Pada bulan Oktober tahun lalu, Gucci mengumumkan bahwa rumah modenya tidak akan lagi menggunakan bulu sebagai bahan produk busananya. Hal tersebut merupakan bagian dari rencana 10 tahun Gucci untuk mewujudkan rancang busana berkelanjutan (sustainable fashion). Rencana tersebut meliputi tiga pilar, yaitu lingkungan, manusia dan inovasi. Penghentian penggunaan bulu merupakan implementasi pilar pertamanya. Kali ini, untuk mengimplementasikan pilar keduanya, Gucci meluncurkan situs Gucci Equilibrium sebagai sarana komunikasi bagi sekitar 13.000 pegawainya yang mendedikasikan 1 persen waktu kerjanya bagi komunitas setempat.

Fashion | Trends
Foto: Ist

Marco Bizzarri, CEO Gucci, mengungkapkan bahwa rencana mengimplementasikan ide sustainable fashion harus ditopang oleh komitmen dari pihak eksternal maupun internal perusahaan, sebagaimana dikutip dari WWD (05/06). Untuk itu, website Gucci Equilibrium akan menjadi platform komunikasi internal perusahaan. Bagi Marco, apabila setiap pegawainya terlibat, maka Gucci secara langsung telah berkontribusi terhadap program sustainable fashion dalam skala global.

Dalam mengimplementasikan pilar pertamanya, Gucci menetapkan target ketelusuran bahan mentah sebesar 95 persen. Artinya, Gucci memiliki program untuk menerapkan sistem produksi ‘tanpa bahan sisa’. Program tersebut berfokus pada alat produksi penyamak kulit yang diharapkan dapat mengurangi kulit sisa dalam proses manufakturnya.

Melalui Gucci Equilibrium, Marco menuturkan sebuah filosofi bahwa kita tidak dapat menyelamatkan dunia melalui jalan pintas, terlebih seorang diri. Gucci akan mengimplementasikan pilar keduanya, yaitu ‘manusia’, dengan memulai misi ini dari hal-hal kecil. Sebagai contoh, Gucci Equilibrium menyertakan fitur “I was a Sari”, sebuah social enterprise yang diusung oleh Stefano Funari, seorang desainer asal Italia, untuk mereproduksi kain sari di Mumbai, India. Stefano melibatkan kaum marjinal, khususnya wanita, dalam proses produksinya. Gucci, dalam hal tersebut melibatkan sumber daya manusianya untuk mengajarkan teknik-teknik rancang busana.

Fashion | Trends
Foto: Ist

Selain itu, kini Gucci sedang menjalankan kampanye yang mendukung pemberdayaan wanita atas dasar keragaman dan inklusifitas melalui program “Chime for Change” bersama inisiatornya Salma Hayek dan Beyonce. Gucci mendonasikan $1 juta kepada BeyGood4Burundi, sebuah inisiasi Beyonce untuk menyediakan air bersih di beberapa daerah di Burundi, Afrika. Inisiasi tersebut melibatkan UNICEF USA. Marco menambahkan bahwa masa ini adalah masa kritis bagi lingkungan dan setiap pihak dapat memainkan perannya sebagaimana termaktub pada UN Global Goals dan Paris Climate Agreement.

Post your comments on Facebook