Setelah lima tahun vakum dari dunia rekaman, pada akhir bulan lalu Avril Lavigne kembali merilis single berjudul Head Above Water. Penyanyi asal Kanada yang merintis karirnya sejak tahun 2002 melalui mega hits-nya Complicated tersebut mengungkapkan bahwa lagu terbarunya ini merupakan bentuk optimisme dalam menghadapi penyakitnya.

Culture | Music
Foto: Ist

Pada tahun 2014, di tengah-tengah turnya, Avril memeriksakan dirinya ke dokter karena ia merasa fisiknya mudah lelah dan selalu mengantuk. Ia bahkan sulit bangun dari tempat tidur karena selalu merasa letih. Dokter kemudian memvonis bahwa ia menderita Lyme Disease, suatu penyakit menular pada manusia dan hewan dengan perantara kutu sebagai pembawa bakteri. Penyakit tersebut dapat mematikan karena mempengaruhi kinerja syaraf, otot dan jantung.

Avril kemudian menutup diri untuk menjalani pengobatan sekaligus tenggelam dalam depresi. Pada tahun 2015, di acara televisi Good Morning America, Avril secara tidak sengaja menceritakan bahwa ia sedang menderita Lyme Disease dan kemudian terisak menangis. Meskipun sempat menyesali telah memberitahu penyakitnya kepada publik, Avril kemudian merasa bertanggungjawab sebagai seorang figur untuk berbagi pengalaman dan informasi mengenai penyakit tersebut.

Inspirasi untuk menulis lagu “Head Above Water” datang ketika dalam depresinya, ia merasa seperti sedang tenggelam menunggu kematian dan berharap agar Tuhan memberikan kekuatan kepadanya. “Saya berharap lagu ini dapat menginspirasi semua orang, karena kita semua memiliki masalah tersendiri yang harus kita hadapi,” ungkap Avril di wawancara video Billboard (23/10). “Hal positif yang dapat saya ambil dari penyakit ini adalah bahwa saya memiliki waktu untuk berkontemplasi, tidak lagi memikirkan tur dan studio. Ini adalah ‘cuti’ pertama saya dalam bermusik sejak umur 15 tahun.”

“Head Above Water” memang sangat berbeda dari karya-karya Avril sebelumnya. Selain liriknya yang memang berhubungan erat dengan pengalaman personalnya, konsep video klip dan busananya pun memperlihatkan kedewasaan seorang Avril Lavigne yang sejatinya memasuki usia motherhood. Uniknya, musik, lirik dan konsep video klipnya terasa alami sehingga para penggemar tidak merasa canggung dengan karya barunya ini. Video klip “Head Above Water” yang diunggah via YouTube pada tanggal 27 September 2018 hingga saat ini telah disaksikan oleh lebih dari 33 juta pemirsa.

Culture | Music
Foto: Ist

Selain merilis single, Avril juga menggalakkan tagar #HeadAboveWater di media sosial dan juga menjual kaos bertagar tersebut. Seluruh dana yang terkumpul akan dimanfaatkan oleh yayasan yang didirikannya, Avril Lavigne Foundation, untuk membantu para penderita Lyme Disease sekaligus menyusun pendanaan level internasional untuk membantu penderita lain di seluruh dunia yang tidak dapat mengakses pengobatan penyakit tersebut. Avril Lavigne Foundation juga aktif mengadvokasi para penyandang disabilitas dan membuka pelayanan konseling.

Post your comments on Facebook