Mendengar keluh kesah seseorang yang membuatnya bersedih tentu akan memunculkan rasa empati pada diri kita. Berusaha menenangkan dengan memberikan semangat serta nasihat menjadi salah satu cara untuk menunjukkan rasa empati kita.

Namun, ternyata hal tersebut justru bukan yang mereka butuhkan. Memaksakan seseorang untuk tidak bersedih atas apa yang menimpanya dan tetap berpikir positif, sebenarnya bukanlah bentuk dari rasa empati. Hal tersebut dinamakan toxic positivity, tentu ini bukan hal yang baik karena justru akan memperkeruh suasana hati.

Nah, supaya tidak salah dalam mengartikan rasa empati, coba lakukan 5 hal ini untuk menghindari toxic positivity.

1. Jangan terlalu memaksakan seseorang untuk selalu bersemangat, berilah kesempatan untuk bersedih sejenak

Ketika melihat orang menangis karena masalah yang dihadapinya, biasanya kita akan memberi semangat dengan kalimat, “Menangis enggak bisa bikin masalahmu selesai. Ayo semangat!” Hal ini ternyata salah, karena sebenarnya tanpa diberi tahu pun mereka sudah paham mengenai hal itu.

Toxic Positivity
Foto: Ist

Sebaiknya kamu harus tahu bahwa menangis adalah salah satu cara untuk meluapkan rasa sedih yang dirasakan. Jangan memaksakan untuk bersemangat, berilah ruang untuk bersedih sejenak. Selama tidak berlarut-larut, dengan bersedih akan membuat hati terasa lebih lega.

2. Tidak selalu perlu solusi, terkadang yang dibutuhkan hanyalah dimengerti

Dalam menghadapi seseorang yang sedang bersedih, biasanya kita akan memperlihatkan rasa peduli kita dengan memberikan solusi atas masalah yang sedang dihadapi. Nah, yang perlu di pahami adalah bahwa tidak selamanya mereka membutuhkan hal itu. Sebaiknya, kamu cukup tunjukkan kepedulianmu dengan selalu ada di sisinya dan mengerti keadaannya.

Toxic Positivity
Foto: Ist

3. Dengarkan permasalahannya dengan baik dan jangan sekali-kali menghakiminya

Ketika seseorang menceritakan kesedihannya padamu, dengarkanlah ia dengan baik. Meski mungkin menurutmu permasalahan yang mereka hadapi hanya hal sepele, jangan sekali-kali mencoba untuk menghakiminya.

Toxic Positivity
Foto: Ist

Perlu kamu tahu bahwa rasa sakit itu bersifat relatif, mungkin yang menurutmu biasa saja tapi belum tentu dirasakan demikian oleh orang lain.

4. Cobalah untuk memahami situasi dan memaklumi perasaan sedihnya

Seseorang yang sedang menghadapi masalah biasanya akan tenggelam dalam kesedihannya. Kamu dapat menunjukkan rasa empati dengan berusaha memaklumi perasaan sedih mereka dengan berkata seperti ini, “Enggak apa-apa kecewa itu wajar kok,” atau “Kamu pasti sedih ya, menangis saja biar lega.”

Toxic Positivity
Foto: Ist

Sebab, beberapa orang justru akan merasa lebih baik jika kamu bisa memahami situasi dan memaklumi rasa sedih mereka.

5. Jangan menekannya untuk selalu bersikap positif

Ketika menghadapi orang yang sedang bersedih, hal penting yang perlu kamu tahu adalah bahwa tidak setiap orang dapat berlagak kuat dalam menghadapi masalahnya. Beberapa dari mereka justru mememerlukan ruang untuk meluapkan kesedihannya.

Jadi, jika kamu memaksakan seseorang untuk bersikap positif di tengah kesedihannya. Kamu justru akan membuat seseorang merasa tersiksa karena harus menutup-nutupi kesedihannya dengan berpura-pura tidak terjadi apa-apa.

Toxic Positivity
Foto: Ist

Meskipun salah satu cara untuk menunjukkan kepedulian, tapi toxic positivity lebih baik dihindari karena saat seseorang sedang bersedih hal ini justru akan membuat mereka terasa terhakimi. Mulai sekarang cobalah untuk menunjukkan rasa empati dengan benar, jangan sampai niat baikmu jadi salah arti. Semoga bermanfaat.

Post your comments on Facebook