Bagi Anda pecinta barang-barang preloved alias barang secondhand pasti seringkali datang ke acara bazar preloved. Biasanya, memang banyak orang atau komunitas yang sengaja menggelar bazar preloved, baik itu baju, sepatu, hingga beragam aksesori. Semua barang-barang yang masih layak pakai tersebut dijual kembali dengan harga yang lebih terjangkau.

Lantas, bagaimana dengan barang-barang preloved yang datang dari brand ternama dunia seperti, Hermes, Gucci, YSL, hingga Chanel? Ternyata, di Indonesia ada satu acara yang dikhususkan untuk menjual barang-barang branded berkualitas tersebut. Jelang akhir tahun ini, para pecinta fashion Indonesia dimanjakan dengan kehadiran Irresistible Bazaar ke-14 yang berlangsung pada 21-25 November 2018 lalu, di Lantai 5, West Mall, Grand Indonesia.

Culture | event
Foto : Ist

Irresistible Bazaar ini digagas oleh Marisa Tumbuan sejak 2015 silam dan digelar untuk pertama kalinya di Senayan City, Jakarta. Marisa mendirikan acara ini sebagai wadah bagi para pecinta barang bekas yang masih layak pakai, sekaligus agar bisa menjalin interaksi secara langsung antara pembeli dan penjual. Menurutnya, bisnis barang-barang preloved ini merupakan bisnis yang membutuhkan tingkat kepercayaan tinggi. Industri ini sarat akan pedoman ‘tak kenal maka tak sayang’. Dan  Irresistible Bazaar pun hadir dengan konsep menyatukan buyer dan seller preloved, sehingga produk barang preloved menjadi produk utama yang dijual.     

Culture | event
Foto : Ist

Ketika pertama kali diselenggarakan, Irresistible Bazaar hanya diikuti oleh 20 peserta. Meski begitu, antusiasme pengunjung terlihat cukup bagus dan sesuai ekspektasi. Hal ini pun terbukti ketika bazar tersebut diselenggarakan untuk kedua kalinya, pengunjung sudah antre untuk berbelanja di sana.        

Marisa mengungkap, ia tak pernah menjual secara terbuka booth bazar, khususnya untuk para penjual online, karena baginya, bisnis ini memiliki dasar kepercayaan tinggi. Oleh karena itulah, ia hanya memilih online seller yang sudah terpercaya dan berada di lingkungan komunitasnya saja. Komunitas ini tak hanya muncul ketika saat bazar berlangsung, tapi juga ketika tidak ada bazar pun mereka tetap menjaga komunikasi dan kerjasamanya.                 

Irresistible Bazaar ini sengaja digelar setiap tiga hingga empat bulan sekali, karena permintaan terhadap barang-barang preloved semakin bagus di Indonesia. Jika dulu orang terlihat gengsi dan malu menggunakan barang bekas pakai, kini hal tersebut sudah sirna. Mereka justru bersemangat memburu barang-barang fashion bekas yang masih berkualitas dan layak pakai, karena harganya lebih terjangkau.

Tak hanya sepatu dan tas saja, Irresistible Bazaar juga menyediakan beragam model busana dan aksesori dari negeri Eropa dan Amerika, seperti Michael Kors, Louis Vuitton, Kate Spade, dan lain sebagainya. Bila Anda kelelahan karena sibuk memilih-milih barang, Anda pun bisa beristirahat sambil menikmati berbagai kuliner yang tersedia di sekitar area bazar.

Marisa menambahkan, Irresistible Bazaar kali ini diisi oleh lebih dari 100 tenan dengan komposisi 83 tenan online terpercaya dari seluruh Indonesia. Ia juga mengakui, menyelenggarakan acara dengan menghadirkan banyak orang di dalamnya jelas tak luput dari berbagai macam kendala. Namun, ia dan tim sejak awal selalu berusaha untuk memetakan potensi masalah yang muncul, sehingga bisa cepat diatasi dengan baik.

 

Banyak kegiatan seru dan edukatif di Irresistible Bazaar

Sebagai pihak penyelenggara, Marisa juga menyiapkan beragam acara menarik di antaranya penampilan band Element Reunion pada tanggal 22 November 2018 lalu. Band yang beranggotakan, Lucky Widja, Didi Riyadi, Ferdy, Fajar Maringka, Adhitya Pratama, dan Arya ini membawakan sejumlah lagu hitsnya yang sempat dikenal oleh para generasi 90-an, seperti Cinta yang Lain, Rahasia Hati, dan juga Pergilah Adinda.

Culture | event
Foto // Wanita.me
foto // Wanita.me

Tak hanya penampilan memukau dari Element Reunion saja, Irresistible Bazaar juga menghadirkan  talkshow tentang investasi dan fraud di industri barang mewah bersama Lala Tangkudung dan Prita Hapsari Ghozie, seorang financial planner yang juga menjabat sebagai  Direktur ZAP Finance.

Bagi Prita, membeli tas branded tak sekadar untuk manifestasi gengsi belaka. Wanita lulusan The University of Sydney, Australia ini bahkan memiliki banyak trik dan tips untuk mensiasati salah satu hobi para wanita ini. Salah satunya adalah dengan menjual tas lama untuk tas baru. Tas lama Anda yang teronggok di lemari bisa jadi tas idaman bagi orang lain yang tentu saja, daripada menumpuk begitu saja karena tidak terpakai, lebih baik dijual kembali. Oleh karena itulah, Anda disarankan untuk membeli tas branded dengan model klasik dan populer jika memang berniat untuk menjualnya kembali.  

 

Tas mewah adalah sebuah investasi

Culture | event
Foto : Ist

Banyak orang mengklaim, membeli tas mewah layaknya sebuah investasi, meski tak sama dengan membeli logam mulia. Tas mewah bukan bentuk investasi dengan pendapatan tetap, tetapi investasi alternatif, karena memiliki prinsip ekonomi, yakni bisa dijual kembali.

Hal ini pula yang mendorong Marisa Tumbuan menghadirkan barang-barang branded bekas bernilai tinggi yang terjamin keasliannya di Irresistible Bazaar. Bisnis yang telah dirintisnya sejak 2013 lalu ini ternyata memiliki peminat yang tak sedikit, bahkan meningkat hingga 25 persen setiap tahunnya. Di setiap penyelenggaraan bazar ini sendiri pun dapat menarik pengunjung lebih dari 20 ribu orang selama 5 hari penyelenggaraan dengan rata-rata kenaikan 10 persen.

Culture | event
Foto : Ist

Biasanya, Marisa mampu menjual sebanyak 6 hingga 8 unit tas branded preloved dalam satu hari dengan harga berkisar dari Rp 5 juta hingga ratusan juta rupiah. Barang yang dijualnya pun tak sembarangan karena akan dicek terlebih dahulu setiap detailnya, mulai dari bahan, warna, sampai aromanya untuk membedakan barang tersebut asli atau tidak. Bagi Marisa, menjaga kepercayaan pembeli adalah nomor satu.

Culture | event
Foto : Ist

Marisa mengaku memulai bisnis ini karena sejak muda sudah hobi membeli dan mengumpulkan tas, serta barang-barang branded lainnya. Semakin banyaknya tas branded yang ia miliki dengan kondisi bagus dan tak dipakai lagi, Marisa pun mencoba menawarkannya kepada teman dan keluarga terdekatnya. Tak disangka, peminat barang-barang miliknya tersebut bisa dibilang tak sedikit. Hingga sekarang banyak juga yang akhirnya menitipkan barang ke Marisa untuk dijual maupun sistem jual putus. Tak heran jika Marisa memiliki ratusan pembeli setia dari berbagai kalangan di Indonesia, mulai dari ibu rumah tangga, hingga artis pun sudah langganan membeli di Adels Branded Bags miliknya.

Marisa berharap, Irresistible Bazaar bisa diadakan di luar Jakarta, meskipun saat ini dirinya masih fokus mengembangkan bisnis di seputaran Jakarta yang dikenal sebagai pusat trend Tanah Air. Meski begitu, ia tak menutup peluang yang mungkin akan terbuka di masa datang.

Post your comments on Facebook