Impetigo merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes. Bakteri ini bisa hidup normal pada kulit manusia tanpa menimbulkan penyakit. Infeksi ini sebagian besar disebabkan oleh bakteri yang masuk ke tubuh melalui luka kulit. Namun, tidak menutup kemungkinan terjadi pada anak yang memiliki kulit sehat.

Ciri anak yang terkena impetigo ketika terdapat bercak luka terbuka pada kulit, kemudian timbul kerak berwarna kuning atau cokelat. Impetigo bisa menular melalui interaksi atau kontak fisik, antara kulit dengan kulit. Bahkan melalui perantara berupa barang-barang seperti handuk, baju, mainan atau peralatan makan yang terkontaminasi bakteri.

Family | Family education
Foto : Ist

Umumnya, impetigo bisa sembuh sendiri seiring waktu. Tapi untuk mencegah terjadi penularan, sebaiknya orangtua menanganinya secepat mungkin. Bakteri ini akan cepat menular pada bayi yang mempunyai luka terbuka, seperti gigitan serangga atau terjatuh. Namun tidak menutup kemungkinan penularan impetigo terjadi karena luka yang ditimbulkan infeksi kulit lain, seperti eksim, kudis, atau infeksi kutu. Impetigo rawan terjadi pada saat cuaca hangat dan lembab.

Infeksi kulit ini bisa terdapat pada bagian manapun pada tubuh bayi. Impetigo dibagi menjadi dua jenis berdasarkan gejalanya, antara lain :

Family | Family education
Foto : Ist

Impetigo bulosa, infeksi jenis ini ditandai dengan kulit yang melepuh dan berisi cairan. Kemunculannya disertai dengan demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.

• Impetigo krustosa atau non-bulosa, kemunculannya ditandai dengan bercak-bercak merah, seperti luka yang meninggalkan kerak berwarna kuning kecoklatan. Impetigo non-bulosa tidak disertai dengan melepuh tapi lebih menular dibandingkan impetigo bulosa.

Gejala impetigo biasanya baru terlihat setelah 4-10 hari sejak terpapar bakteri. Impetigo non-bulosa lebih banyak ditemukan dibanding impetigo bulosa. Pencegahan infeksi ini bisa dilakukan dengan tidak menyentuh area kulit yang terkena infeksi. Infeksi ini pada umumnya ditemukan di sekitar hidung dan mulut, tangan, lengan bawah, dan area popok.

Sedangkan impetigo bulosa biasanya muncul pada bagian tengah tubuh antara pinggang, leher, lengan dan tungkai. Adapun perkembangan bakteri pada impetigo bulosa, antara lain:

• Kulit melepuh yang berisi cairan berukuran 1-2 sentimeter, terasa sakit dan membuat kulit di sekitarnya terasa gatal.

• Kulit yang melepuh dapat menyebar dalam waktu singkat, kemudian pecah dalam waktu beberapa hari.

• Pecahan kulit yang melepuh akan meninggalkan kerak berwarna kuning. Setelah sembuh kerak ini akan menghilang tanpa meninggalkan bekas.

Perkembangan bakteri impetigo non-bulosa, antara lain :

• Muncul bercak merah yang menyerupai luka, tidak terasa sakit tapi gatal.

• Bercak akan menyebar dengan cepat ketika disentuh atau digaruk, yang akan berganti kerak berwarna kecoklatan.

• Ketika kerak yang berukuran 2 sentimeter ini kering, maka akan menyisakan bekas berwarna kemerahan.

• Bekas kemerahan ini akan sembuh tanpa bekas dalam waktu beberapa hari atau minggu.

Family | Family education
Foto : Ist

Pada beberapa kasus, impetigo bisa sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu dua sampai tiga minggu tanpa diobati. Namun, resep antibiotik bisa mempercepat penyembuhan menjadi 7-10 hari. Hal ini dapat mempersempit resiko penularan pada bayi dan anak-anak lain di sekitarnya.

Impetigo dapat diobati dengan menggunakan antibiotik oles maupun antibiotik minum. Antibiotik oles bisa digunakan jika infeksi masih berada dalam satu area dan belum menyebar di bagian tubuh yang lain. Sedangkan antibiotik minum dikonsumsi jika infeksi sudah menyebar ke bagian yang lain dan kondisinya semakin parah. Antibiotik minum diberikan jika infeksi tidak bisa sembuh hanya dengan menggunakan antibiotik oles.

Jika pengobatan dengan menggunakan antibiotik tidak kunjung sembuh dalam waktu tiga hari, maka dokter akan mengambil sampel kulit yang terinfeksi untuk dilakukan pengecekan di laboratorium. Hal ini dilakukan untuk melihat adanya kemungkinan infeksi penyakit lain selain impetigo.

Pemeriksaan laboratorium juga perlu dilakukan apabila impetigo kambuh lagi. Biasanya hal ini akan terjadi jika masih ada bakteri yang bersarang di daerah tertentu, seperti hidung. Hal ini akan mudah menginfeksi bagian lain yang sedang mengalami luka. Jika hasilnya benar, maka bakteri tersebut harus dibasmi dengan menggunakan antiseptik khusus.

Impetigo pada anak yang tak diobati akan menularkan infeksi selama beberapa minggu. Namun setelah melakukan pengobatan antibiotik, setelah 24-48 jam, saat ruam mulai kering dan sembuh maka infeksi tidak lagi menular. Jauhkan anak dari kontak langsung dengan beberapa orang lain di sekitarnya.

Family | family education
Foto : Ist

Orangtua wajib memperhatikan kondisi kebersihan di sekitar anak. Penularan impetigo bisa melalui mainan, karpet, sprei dan boneka bulu. Sebaiknya mensterilkan semuanya dari debu dengan mencuci kemudian menjemurnya di bawah sinar matahari. Hal lain yang bisa dilakukan orangtua dengan menjaga kebersihan tubuh anak dengan mandi dan cuci tangan teratur serta menjaga kuku jari agar tetap pendek dan bersih.

Selain itu, anak juga bisa memperkuat daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi buah-buahan terutama yang mengandung vitamin C, memperbanyak minum air putih dan menghindari makanan yang mengandung MSG.

Post your comments on Facebook