Band legendaris Guns N’ Roses hadir mengobati kerinduan penggemarnya di Indonesia melalui konser bertajuk Not in This Lifetime di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (8/11/2018). Pasalnya, penampilan para pentolan band seperti Axl Rose dan Saul Hudson alias Slash memang sudah lama tidak disaksikan secara langsung sejak bertahun-tahun lalu.

Dalam konser tersebut, Axl Rose dan Slash terlihat tampil ikonik, sama seperti tiga dekade silam saat menjelma menjadi bintang  rock yang diperhitungkan belantika musik dunia. Malam itu, Axl tampil mengenakan cowboy boots berwarna cokelat dengan motif kulit ular yang dipadukan celana ripped jeans. Ia juga terlihat mengenakan kaus serta flanel yang diikat di pinggangnya, serta aksesori lainnya seperti scarf, cincin, dan kalung.

Penampilan Axl Rose terlihat sedikit berubah saat membawakan lagu November Rain. Kali itu, ia menggunakan jaket kulit berwarna merah dan putih yang disisipi logo bintang di bagian lengannya. Diketahui, Axl Rose mengganti kostum sebanyak tujuh kali selama penampilannya. Sementara sang gitaris, Slash berpenampilan tak jauh berbeda seperti pada awal mula namanya dikenal publik. Ia tampil mengenakan scarf hitam menggantung di kantung celana kulit yang penuh dengan tambalan, dipadu dengan sepatu Converse All Star Chuck Taylor Leather hitam dan kaus tanpa lengan. Tak hanya itu saja, ia juga mengenakan kaca mata aviator dan topi bundar khasnya.

Culture | event
Foto : Ist

Sang vokalis membuka konsernya dengan menyanyikan lagu It’s so Easy. Namun, Axl mulai tampak kerepotan mengatur napasnya ketika menyanyikan lagu ketiga yang berjudul Chinese Democrazy. Begitu juga halnya saat membawakan beberapa lagu andalan lainnya, vokalis berusia 56 tahun ini napasnya terdengar tak seprima dulu. bahkan, tidak terlihat lagi aksi lincahnya yang kerap berlari ke kanan dan kiri panggung. Suara melengking khas Axl Rose juga tidak terdengar lagi. Meski demikian, Axl Rose tetaplah vokalis yang patut diperhitungkan, lantaran saat masa keemasannya dulu, Axl bisa menyanyikan satu lagu dengan tiga suara berbeda seperti yang ia lakukan saat menggelar tur di beberapa negara pada tahun 1992 silam.

Sweet Child O’ Mine menjadi salah satu lagu andalan Guns N’ Roses yang berhasil menggetarkan SUGBK. Lagu yang menjadi  bagian dari album Apetite for Destruction di tahun 1987 itu mampu menghipnotis para penonton. Lantunan melodi dari Slash menjadi jembatan awal lagu ini dinyanyikan serentak oleh puluhan ribu penonton sambil bergoyang. Diketahui, lagu ini tercipta secara tak sengaja ketika Slash sedang memainkan melodi manisnya secara berulang-ulang, saat berada di salah satu homebase Guns N’ Roses di Hollywood East pada tahun 1986. Izzy Stradlin, mantan gitaris Guns N’ Roses pun mengiringi melodi tersebut dengan chord sederhana. Esoknya, ketika sedang latihan, Ax yang sempat mendengarkan permainan melodi itu, meminta agar mereka kembali memainkannya dan terciptalah lagu legendaris Sweet Child O’ Mine.

Culture | event
Foto : Ist

Dalam konser tersebut, Slash juga sempat memberikan kejutan bagi para penggemarnya. Ia tak segan menunjukkan kepiawaiannya dalam membawakan lagu tema film The Godfather yang berjudul Speak Softly, Love secara solo. Tentu saja, kejutan itu lantas membuat para penonton terhanyut dalam alunan melodi gitar yang ia mainkan. Lagu tersebut populer pada tahun 1972 silam seiring dengan meledaknya film The Godfather di pasaran. Tentunya, lagu ini mengajak penonton kembali nostalgia dengan sosok Don Corleone, karakter bos mafia ciptaan Mario Puzo. Selama konser berlangsung, Slash tidak hanya membawakan lagu ini secara solo, tapi juga Johnny B Goode milik Chuck Berry.

Paradise City  menjadi lagu terakhir Guns N’ Roses malam itu disertai dengan pemberian hormat ke arah penonton, sambil bergandengan tangan. Axl Rose dan personil lainnya menyanyikan lagu tersebut setelah encore lagu Patience, Don’t Cry, dan The Seeker dibawakan. Sang gitaris, Slash lalu melemparkan beberapa pick gitarnya ke arah penonton sebagai kenang-kenangan, disusul oleh Axl Rose yang secara spontan juga melemparkan mikrofonnya.

Post your comments on Facebook