Kawasan destinasi Geopark Ciletuh Palabuhanratu (GCP) kini resmi menjadi geopark pertama di Jawa Barat. Proses pengakuan oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) terhadap Geopark Ciletuh Palabuhanratu yang terletak di Kabupaten Sukabumi dinilai sangat cepat. Hanya berjarak sekitar tiga tahun sejak menjadi geopark nasional. Seperti yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan atau sering disapa dengan panggilan Aher pada hari Minggu (15/04/2018) lalu, bahwa pihak UNESCO yang berkedudukan di Paris itu menghubungi dirinya terkait Geopark Ciletuh melalui pesan singkat.

Tahun ini, Indonesia dinobatkan mendapatkan dua pengakuan atas geopark sebagai geopark Internasional dari UNESCO, yakni Geopark Ciletuh Palabuhanratu di Sukabumi dan Geopark Rinjani Nusa Tenggara Barat (NTB).

Culture | Events
Foto: Ist

Untuk penyerahan sertifikat UNESCO Global Geopark (UGG) menurut rencana akan diberikan pada sidang berikutnya di Paris, Prancis pada bulan September 2018 mendatang. Masih menurut Aher, biasanya proses penetapan geopark oleh UNESCO membutuhkan waktu sekitar 10-15 tahun. Namun berbeda dengan Geopark Ciletuh hanya memakan waktu lebih kurang 3 tahun.

Tentu saja kabar gembira ini menjadikan masyarakat Sukabumi harus terus melakukan penataan secara terus menerus pada rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan rencana detail tata ruang (RDTR). Pengakuan oleh UNESCO tersebut disambut antusias oleh ribuan wisatawan dan masyarakat Sukabumi yang membaur dengan mengadakan berbagai kegiatan dan pementasan di kawasan GCP. Kegiatan yang berlangsung di pesisir pantai Palangpang, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, diisi dengan aktivitas seperti parade mobil VW, penanaman pohon di kawasan GCP. Tidak hanya itu, berbagai kesenian budaya lokal turut memeriahkan acara di sekitar kawasan tersebut seperti parade makanan lokal. Dan yang tidak kalah menariknya ialah acara atraksi paralayang oleh para puluhan atlet paralayang.

Culture | Events
Foto: Ist

Menurut Gubernur Aher, desain kawasan ini dilakukan dengan baik supaya kawasan Geopark Ciletuh tumbuh menjadi sarana yang terlihat indah dan nyaman. Di sela-sela acara Geopark Ciletuh Palabuhanratu Fun Day Towards UNESCO Global Geopark di pesisir pantai Palangpang lalu, lebih lanjut Aher menambahkan akan membangun sarana umum seperti hotel, rumah ibadah, pertokoan, toilet dan sebagainya. Bahkan terlontar pula wacana untuk pembangunan bandara guna memudahkan masyarakat untuk berkunjung ke geopark. Alasannya karena jarak tempuh untuk sampai ke geopark dari bandara bila menggunakan jalur darat sekitar 1-2 jam perjalanan.

Sementara Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Sukabumi, Ning Wahyu, menyatakan kesiapan dan dukungan terhadap keberadaan geopark Ciletuh dengan menggagas kegiatan wisata dan edukasi pada masyarakat terutama untuk mempromosikan Ciletuh. Diharapkan dengan resminya kawasan GCP mampu mendorong percepatan peningkatan ekonomi kerakyatan sekitar dan mendorong multi efek ke arah yang lebih positif.

Post your comments on Facebook