Pada tanggal 20 April lalu, dunia electronic dance music (EDM) kehilangan salah satu talenta mudanya. Tim Bergling, yang dikenal dengan nama panggung Avicii, meninggal dunia di usia 28 tahun di Oman ketika berlibur. Pihak Keluarga Avicii merilis pernyataan bahwa ia meninggal akibat penyakitnya dan otoritas keamanan di Oman tidak menemukan indikasi yang mencurigakan mengenai kematiannya, sebagaimana dilansir dari media Spin (23/04). Walaupun demikian, kelelahan dan konsumsi alkohol disebut-sebut sebagai penyebab menurunnya kesehatan Avicii dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2012, di tengah rangkaian turnya di New York, Avicii sempat dirawat di rumah sakit akibat penyakit lambung karena mengonsumsi alkohol berlebih. Sebagai seorang DJ, remixer dan produser yang berkolaborasi dengan banyak musisi, Avicii memang diketahui cukup sibuk berkeliling dunia.

Culture | Music
Foto: Ist

Avicii lahir pada tanggal 8 September 1989 di Stockholm, Swedia. Kegemarannya pada musik elektronik merupakan pengaruh sang kakak yang juga merupakan seorang DJ. Di umur 16 tahun, Avicii mulai membagikan karya-karyanya secara online melalui forum-forum pecinta musik elektronik. Pada tahun 2007, Avicii dikontrak oleh label Dejfitts Plays. Pada tahun 2009-2010, Avicii telah menjadi produser yang cukup diakui bakatnya di Swedia. Dalam banyak wawancara dengan media, ia menjelaskan bahwa nama Avicii berarti “tingkat neraka terendah” dalam bahasa sansekerta. Nama tersebut digunakannya karena nama aslinya, Tim Bergling, telah digunakan orang lain ketika membuat akun MySpace.

Tahun 2011 merupakan tahun melejitnya karir Avicii hingga skala global. Melalui lagu “Levels”, Avicii menjadi bagian dari dunia musik elektronik mainstream internasional. Lagu tersebut diproduserinya sendiri. Hal tersebut menunjukkan kepada dunia bahwa keahliannya sebagai DJ memang ditopang oleh bakat alami dalam mengkomposisi musik elektronik. “Levels” berhasil meraih top 10 di seantero Eropa dan Inggris. Pada tahun 2012, karir Avicii terus melambung atas kolaborasinya dengan David Guetta untuk lagu “Sunshine”. Lagu tersebut mendapat nominasi Grammy untuk kategori Best Dance Recording.

Pada tahun 2013, Avicii kembali menjadi sorotan dunia musik elektronik atas kesuksesan lagu “Wake Me Up” dari albumnya yang berjudul True. “Wake Me Up” menduduki peringkat ke satu pada Spotify Global Chart sekaligus membawa Avicii sebagai artis nomor dua yang lagunya paling sering diputar secara online streaming. Lagu tersebut juga menjadi hits di lebih dari 20 negara. Pada tahun-tahun selanjutnya, Avicii terlibat pada beberapa proyek kolaborasi dengan musisi lintas genre dunia seperti Carlos Santana, Wyclef Jean, Robbie Williams, Chris Martin sang vokalis Coldplay dan banyak lagi lainnya.

Culture | Music
Foto: Ist

Kesehatan Avicii semakin menurun pada tahun 2016. Hal tersebut membuat Avicii pensiun dari dunia panggung. Walaupun demikian, Avicii tetap produktif di studio untuk beberapa proyek-proyek musik elektronik. Dalam rentang karir yang cukup singkat, Avicii telah meraih berbagai penghargaan dan telah tampil di berbagai perhelatan musik EDM di berbagai belahan dunia. Capaian Avicii yang paling besar tentunya adalah membawa EDM ke atas panggung musik populer dunia dalam kurun waktu yang relatif singkat.

Post your comments on Facebook