintah Kolombia dan kelompok gerilya. Akibat kegiatan aktivisnya, Gabriel sempat dituduh mendukung kelompok gerilya pemberontak oleh pemerintah Kolombia meskipun pada akhirnya tuduhan tersebut tidak pernah terbukti. Sementara atas karya-karyanya, baik dalam bentuk novel, cerita pendek dan tulisan lainnya, pada tahun 1982 Gabriel dianugerahi Nobel Sastra.

Dalam karya-karyanya, kisah yang paling sering ditemukan dalam novel Gabriel adalah mengenai umur dan kematian. Beberapa studi atas karya-karyanya mengatakan bahwa Gabriel memiliki pandangan yang sangat dalam tentang degenerasi kehidupan. Di balik itu semua, Gabriel juga menyertakan pandangan optimis di mana desire to live dapat mengatasi banyak hal dalam hidup. Salah satu contohnya adalah pada novel One Hundred Years of Solitude (1967).

Culture | Profile
Foto: Ist

Novel tersebut merepresentasikan mitos dan kenyataan secara unik. Dikisahkan tujuh generasi keluarga Buendia di kota Macondo yang setiap generasinya dikunjungi hantu. Macondo yang sepertinya terisolir dari dunia luar pada akhirnya terekspos dengan Kolombia dan terlibat dalam drama politik hingga peperangan. ‘Hantu’ dalam novel tersebut merupakan representasi masa lalu yang selalu menggentayangi keluarga Buendia, sedangkan keluarga Buendia justru adalah ‘hantu’ sebenarnya yang terealisasi dan asing dari dunia luar yang pada akhirnya hilang dari sejarah. Kisah tujuh generasi keluarga Buendia merupakan kritik untuk pemerintah Kolombia yang dianggap Gabriel tidak pernah belajar dari sejarah.

Culture | Profile
Foto: Ist

Di umurnya yang ke 87 tahun, pada tahun 2014 Gabriel Garcia Marquez meninggal dunia karena pneumonia. Bahkan, berita berpulangnya sastrawan yang memiliki nickname Gabo ini menjadi trending topic di media sosial. Pada tahun 1999, Gabriel divonis menderita kanker kelenjar getah bening yang kemudian memotivasinya untuk menulis otobiografinya sendiri. Salah satu karyanya yang telah diadaptasi ke film adalah Love in the Time of Cholera (2007) berdasarkan novel dengan judul yang sama yang ditulisnya pada tahun 1985. Beberapa karyanya yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia adalah Tumbangnya Seorang Diktator (1992), Klandestin di Chile (2002), Seratus Tahun Kesunyian (2003) dan Sang Jenderal dalam Labirinnya (2005).

Post your comments on Facebook