Perayaan tahun baru Imlek yang tepat jatuh pada tanggal 28 Januari 2017 sudah mulai di persiapkan. Selain ikut terhanyut dalam euphoria kemeriahan menyambut tahun baru Imlek, pada tahun ini bertepatan dengan shio ayan api. Bagi kalian yang memiliki tahun lahir 12 tahun sebelumnya dan seterusnya merupakan orang yang bershio ayam. Masing-masing shio memiliki keberuntungan masing-masing pada tahun ini.

Tahun baru imlek merupakan perayaan terpenting bagi orang Tionghoa. Perayaan tahun baru Imlek di mulai di hari pertama bulan pertama ( dalam bahasa Tionghoa : pinyin : Zheng yue ) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh di tanggal ke limabelas ( pada saat bulan purnama ). Malam tahun baru Imlek di kenal sebagai Chuxi yang berarti “malam pergantian tahun”. Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek Imlek sangat amat beragam. Namun, semuanya banyak berbagi tema umum seperti perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta menyalakan kembang api. Meskipun penanggalan Imlek secara tradisional tidak menggunakan nomor tahun malar, penanggalan Tionghoa di luar Tiongkok seringkali dinomori dari pemerintahan Huangdi ( kaisar pertama yang menggunakan gelar tersebut ). Setidaknya sekarang ini sudah ada tiga tahun berangka 1 yang digunakan berbagai ahli, sehingga pada tahun 2009 masehi “Tahun Tionghoa” dapat jadi tahun 4707, 4706, atau 4646. Tahun Baru Imlek dijadikan sebagai hari libur besar untuk orang Tionghoa dan memiliki pengaruh pada perayaan tahun baru di tetangga geografis Tiongkok, serta budaya yang dengannya orang Tionghoa berinteraksi luas.

 

Di Indonesia sendiri terjadi pengesahan Tahun Baru Imlek sejak pemerintahan Soekarno. Pada tahun 1946, Presiden Soekarno mengeluarkan Penetapan Pemerintah tentang hari-hari besar umat beragama Nomer 2/OEM-1946. Pada pasal 4 peraturan itu menyebut tahun baru Imlek, hari wafatnya Konghucu ( tanggal 18 bulan 2 Imlek ), Ceng Beng ( membersihkan makam leluhur ), dan hari lahirnya Konghucu ( tanggal 27 bulan 2 Imlek ), sebagai hari libur.
Namun, kondisi berbalik setelah Orde Baru. Warga Tionghoa tak bisa mementaskan seluruh kebudayaannya di muka umum. Larangan ini tak lepas dari sengkarut politik di Tanah Air, setelah peristiwa G30S. Orde Baru khawatir keturunan Tionghoa akan menyebarkan paham komunis di Indonesia. Memang, pada masa Sukarno, Indonesia berkawan karib dengan China, sementara pada masa Orde Baru hubungan itu diputus. Hampir 33 tahun warga Tionghoa tak bisa merayakan kebudayaannya di depan umum. Angin segar kemudian datang setelah reformasi.

Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mencabut Inpres Nomor 14 Tahun 1967 yang melarang pementasan kebudayaan Tionghoa. Dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2000, Gus Dur mencabut Inpres Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat China. Pada 19 Januari 2001, Menteri Agama mengeluarkan Keputusan Nomor 13 Tahun 2001 tentang Penetapan Hari Raya Imlek sebagai Hari Libur Nasional Fakultatif. Pada Februari 2002, Presiden Megawati Soekarnoputri mengumumkan mulai 2003, Imlek menjadi Hari Libur Nasional.
Imlek juga mempunyai keidentikan tersendiri. Berikut, beberapa keidentikan Imlek…

1. Warna Merah
Bagi masyarakat Tionghoa, warna merah melambangkan kesejahteraan di dalam budaya Tionghoa. Warna merah menunjukkan semangat, kegembiraan, yang pada akhirnya akan memberikan nasib baik. Sehingga dalam perayaannya, banyak sekali penggunaan warna merah dalam segala hal termasuk dalam pakaian, dekorasi, angpao, dll.

2. Barongsai dan Tarian Naga
Barongsai atau Ki Lan adalah sejenis tarian yang dimainkan 2 orang yang berpakaian seperti singa yang mana dalam tarian sering di ikuti dengan berbagai akrobatik. Barongsai diyakini oleh orang Tionghoa sebagai binatang suci. Sedangkan Tarian naga adalah sejenis tarian yang dimainkan sekelompok orang yang memegang tongkat untuk mengangkat sang naga dengan cara di liuk-liukkan mirip pergerakan seekor naga yang sedang mengejar mutiaranya. Kehadiran Barongsai dan Tarian Naga dipercayai untuk mengusir roh-roh jahat, membawa tuah serta keberuntungan.

3. Angpao
Angpao sendiri adalah dialek Hokkian., artinya harifahnya adalah bungkusan/amplop merah. Tradisi memberikan angpao ini bukan hanya monopoli Tahun Baru Imlek, melainkan di dalam peristiwa apa saja yang melambangkan kegembiraan seperti pernikahan, ulang tahun, masuk rumah baru, dll. Di dalam tradisi Tionghoa, orang wajib memberikan dan berhak memberikan angpao adalah orang yang telah menikah. Selain itu, ada anggapan bahwa orang yang telah menikah biasanya telah mapan secara ekonomi. Selain memberikan angpao kepada anak-anak, mereka juga wajib memberikan angpao kepada yang dituakan.

4. Lampion
Bagi masyarakat Tionghoa, lampion mempunyai makna filosofi menerangi. Oleh karena itu pemasangan lampion selalu dilakukan pada perayaan Imlek.

5. Kue Keranjang atau Dodol Cina
Kue yang manis dan kenyal yang terbuat dari ketan dan gula pasir ini memang selalu munculnya menjelang hari Raya Imlek. Kue keranjang di sebut juga Nian Gao,yang berarti Nian adalah tahun, sedangkan Gao adalah Kue dan Gao juga hampir sama bunyinya dengan perkataan yang berarti tinggi. Juga mempunyai makna semakin tahun semakin tinggi kemakmurannya.

6. Shio
Selalu ada pergantian shio tiap pergantian tahun cina. Pada perayaan Imlek tahun 2017 berdasarkan penanggalan cina jatuh pada shio Ayam Api. Shio ini melambangkan orang yang lahir di tahun ayam merupakan pribadi yang jujur, enerjik, cerdas, fleksibel dan percaya diri. Anda adalah pekerja keras, menggunakan akal, percaya diri dan berbakat. Selain itu Anda juga bersifat aktif dalam berbicara dan menarik membuat Anda populer dilingkungan sekitar.

7. Perayaan Cap Go Meh
Perayaan Cap Go Meh merupakan perayaan pada hari ke lima belas setelah Tahun baru Imlek. Yang mana pada hari ini di adakan upacara sembahyang secara besar-besaran.Dupa-dupa besar akan di bakar dan di adakan acara makan bersama keluarga. Pada malam ini kembang api dan Tanglung di nyalakan, serta juga di meriahkan dengan tarian naga dan singa.
Bahkan satu opera Cina akan di tayangkan juga untuk memeriahkan perayaan Cap Go Meh ini.
Selamat Tahun Baru Imlek 2568…GONG XI FAT CAI…Happy Lunar Celebrate 2017..

Post your comments on Facebook