Apa benar ada peristiwa pria dijajah wanita? Beberapa kampung yang tersebar di berbagai belahan dunia ini membuktikan bahwa memang adanya fakta tersebut. Dimana kaum wanita yang mendominasi sector-sektor kehidupan dalam masyarakat. Seperti sector pemerintahan, tata waris, ahkan sistem kekerabatan yang dikembangkan adalah sitem matrilineal. Yaitu garis keturunan yang mengikuti ibu.
Dimana saja kampung wanita tersebut?

Berikut ini kampung yang berisikan semua penduduknya wanita:
Kampong wanita di Noiva do Codeiro, Brazil. Penduduk di daerah ini mencapai 678 jiwa. Awal mulanya kampung ini didirikan oleh seorang wanita bernama Senhorina de Lima. Pada saat itu ia diasingkan oleh pihak gereja karena dituduh telah melakukan perzinahan. Semakin lama ia bermukim di Noiva do Codeiro, penduduk lain mulai berdatangan. Tetapi hanya kaum wanitanya. Akhirnya mereka tinggal bersama-sama di kampung Noiva. Bagi warga Noiva yang masih menikah, suami mereka hanya boleh mengunjungi sebulan sekali. Dan jika hamil dan melahirkan anak laki-laki, maka anak laki-lakinya itu ketika berusia 18 tahun diharuskan keluar dari kampung serta tidak diperkenankan menemui ibunya kembali.

Culture | opinion
Foto : Ist

Kampong wanita di Sakaka, Arab Saudi. Desa Sakaka memang dikhususkan bagi wanita. Lantaran adanya peraturan setempat yang memisahkan antara pria dan wanita. Bahkan untuk datang berkunjung pun pria tidak diperbolehkan. Tetapi bukan berarti bila semua penduduknya wanita, mereka boleh berbuat semaunya. Aturan syari’at tetap berlaku ketat. Seperti tidak memakai pakaian modis serta dilarang mengadopsi budaya barat. Termasuk penggunaan teknologi ponsel pintar. Dengan alasan, budaya barat bukanlah budaya asli Arab Saudi.

Kampung wanita di Wadon, Indonesia. Dalam bahasa Jawa, wadon berarti wanita. Kampung ini terletak di Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi. Kampung ini berada di tengah hutan jati. Pendiri kampung Wadon bernama Kasinem. Tradisi yang berkembang di kampung wanita ini yaitu bila ada lelaki yang sudah menikah, dilarang untuk tetap tinggal di kampung Wadon. Sebab menurut mitos yang mereka yakini, jika hal tersebut dilanggar maka hidupnya akan menderita berkepanjangan. Para wadon atau wanita yang tinggal di kampung ini memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari dengan bertani. Kabar terakhir yang diperoleh menyebutkan bahwa, populasi di kampung Wadon hampir punah. Karena para penduduknya sedikit demi sedikit telah meninggalkan kampong Wadon dengan berbagai alasan.

Post your comments on Facebook