Akhir pekan menjadi waktu yang paling tepat untuk mengajak keluarga nonton film di bioskop. Salah satu pilihan tepat yang bisa Anda pilih adalah film animasi terbaru produksi Dreamworks, How to Train Your Dragon: The Hidden World. Film yang menampilkan karakter utama bernama Hiccup ini telah dirilis di Indonesia sejak Sabtu (5/1/2019) lalu.

 

Sekuel How to Train Your Dragon yang ketiga ini mengangkat kisah Hiccup, kepala suku Viking di Berk yang berupaya menyelamatkan para naga dari pemburu. Hiccup dan teman-temannya menyusun rencana untuk mengadapi para pemburu yang menggemparkan seisi Berk. Tak ketinggalan pula, si naga hitam yang setia menemani Hiccup, Toothless.

How to Train Your Dragon
Foto: Ist

Di tengah konflik yang berkecamuk, Hiccup dan teman-temannya berusaha mencari tempat aman untuk seluruh rakyat Berk, serta para naga. Sementara itu, Toothless justru tak sengaja bertemu dengan naga betina bernama Light Fury yang mengantarnya ke Hidden World alias dunia tersembunyi. Tempat itulah yang nantinya menjadi hunian paling aman bagi para naga karena tak diketahui oleh manusia.

Film How to Train Your Dragon: The Hidden World ini tak hanya menyajikan animasi yang apik saja, tapi juga menyimpan pesan moral yang secara tidak langsung mengajarkan anak beberapa hal penting bagi kehidupan. Apa saja? Berikut ulasannya.

Menjunjung tinggi pentingnya nilai kekeluargaan

Pada beberapa adegan film How to Train Your Dragon, Hiccup selalu mengenang nasihat-nasihat sang ayah. Ayah Hiccup yang saat itu merupakan kepala suku seringkali mengingatkan, bahwa cinta pada keluarga adalah hal paling penting dan lebih dari apapun dalam hidup ini. Hiccup juga selalu mendiskusikan setiap langkah dan strateginya kepada sang ibu, Valka. Hiccup pun menganggap bahwa bahwa seluruh rakyat Berk adalah keluarganya, termasuk Toothless, si naga.

How to Train Your Dragon
Foto: Ist

Setiap keluarga pasti memiliki nilai yang ditanamkan dalam keluarganya secara turun-temurun yang disebut sebagai nilai kearifan keluarga. Umumnya, ada delapan nilai kearifan keluarga yang dikenal di Indonesia. Menurut Prof. Dr. Paulus Wirustomo, sosiolog dari Universitas Indonesia, delapan nilai kearifan keluarga itu adalah cinta kasih, kejujuran, saling percaya, sopan santun, toleransi, keharmonisan, kemandirian, dan kebersamaan.

Mengajarkan tentang kekompakan

Hiccup memiliki tim yang solid dan senantiasa kompak, meski saat di area tempat tinggalnya, mereka cenderung memiliki konflik tersendiri. Namun, ketika bertemu musuh di medan perang, mereka justru kompak dan saling melindungi satu sama lain.

Dikutip dari Humanium, kekompakan merupakan hal yang abstrak jika dijelaskan pada anak, tetapi anak bisa mempelajari itu dari banyak hal. Misalnya, memecahkan masalah dalam tim, menggalang dana untuk orang-orang yang membutuhkan, atau bisa juga dengan membersihkan lingkungan bersama.

How to Train Your Dragon
Foto: Ist

Menghargai sesama makhluk Tuhan

Melalui film How to Train Your Dragon, Hiccup berhasil mematahkan statement, bahwa manusia adalah makhluk superior di antara makhluk lainnya di muka bumi ini. Hiccup merasa, keberadaan makhluk lain justru memberi keseimbangan dalam poros kehidupan. Hiccup bahkan bercita-cita menemukan tempat yang aman bagi para naga untuk tinggal dan tetap hidup bebas. Rasanya, hal tersebut sangat berkorelasi dengan isu lingkungan yang akhir-akhir ini kita hadapi di dunia nyata, bukan?

How to Train Your Dragon
Foto: Ist

Dilansir dari Metro Family Magazine, sebagai orangtua, Anda dapat mulai mengajarkan cinta alam dan lingkungan sedini mungkin pada anak. Ajarkan mereka cara merawat dan menghargai lingkungan di sekitarnya. Caranya cukup sederhana, ajarkan anak menanam tumbuhan sambil menjelaskan tentang pentingnya tumbuhan untuk keberlangsungan makhluk hidup. Selain tumbuhan, Anda juga bisa menjelaskan tentang hewan-hewan yang terancam punah beserta alasan yang mampu diterima oleh anak. Berlibur ke tempat penangkaran hewan, seperti gajah, lumba-lumba, dan penyu juga bisa menambah wawasan dan kecintaan anak terhadap semesta.

Post your comments on Facebook