Buah dan sayur merupakan sumber nutrisi alami yang baik bagi tubuh. Banyak buku resep masakan dan jus yang menyediakan metode atau cara mengolah dan menyajikan sayur serta buah dalam konteks rasa dan manfaatnya. Namun, dalam sebagian besar prosesnya banyak bagian buah dan sayur yang dipotong dan dibuang. Untuk itu, kali ini Wanita.me merangkum dari berbagai sumber mengenai beberapa buah dan sayur yang bagian-bagiannya sebenarnya memiliki manfaat bagi kesehatan. Tips utama pengaplikasiannya adalah pastikan untuk mencuci terlebih dahulu bagian-bagian tersebut karena seringkali merupakan bagian terluar dari buah dan sayur seperti kulit dan batang.

Kulit Apel

Di awal tahun 2000, santer terdengar berita miring tentang beredarnya buah-buahan yang dilapisi lilin agar awet dan tahan lama. Salah satu buah yang dimaksud adalah apel. Dampaknya kemudian disarankan oleh berbagai pihak agar mengupas kulit apel sebelum memakannya. Walaupun, sejak dahulu memang telah banyak orang yang memilih mengupas kulit apel karena preferensi selera. Bagi penderita maag juga disarankan agar tidak mengonsumsi kulit apel karena teksturnya yang sulit dicerna.

Living | Food
Foto: Ist

Padahal, kulit apel diketahui mengandung quercetin, jenis antioksidan yang baik bagi kesehatan paru-paru dan otak. Quercetin dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memulihkannya apabila badan sedang dalam keadaan sakit. Beberapa manfaat lainnya adalah dapat mencegah peradangan, mencegah alergi, menyehatkan jantung, mencegah pertumbuhan sel kanker dan menghaluskan kulit. Beberapa buah atau sayur lain yang juga mengandung quercetin adalah ceri, strawberi, anggur dan bawang.

Kulit Semangka

Semangka merupakan buah yang paling enak disantap dingin atau dicampur dengan buah lain dalam sajian es buah. Buah ini juga sangat cocok untuk melepas dahaga karena kandungan airnya yang tinggi. Umumnya, hanya daging buahnya saja yang dimakan sementara kulitnya dibuang dan menjadi limbah tak bermanfaat. Kulit luarnya yang berwarna hijau memang tidak lazim dikonsumsi, akan tetapi kulit dalam atau bagian berwarna putih yang agak keras ternyata sangat bermanfaat.

Living | Food
Foto: Ist

Kulit semangka mengandung likopen yang bermanfaat bagi perawatan kulit. Likopen merupakan jenis antioksidan yang juga terdapat pada jeruk. Zat tersebut merupakan nutrisi bagi sel kulit. Selain itu, kulit semangka mengandung citruline. Kandungan tersebut juga merupakan antioksidan yang berguna bagi tubuh untuk menahan radikal bebas. Nutrisi lain yang terkandung pada kulit semangka adalah vitamin C dan B6. Beberapa olahan unik kulit semangka dapat ditemukan di beragam resep masakan daerah, mulai dari ditumis hingga dijadikan manisan.

Kulit Sitrus

Jeruk, nipis, lemon dan semacamnya adalah jenis-jenis dari buah sitrus. Kulitnya sangat umum dikupas dan dibuang. Ternyata, beberapa studi menunjukkan bahwa kulit sitrus sangat berkhasiat bagi kesehatan dan kecantikan. Dalam buku The New Whole Foods Encyclopedia (1999), tercatat bahwa di dalam satu buah jeruk, termasuk kulitnya, mengandung lebih dari 60 flavonoids dan 170 fitonutrien.

Living | Food
Foto: Ist

Kulit sitrus diketahui mengandung senyawa flavon polmoksilasi yang bermanfaat untuk mencegah peradangan dan penyakit jantung. Selain itu kulit sitrus juga menjadi obat alternatif yang diakui dunia medis berkhasiat untuk menurunkan kolesterol. Beberapa spa ternama di seluruh dunia menggunakan kulit jeruk untuk perawatan wajah seperti mengusir komedo dan jerawat. Cara penyajian kulit jeruk sangat mudah. Cukup dengan direndam di air terlebih dahulu sebelum dicampurkan pada menu masakan. Apabila direbus dan dicampur garam, kulit jeruk akan berkhasiat untuk menghilangkan rasa mabuk kendaraan.

Kulit Kentang

Kentang adalah jenis dari umbi-umbian. Sebagaimana jenis umbi-umbian lainnya, kentang juga mengandung kalium, zat besi dan vitamin. Uniknya, zat-zat tersebut justru terkandung pada kulitnya. Maka jangan heran apabila pada beberapa sajian masakan, seringkali terlihat olahan kentang yang kulitnya tidak dikupas terlebih dahulu.

Living | Food
Foto: Ist

Kalium yang terkandung pada kulit kentang bermanfaat untuk menjaga metabolisme organ-organ tubuh seperti ginjal, jantung, syaraf dan otot. Kulit kentang juga merupakan sumber alami folat (bermanfaat untuk kesehatan mata), zinc (membantu sistem pencernaan) dan zat besi (membantu produksi hemoglobin). Selain itu, kulit kentang diketahui mengandung zat mangan yang berguna bagi tubuh untuk mengolah kolesterol, karbohidrat dan protein.

Batang Brokoli

Sayur satu ini terkenal sangat berkhasiat untuk membantu penyembuhan penyakit-penyakit kronis seperti kanker, stroke dan jantung. Banyak sekali kandungan nutrisi dan zat bermanfaat dalam brokoli. Dalam pengolahannya, bagian batang brokoli seringkali dibuang karena teksturnya yang keras. Padahal, banyak studi menyatakan bahwa batang brokoli juga memiliki banyak kandungan yang bermanfaat. Untuk menyajikannya. Batang brokoli bisa dipotong menjadi beberapa bagian agar lebih mudah dimakan.

Living | Food
Foto: Ist

Kandungan khusus yang terdapat pada batang brokoli adalah kromium. Zat tersebut dapat mengatur insulin tubuh yang berperan dalam penyakit diabetes. Batang brokoli juga mengandung kalsium, fosfor dan magnesium yang bermanfaat untuk kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis. Zat lain yang terkandung pada batang brokoli adalah sulforaphane yang diketahui bermanfaat untuk mencegah efek buruk radiasi sinar ultraviolet.

Batang dan Akar Bayam

Bayam merupakan salah satu jenis sayur yang umum kita temukan sehari-hari. Sebagian besar batang dan bagian akarnya seringkali dibuang dan tidak dimanfaatkan. Padahal, batangnya mengandung lebih banyak serat daripada daunnya. Sementara akarnya yang berupa serabut memiliki kandungan senyawa-senyawa yang bermanfaat untuk kesehatan.

Living | Food
Foto: Ist

Batang bayam yang mengandung banyak serat berkhasiat untuk kesehatan pencernaan dan mencegah sembelit. Akar bayam diketahui mengandung protein, zat besi dan anti-peptida. Kandungan anti-peptida bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah serta memperlancar peredarannya. Sementara zat besi pada akar bayam berkhasiat untuk mengatasi anemia. Cara penyajian akar bayam umumnya di-jus, ditumbuk untuk kemudian diperas dan direbus.

Post your comments on Facebook