Satu lagi kasus kekerasan pada anak mencuat di media sosial. Kali ini seorang anak bernama Niuniu yang juga dikenal sebagai seorang model ternama asal China jadi korbannya. Mirisnya, sang pelaku adalah ibunya sendiri.

 

Dilansir dari 9gag.com, sebuah rekaman video pada 6 April 2019 lalu menunjukkan sang ibu menendang Niuniu hanya karena ia menaruh tas di lantai. Diduga, gadis kecil itu sedang lelah untuk bergaya di depan kamera tanpa menyadari bahwa ia akan menjadi korban kekerasan fisik dan verbal dari ibunya. Sontak, video itu pun langsung tersebar di Weibo dan menuai kecaman publik.

Dampak kekerasan anak
Foto: Ist

Lebih dari 100 brand pakaian menandatangani surat terbuka untuk mengecam apa yang telah dilakukan oleh ibu Niuniu. Sungguh tak terbayangkan, gadis sekecil Niuniu harus bergaya di depan kamera dengan 400 pasang pakaian selama 4 hari penuh. Tak heran jika apa yang dilakukan oleh ibu Niuniu ini diduga merupakan eksploitasi anak. Niuniu dipaksa bekerja di usianya yang sangat belia, padahal ia seharusnya bermain dan bersenang-senang dengan anak seusianya.

Perlu diketahui, anak korban kekerasan tak hanya memiliki bekas luka di tubuhnya tapi juga luka emosional, perilaku menyimpang, hingga penurunan fungsi otak. Berikut ini beberapa dampak kekerasan anak yang dilakukan oleh orangtua.

1. Anak cenderung lebih emosional

Umumnya, anak-anak yang menjadi korban kekerasan orangtua akan menjadi lebih sering sedih atau marah, sulit tidur, bermimpi buruk, memiliki rasa percaya diri yang rendah, ingin melukai diri sendiri, atau bahkan keinginan untuk bunuh diri. Mereka juga akan menjadi lebih sulit berinteraksi dengan orang lain dan cenderung melakukan tindakan berbahaya bagi dirinya sendiri.

Dampak kekerasan anak
Foto: Ist

2. Penurunan fungsi otak

Dampak kekerasan pada anak yang dilakukan oleh orangtua juga dapat memengaruhi struktur dan perkembangan otaknya sehingga terjadi penurunan fungsi otak di bagian tertentu. Hal tersebut berpotensi menimbulkan efek jangka panjang, mulai dari penurunan prestasi akademik hingga gangguan kesehatan mentalnya saat dewasa nanti.

Dampak kekerasan anak
Foto: Ist

3. Tidak mudah percaya pada orang lain

Anak korban kekerasan para orangtua akan merasakan pengalaman buruk dalam hal penyalahgunaan rasa percaya dan keamanan. Ketika dewasa nanti, mereka dipastikan akan kesulitan untuk memercayai orang lain di sekitarnya.

Dampak kekerasan anak
Foto: Ist

4. Sulit mempertahankan hubungan pribadi

Pengalaman sebagai korban kekerasan dapat membuat anak menjadi sulit memercayai orang lain, merasa curiga, mudah cemburu, atau yang paling parah merasa kesulitan mempertahankan hubungan pribadi untuk jangka waktu yang lama karena rasa takut dalam dirinya. Kondisi ini tentu saja berisiko membuat mereka tumbuh jadi orang yang selalu kesepian. Penelitian menunjukkan, banyak korban kekerasan anak yang mengalami kegagalan dalam membina hubungan asmara dalam hidupnya.

Dampak kekerasan anak
Foto: Ist

5. Berisiko memiliki gangguan kesehatan yang lebih tinggi

Dampak kekerasan pada anak yang juga tak boleh dilewatkan begitu saja adalah pengaruh terhadap kesehatan dan tumbuh kembangnya. Anak korban kekerasan umumnya berisiko mengalami gangguan kesehatan yang lebih tinggi, baik secara fisik maupun psikis saat mereka tumbuh dewasa.

Dampak kekerasan anak
Foto: Ist

Sejatinya, anak adalah titipan Tuhan yang patut kita jaga sebaik mungkin. Jangan sampai hanya karena untuk mengejar harta semata, atau merasa bahwa kita sebagai orangtua yang telah merawat mereka jadi pantas untuk memperlakukan mereka dengan tidak baik atau melupakan hak-haknya sebagai anak. Yuk, cegah dan hentikan eksploitasi serta kekerasan pada anak demi generasi penerus bangsa yang semakin baik lagi di masa depan nanti.

Post your comments on Facebook