Untuk Anda para penggemar music bergenre hard rock, nama band Van Halen pasti akan muncul dalam daftar pertama band favorit.

Alasannya, karena lagu-lagu Van Halen sangat legendaris, rumit dimainkan, dan dengan melodi gitarnya yang mempunyai ciri khas sendiri. Dibalik nama mereka, terdapat dua nama besar dimana nama band tersebut di ambil dari nama Eddie Van Halen, dan Alexander Van Halen. Mereka berdua merupakan kakak beradik.

Dalam artikel ini, wanita.me akan membahas tentang Eddie Van Halen, yang merupakan pencetus musik rock khas Van Halen. Gitaris band rock ini mengurai kisah perjalanan hidupnya dengan berimigrasi dari berbagai belahan negara. Ia menceritakan kisah perjalanannya sampai menjadi gitaris ternama dunia bersama dengan bandnya, Van Halen.

Edward Lodewijk “Eddie” Van Halen adalah seorang imigran Belanda yang lahir di Belanda, 26 Januari 1955, dan datang ke Amerika Serikat saat berusia tujuh tahun. Banyak orang mengira ia terlahir sebagai bintang rock. Tetapi, tidak begitu kisahnya, Eddie menyusuri jalan kehidupan yang berliku pada masa kecilnya.

Keluarga Van Halen berimigrasi ke California pada tahun 1962 dan membawa mimpi tinggal di ‘tanah terjanji’. Ayahnya merupakan musisi yang juga bekerja sebagai seorang cleaning service, dan ibunya yang keturunan Indonesia bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Keluarga Van Halen tinggal dalam sebuah rumah bersama dengan tiga keluarga lainnya.

Keluarga mereka datang ke Amerika hanya dengan membawa uang 50 dollar AS dan sebuah piano. Mereka datang dari belahan dunia lain tanpa uang, tanpa pekerjaan, tanpa tempat tinggal, dan tidak bisa berbicara Bahasa Inggris. Di dalam sebuah kesempatan lain, Eddie pernah menceritakan bahwa ibunya, Eugenia Van Beers, berasal dari Rangkasbitung, Banten. Dan ayah Eddie, Jan Van Halen, bertemu dengan Eugina di Indonesia, pada masa penjajahan Belanda.

Gitaris Terbaik Dunia, Eddie ‘Van Halen’ Berdarah Eropa-Asia (Indonesia)
Keluarga Van Halen

Eddie sempat mendapat perlakuan diskriminatif karena ia merupakan keturunan Eropa-Asia (Indonesia). Perlakuan tersebut ia dapat saat bersekolah di Amerika. Sekolah pertamanya saat itu masih memisahkan murid kulit putih dan kulit berwarna. Ia dianggap warga kelas dua saat itu, sama saja ia disamakan dengan orang-orang kulit hitam. Dan saat itu merupakan hal tersulit yang bisa ia terima.

Yang menyelamatkan kehidupan mereka adalah karena sang ayah merupakan seorang musisi dan lambat laun bertemu dengan musisi lain dan mengisi acara perkawinan saat akhir pekan, dan mengisi acara apa pun untuk menghasilkan uang. Keluarganya sangat senang bermain musik, bahkan saat mereka masih kecil, Eddie dan Alex bermain dengan panci dan wajan saat sang ayah berlatih music.

Eddie tidak pernah belajar membaca not balok, walau begitu ia memiliki pendengaran yang tajam. Baginya, ia diberkahi telinga yang bagus, dan ia harus melihat jari-jarinya bergerak pada gitar. Dan ia tidak pernah bisa bermain gitar secara bagus di dalam kegelapan, ia harus melihat jari-jarinya.

Gitaris Terbaik Dunia, Eddie ‘Van Halen’ Berdarah Eropa-Asia (Indonesia)
Eddie Van Halen, Gitaris Terbaik Dunia

Pada tahun 1974 Eddie membentuk salah satu band rock yang paling populer di masanya bersama dengan Alexander Arthur “Alex” Van Halen (kakak Eddie), Michael Anthony, dan David Lee Roth. Dan band tersebut diberi nama ‘Van Halen’ diambil dari nama keluarga Eddie dan Alex. Lagu-lagunya yang populer yaitu, “Jump” dan “Why Can’t This Be Love”.

 

 

Gitaris Terbaik Dunia, Eddie ‘Van Halen’ Berdarah Eropa-Asia (Indonesia)
Band Lagendaris ‘Van Halen’
Gitaris Terbaik Dunia, Eddie ‘Van Halen’ Berdarah Eropa-Asia (Indonesia)
Band Legendaris ‘Van Halen’

Tahun 1977 Van Halen pernah dikontrak oleh Warner Brothers di dalam tren musik punk dan disco, tetapi Eddie merasa aneh dengan aliran tersebut. Dan untuk menjaga warna musik Van Halen tetap relevan, band tersebut bersikeras tidak mengikuti tren zaman, dan tetap orosinil untuk kualitas genre band mereka.

Post your comments on Facebook